Penyerangan Terhadap Desa-desa Kristen di P. Saparua

 

The Cross
Under the Cross

English
Indonesian
Search
Archives
Photos
Maps
Help Ambon
Statistics

HTML pages
designed &
maintained by
Alifuru67

Copyright ©
1999/2000 -
1364283024 &
1367286044


 

AMBON Berdarah On-Line
About Us


Maluku Report 86 - Provided By Masariku Network 2000

Penyerangan Pulau Saparua Dimulai:
(Pukul 15.00 WIB Kamis, 21 September 2000)

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa informasi akan adanya penyerangan kelompok Muslim terhadap desa Ulath hari Kamis 21 September 2000 dalam rangka evakuasi jenasah warga desa Sirisori Salam di Hutan desa Ulath ternyata bukan kabar bohong. Walaupun faktanya bukan desa Ullath yang diserang, sejak pagi hingga siang tadi, kawasan desa-desa Kristen di pulau Saparua mulai mendapat serangan. Informasi terakhir yang kami terima pada pukul 15.00 WIB menyebutkan Desa Kristen yang mengalami penyerangan paling parah adalah desa Sirisori Sarani yang hampir sebagian desanya porak-poranda dengan jumlah rumah hancur-terbakar berkisar 30-40 rumah.

Serangan terhadap desa Sirisori Sarani dilakukan oleh massa Muslim dari dua arah yakni dari arah darat dan arah Laut. Dalam penyerangan darat, masa penyerang menggunakan artileri mortir, bom hingga senjata-senjata organik & rakitan. Dalam penyerangan laut, ada kesamaan pola serangan seperti yang dilakukan ketika terjadi penyerangan desa Waai di Ambon, yaitu serangan laut yang menggunakan pelontar-pelontar mortir (desa Sirisori Sarini berposisi di tepi pantai). Tercatat hingga berita ini diturunkan ada 7 korban: 2 orang meninggal dan 5 korban luka-luka. Dua korban meninggal terindintifikasi sebagai Sdr. Kesaulia dan Sdr. Tutuhatunewa. (jenasahnya belum bisa dievakuasi).

Penyerangan ke desa Sirisori Sarani dari arah laut menggunakan 3 buah speed boat. Laporan berikutnya menunjukkan bahwa sebelum menghujani desa Sirisori Sarani dengan mortir, ketiga speed boat memulai serangan paginya ke dua desa Kristen lainnya di pulau Saparua yakni desa Noloth dan desa Itawaka. Menurut penurutan masyarakat, para penyerang yang berada di atas ketiga teridentifikasi sebagai aparat bersenjata yang menggunakan jubah putih.

Saat ini ada terjadi konstrasi massa penyerang di tiga lokasi di wilayah pulau Saparua dengan perkiraan sasaran serangnya yakni;

  • Desa Sirisori Salam dengan target daerah serangan pada desa Sirisori Sarani dan desa Ulath.
  • Desa Iha dengan target daerah serangan pada desa-desa Hatawano (desa Tuhaha, desa Mahu, desa Itawaka, desa Noloth, dan desa Ihamahu).
  • Desa Kulur dengan target daerah serangan pada desa Pia, portp hingga ke desa Saparua.

Massa yang saat ini terkonsentrasi di desa Kulur (desa Muslim) diketahui diberangkatkan dengan angkutan laut yang berangkat dari desa Liang (pulau Ambon) dan sempat mampir ke desa Pelau (desa Muslim) di pulau Haruku (Pulau Saparua berposisi berdampingan dengan pulau Ambon dan Haruku). Sementara terjadi kerusuhan di pulau Saparua, Kota Ambon berada dalam kondisi siaga satu.

Provided By Masariku Network 2000 Masariku@egroups.com



Maluku Report 87 - Provided By Masariku Network 2000

Perkembangan Terakhir dari Saparua
Pukul 15.00 s/d 19.45 WIT,

Tanggal 20 September 200

* Penyerangan terhadap Desa Siri Sori Amalatu (Kristen) kembali lagi dilakukan oleh desa Siri Sori Salam (Islam), sekitar pukul 15:00 WIT, 20 September 2000. penyerangan dilakukan dari tiga arah antara lain : jalan darat, daerah pantai dan gunung, dengan mempergunakan bom, mortir dan senjata organic.

* Serangan yang dilakukan pagi itu, dengan menggunakan mortir dan bom berhasil meratakan sekurang-kurangnya 40 rumah penduduk Siri Sori Amalatu, dan untuk sementara korban jiwa yang berhasil teridentifikasi adalah sebagi berikut ;

  • Glen Syauta - 21 Thn - (luka tembak pada lengan kiri atas)
  • Mexy Talapessy - 18 Thn - (luka tembak pada telapak tangan kiri)
  • Elly Liklikwatil - 47 Thn - (luka tembak pada tulang belakang)
  • Pemy Syauta - 17 Thn - (luka tembak pada lengan kiri)
  • Markus Kesaulya - 24 Thn - (luka tembak tembus leher, MENINGGAL)
  • Dominggus Tutuhatunewa - 40 Thn - (luka tembak, MENINGGAL, jenasah korban belum ditemukan)

Penyerangan terus - menerus dilakukan sejak pukul 15.00 sampai 19.45 WIT

Demikian perkembangan terakhir yang berhasil diperoleh.

Sumber : Pdt. P. Manoppo (Klasis GPM Saparua)

Provided By Masariku Network 2000 - Masariku@egroups.com  

Received via e-mail from : Peter by way of PJS
Copyright © 1999-2000  - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML pages designed and maintained by Alifuru67 * http://www.oocities.com/ambon67
Send your comments to alifuru67@egroups.com

 

1