Benny Hinn: Pendeta Kesembuhan yang Fenomenal

Home | Artikel

Benny Hinn

Pendeta Kesembuhan yang Fenomenal

Pada 13-15 Februari lalu, Benny Hinn mengadakan kebaktian kesembuhan di Kompleks Bandra Kurla, Mumbai. Pengunjung berdatangan dari berbagai daerah di India dan sejumlah negara lain. Pada kebaktian malam terakhir, jumlah pengunjung mencapai dua juta orang. Menurut Christian Broadcasting Network, itu merupakan kebaktian kesembuhan terbesar yang tercatat dalam sejarah.

Sejak 1990, Benny Hinn Ministries telah mengadakan ratusan Kebaktian Mukjizat di setiap kota besar di Amerika Serikat dan juga di Eropa, Amerika Latin, Asia dan Timur Tengah. Lahir di Israel tahun 1953 dari orang tua Yunani-Armenia, Benny dan keluarganya pindah ke Kanada tahun 1967. Ia dididik di sekolah Katholik di Israel. Melalui pelayanan Merv dan Merla Watson, Benny lahir kembali di Toronto.

Panggilan Pelayanan

Februari 1972, di tengah pengalaman lahir kembali tersebut, Benny Hinn mulai menyadari panggilan hidupnya. Ia melihat dirinya, di dalam suatu penglihatan, berkhotbah di depan sekian banyak orang.

Desember 1973, ia dan teman dekatnya, Jim Poynter, seorang pendeta Free Methodist, mengikuti kebaktian Kathryn Kulhman. Itulah pertama kalinya ia mendengarkan Kathryn berkhotbah. Ia merasa khotbah itu berbicara kepadanya secara pribadi, dan meneguhkan panggilan hidupnya.

Sekitar April 1974, ia mulai mengalami banyak penglihatan. Ia melihat ngarai yang luas dan dalam, dengan api neraka yang berkobar-kobar dan ribuan orang terlempar ke dalamnya. Tuhan berbicara kepadanya, agar memberitakan Injil. Untuk menolong jiwa-jiwa diselamatkan, Benny harus memberitakan tentang Roh Kudus.

Ia lalu mulai berbicara dalam sejumlah kebaktian. Pada Desember 1974, Stan dan Shirley Phillips mengundangnya untuk bersaksi di gereja mereka di Oshawa. Ia mencatat dalam jurnalnya bahwa hal itu adalah permulaan dari "pelayanan ini, yaitu pelayanan Roh Kudus."

Pada April 1975, foto Benny muncul di Toronto Star dalam iklan gereja Pentakosta tempatnya berkhotbah. Ayah dan ibunya, Costandi dan Clemence, melihat foto itu dan menghadiri kebaktian. Sesudah kebaktian, Benny membukakan kebenaran Alkitab kepada orang tuanya dan memimpin mereka kepada Tuhan.

Saat itu Benny mulai diundang oleh gereja-gereja di Toronto, di Kanada dan juga di Amerika Serikat. Dari sinilah pelayanannya mulai berkembang hingga mencapai taraf seperti yang berlangsung di Mumbai tadi.

Pasangan Hidup

Pada musim panas 1978, dalam penerbangan sepulang dari sebuah konferensi di Singapura, Benny bertemu dengan Roy Harthern, pendeta dari Winter Park, Florida. Mereka berkenalan, dan Roy menunjukkan kepada Benny foto-foto keluarganya. Ketika melihat foto putri Roy, Suzanne, Benny merasa ada suara dalam hatinya yang mengatakan, "Ia akan menjadi istrimu."

Roy memperkenalkan Benny pada Suzanne melalui telepon. Kemudian Benny diundang merayakan Natal bersamna-sama dengan keluarga Roy. Suzanne dan saudari-saudarinya diminta memperlakukan Benny seperti anggota keluarga. Ketika akhirnya ia bertemu dengan Suzanne, Benny mengenang, "Saya menatap matanya yang indah dan biru kehijau-hijauan, dan lutut saya terasa lemah."

Ketika seorang temannya melihatnya bersama Suzanne, ia berkomentar, "Benny, itu istrimu! Saat kalian masuk tadi ada urapan atas kalian berdua!"

Akhirnya Benny mendatangi Roy untuk mengutarakan keinginannya menikahi Suzanne. Ketika Roy menyetujuinya, Benny segera menemui Suzanne. Suzanne menerima lamarannya, dan mereka menikah pada 4 Agustus 1979.

Televisi dan Buku

Benny mengawali pelayanannya pada bulan Maret 1983 dengan mendirikan Orlando Christian Center. Paul dan Jan Crouch, pendiri Trinity Broadcasting Network, menyarankan, agar Benny merekam beberapa kebaktiannya di Gore Street Church di Orlando itu, dan mereka menyiarkannya dalam acara Praise the Lord. Sosok Benny Hinnn pun mulai dikenal secara luas di Amerika Serikat.

Kemudian pada 5 Maret 1990, pelayanan televisinya berdiri sendiri dengan nama Miracle Invasion. Acara ini menyiarkan kebaktian awalnya di Valley Cathedral di Phoenix, yang berkapasitas tempat duduk 4.000 orang. Kini acara tersebut dinamai This Is Your Day! dan disiarkan setiap hari. Program ini telah ditayangkan ke seluruh dunia dan membawa pengaruh yang luar biasa bagi banyak orang, terutama dalam hal kesembuhan.

Benny Hinn juga memiliki pengaruh besar pada "Holy Laughter Revival" di Toronto Airport Church, Kanada, pada tahun 1994. Gembala gereja itu, John Arnott, mengaku telah berdoa selama beberapa waktu untuk memohon lawatan Allah. Lawatan itu ia terima setelah didoakan oleh Benny Hinn.

Selain melalui pelayanan televisi, Benny Hinn juga dikenal melalui sejumlah buku yang ditulisnya. He Touched Me adalah otobiografi berdasarkan jurnal hariannya. Di situ ia mengisahkan perjumpaan dengan Roh Kudus yang mengubah kehidupannya. Ia juga menuturkan pertemuan dan pernikahannya dengan Suzanne, kekasih hidupnya. Selanjutnya, ia mengungkapkan secara blak-blakan kisah "di balik layar" dari pelayanan internasionalnya.

Bukunya yang paling terkenal bisa jadi adalah Selamat Pagi, Roh Kudus. Di Indonesia saja, terjemahan buku ini telah mengalami cetak ulang sebelas kali dengan oplah penjualan lebih dari 100.000 eksemplar. Di buku ini, Benny Hinn secara khusus menceritakan perjumpaan uniknya dengan Roh Kudus.

Buku-buku lain tulisannya, antara lain: The Blood, The Annointing, Walking in Divine Health, Strength for Today and Bright Hope for Tomorrow dan Miracle of Healing.

Mengundang Kontroversi

Selain banyak orang yang mengaku diberkati oleh pelayanannya, tidak kurang pula pihak-pihak yang melontarkan kritik tajam terhadap Benny Hinn. Kritik-kritik ini ada yang bersikap skeptis terhadap mukjizat-mukjizat yang berlangsung dalam kebaktiannya, ada pula yang menelaah doktrinnya yang dinilai mengarah pada bidat. Mereka mencatat pernyataan-pernyataan kontroversial Benny Hinn, seperti, "Dan karena Allah memberi Adam kekuasaan atas burung-burung, Adam tentu bisa terbang dan, pada kenyataannya, ia adalah seorang superman dan manusia pertama yang mencapai bulan."

Salah satu pengkritik yang menonjol adalah Christian Research Institute (CRI). Lembaga ini banyak mempertanyakan penafsiran Alkitab yang dilakukan Benny Hinn. Kelompok lainnya, Watchman Fellowship, mengamati pelayanan Benny sejak ia menyampaikan khotbah yang menyatakan bahwa Allah akan menghancurkan komunitas kaum homoseksual di Amerika sebelum tahun 1995.

Seorang teman dengan Benny Hin, Jack Hayford, mencoba menyampaikan perspektif yang seimbang. Ia menyatakan, "Saya sering ditanyai tentang pelayanan Benny Hinn. Saya mengenal Benny dengan sangat baik, dan kami memang sahabat dekat.... Karena gaya Benny yang flamboyan dan kepribadiannya yang unik, ia mengundang banyak celaan dari orang-orang yang tidak menyukai caranya.

Saya ingin menceritakan rahasia pelayanan Benny Hinn. Rahasianya bukan kuasa yang berlangsung dalam mukjizat-mukjizat. Rahasianya adalah caranya memimpin orang di dalam penyembahan di hadirat Tuhan dan mengarahkan mereka untuk datang kepada-Nya. Dan apa yang sering Anda lihat di televisi itu hanyalah bagian mukjizat dari kebaktiannya. Namun, 45 menit sampai satu jam sebelumnya, orang diajak untuk masuk ke dalam hadirat Allah. Karena di dalam hadirat Allahlah 'ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.' Dan Tuhan senang menyembuhkan orang."

Benny Hinn sendiri menanggapinya dengan pernyataan yang sama dengan yang dikatakan Kathryn Kuhlman saat menghadapi para pengkritiknya. Sambil tersenyum ia mengatakan bahwa kebenaran akan muncul sebagai kebenaran; ia tidak membutuhkan pembelaan.

Benny dan Suzanne Hinn memiliki empat orang anak -- Jessica (18), Tasha (16), Joshua (9) dan Eleasha (8). Mereka tinggal di California. ***

Kolaborasi dengan Sidik Nugroho, dari berbagai sumber. Dimuat di Bahana, November 2004.

2004 Denmas Marto

1