Gereja: Prioritas Utama Tuhan. Sudahkah jadi prioritas utama saudara pula?


Kotbah tgl. 06.09.1997


Kita jadi orang Kristen bukan hanya sekedar untuk diselamatkan, karena setelah lahir baru Tuhan punya rencana besar dan penting dg kita. Di Matius 16:18 Yesus bilang bahwa di atas batu karang Kristus yg sekarang tinggal di dalam kita, Dia akan mendirikan jemaat/ gereja-Nya dan alam maut tidak akan tahan menghadapinya

Kalau alam maut saja sampai tidak tahan menghadapinya, apakah gereja itu sebetulnya? Yesus memakai kata yg dalam bahasa Yunani "ekklesia", yg di jaman itu artinya adalah dewan rakyat kota, kelompok laki2 berotoritas yg dipilih dan dipanggil keluar dari rakyat biasa untuk bersatu dalam sidang dewan untuk menentukan nasib kota. Anggota dewan rakyat itu adalah orang2 penting, seperti ilmuwan, politikus, ahli ekonomi, ahli perang, dokter, filsuf, dll. Maksud Yesus yg sebenarnya dg kata "ekklesia" ini bisa disimpulkan dg 1 Petrus 2:9 sebagai kelompok orang2 yg terpilih, imam2 yg rajani, yg kudus, yaitu umat kepunyaan Allah sendiri, yg telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yg ajaib, supaya mereka memberitakan perbuatan-perbuatan yg besar dari Dia.

Kepada umat pilihan, yaitu gereja inilah Tuhan menjanjikan kuasa atas alam maut dan kunci Kerajaan Surga, dimana apa yg mereka ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yg mereka lepaskan di dunia ini akan terlepas juga di surga (Matius 16:18). Bukan pada sekolah alkitab/ lembaga misi/ pengurus KKR, juga bukan pada perusahaan2 besar ataupun pemerintah2 negara.

Lalu kenapa kita sekarang perlu membahas soal gereja? Karena kebanyakan gereja yg ada masa kini masih JAUH dari memenuhi rencana Tuhan pada awal mulanya! Makanya di Efesus 1:17-19 Paulus berdoa supaya Tuhan kasih kita Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dg benar dan membuat mata hati kita terang, agar kita ngerti pengharapan apa yg terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yg ditentu-kan-Nya bagi kita, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yg percaya, sesuai dg kekuatan kuasa-Nya.

Tapi kita tidak bisa menentukan tujuan gereja, kita hanya bisa menemukannya, karena konsep gereja ini asalnya dari Tuhan, bukan dari manusia. Gereja seperti di 1 Petrus 2:9 itu adalah idaman Tuhan sejak lama, sejak Dia menciptakan Adam dan Hawa, yaitu gereja pertama. Mereka adalah ibarat "presiden" yg diberi mandat oleh Tuhan ("MPR-nya", yaitu yg punya kuasa sepenuhnya) untuk menaklukkan dunia (Kejadian 1:27-28). Tapi manusia jatuh dalam dosa, sehingga dunia pun jadi porak poranda. Jadi kenapa di dunia ada perang, penyakit, kriminalitas, dll.? Karena Tuhan sudah janji bahwa manusialah yg harus memerintah. Jadi bukan "MPR-nya", melainkan "presidennya" lah yg tidak becus.

Tapi Tuhan mau memulihkan dunia ini seperti awal mulanya, caranya: sekali lagi lewat gereja-Nya itu. Kristus dibangkitkan-Nya dari antara orang mati dan didudukkan-Nya di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah, penguasa, kekuasaan, kerajaan dan tiap-tiap nama yg dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yg akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus. Di dalam Kristus sebagai Kepala dari segala yg ada inilah Tuhan mau memulihkan jemaat-Nya. Dan jemaat ini harus menjadi tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yg memenuhi semua dan segala sesuatu (Efesus 1:20-23).

Sejalan dg pemulihan jemaat, Tuhan mau memulihkan dunia ini. Saat ini belum semua dipulihkan, karena kuasa Tuhan lewat gereja itu baru penuh saat gereja juga sudah dewasa (Ibrani 2:8). Kalau semua sudah dipulihkan seperti di jaman Adam dan Hawa, maka akan terjadi semua yg tertulis di Yesaya 11:6-9, "...Serigala akan tinggal bersama domba... Tidak ada yg akan berbuat jahat". Penderitaan zaman sekarang ini nggak bisa dibandingkan dg kemuliaan yg akan dinyatakan kepada kita, kalau semua sudah dipulihkan. Seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, ketika manusia jatuh dalam dosa. Karena itu dg sangat rindu seluruh makhluk saat ini menantikan saatnya anak-anak Allah dinyatakan kembali.

Tapi sayangnya, masih banyak orang yg belum mengerti atau bahkan tidak perduli dg keinginan Tuhan ini. Mereka merasa mapan, atau terlalu sibuk dg kegiatan mereka sehari-hari. Apakah saudara termasuk mereka? Ini saatnya merenungkan Kisah Para Rasul 2:41-47 yg menggambarkan jemaat pertama yg terbentuk setelah Yesus naik ke surga. Mereka hidup dg pengajaran Tuhan lewat para rasul yg mengubah hidup, pelayanan yg membawa dampak bagi masyarakat sekitar, persekutuan atas dasar kasih Tuhan dimana mereka bisa berjalan bersama melewati masalah2 kehidupan, pujian dan penyembahan yang mendekatkan mereka pada Tuhan tiap hari, dan penjangkauan ke masyarakat luar yang effektif.

Banyak gereja yang ada saat ini justru berusaha bertahan dengan ciri2 yg bertolak belakang. Kotbahnya membo-sankan/ membingungkan/ tidak cocok dg kebutuhan. Dalam persekutuan di gereja, orang merasa sungkan men-cari pertolongan untuk memecahkan masalah mereka, karena kayaknya tidak pada tempatnya kalau orang Kristen punya masalah. Jumlah anggota jemaat merosot terus, tapi strategi pelayanan di gereja tetap diarahkan hanya untuk melayani orang2 yg sudah percaya, seakan-akan orang2 yg belum percaya lah yang harus menyesuaikan diri/ berusaha mengerti dengan kebiasaan/ kesukaan kita.

Yesus nggak pernah pelit dengan kasih. Waktu Yesus sedang makan di rumah Simon, seorang Farisi, dia didatangi seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa di kota itu. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi. Sementara Simon pertama-tama hanya merasa jijik dalam hatinya, dia malah jadi schock ketika Yesus justru melihat hati pertobatan perempuan itu dan menunjukkan kasih-Nya sambil memberitahu dia bahwa karena imannya itu, ia telah diselamatkan oleh kasih Tuhan, yaitu kasih yang beda dari "kasih" duniawi yang dikenal manusia (Lukas 7:36-50). Seperti itu pula Tuhan mau supaya kita, sebagai jemaat-Nya, memberitahukan suatu berita yang juga bisa bikin schock dunia di sekeliling kita ini, yaitu bahwa "kasih yang beda", yaitu kasih Tuhan itu saat ini pun masih ada. Untuk itu dia mau pakai gereja-Nya. Kita harus kasih tahu pada orang-orang yang hidupnya sudah berantakkan, bahwa ada pen-gampunan lewat Yesus Kristus, yang diberikan Tuhan gratis pada orang-orang yang percaya dan menerima hadiah pengampunan ini dengan pertobatan dan iman.

Apakah saudara mau tahu rencana Tuhan dengan jemaat-Nya lebih lanjut? Caranya ditulis di Mazmur 37:3-5 "Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak" Kita perlu menjadikan jemaat prioritas utama kita, karena itulah juga prioritas utama Tuhan. Ikut KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), ISWM (Indonesian School for World Mission), seminar2 lain, dll. itu bagus dan penting, tapi jangan hanya karena bosan atau cari selingan! Demikian pula membiayai lembaga2 misi itu baik dan perlu, tapi jangan sampai lupa kebutuhan saudara/i seiman yang ada di depan hidung kita sendiri! Soalnya kalau nggak, semua yang kelihatannya baik dan perlu itu jadi menghambat terwujudnya prioritas utama Tuhan, yaitu pendirian jemaat-Nya. Jangan sampai terlalu banyak waktu, energi, dan uang terpakai untuk kegiatan2 yang kedengarannya rohani, sementara pelayanan di jemaat sendiri (yang justru harus cepat2 disempurnakan) malah terbengkalai. Juga jangan sampai saudara/i seiman harus begitu banyak bekerja mencari uang sambil kuliah karena mereka kesulitan keuangan, sehingga mereka terhalang untuk terlibat dalam pembangunan jemaat. Kalau jemaat di nomor-duakan terus, maka janji-janji Tuhan untuk jemaat-Nya di Matius 16:18 tadi juga akan tertunda terus.

Coba tanyalah diri saudara sendiri: Apa tujuan hidup yang lebih mulia, yang lebih tinggi dan yang lebih berharga daripada mengabdikan diri dan hidup saudara untuk sebanyak mungkin dipakai Tuhan mendirikan jemaat-Nya seperti yang pernah ditemukan di Kisah Para Rasul 2 itu?

Apakah saudara sekarang mau tahu rencana Tuhan dengan jemaat-Nya lebih lanjut? Apakah saudara mau tahu, seharusnya seperti apakah gereja Tuhan itu? Dan juga seharusnya apa sih yang dilakukan gereja Tuhan itu? Dan bagaimana caranya? Tunggu saatnya di minggu-minggu yad!


Kalau saudara punya pertanyaan/ masukan atau ingin didoakan mengenai hal ini atau butuh bantuan lain, silakan menghubungi JEMAAT INDONESIA MÜNCHEN, Tel. 089/ 311 10 11.
Kami ingin membantu saudara.




Bagi yang sudah "tidak sabar lagi" dan ingin mulai menggumuli dan berdoa tentang jemaat ini, dihimbau untuk a.l. mempertimbangkan sumber2 di bawah ini (semuanya bisa dipinjam dari Alex atau perpustakaan): Winword Dokument


1