Dosa Yang Tidak Terampuni ?

Dosa Yang Tidak Terampuni


Dosa Yang TidakTerampuni

(Matius 12:22-32)

Biasanya ada tiga buah dosa yang dianggap oleh banyak  orang "awam" sebagai dosa yang tidak terampuni.

  1. Perzinahan

  2. Pembunuhan

  3. Dosa di masa lalu yang sudah tidak bisa lagi diselesaikan (misalnya dosa terhadap almarhum orang tua dll).

  4. Dan bagi orang Kristen ada satu dosa besar yang tidak mungkin diampuni yaitu "Menghujat Roh Kudus".

Tetapi benarkah demikian ?

 

BAB I - TIGA DOSA YANG TIDAK TERAMPUNI VERSI ORANG AWAM.

 

1. Perzinahan

Memang benar bahwa perzinahan adalah salah satu dosa terberat di muka bumi ini. Bahkan di jaman perjanjian lama, hukuman bagi pezinah adalah hukuman rajam, yaitu dilempari batu sampai mati (Imamat 20:10, Ulangan 22:22-24).

Tetapi bagaimana di jaman kasih karunia dan anugrah ini ?

Ternyata Tuhan kita Yesus Kristus berkata bahwa perzinahan sangat bisa diampuni.

Perhatikan insiden "Perempuan yang berzinah" seperti tercatat di Injil Yohanes 8:1-11. Disitu dikatakan barangsiapa yang tidak berdosa harus menjadi yang pertama melemparkan batu. Jadi siapakah yang seharusnya melemparkan batu untuk pertama kalinya ?

Yesus !!! Dialah satu - satunya manusia yang tidak pernah berbuat dosa. Tetapi Yesus TIDAK melemparkan sebuah batupun. Malah kataNya terhadap wanita yang didapati berzinah itu : "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang" (ayat 11).

Yesus mengampuni pejinah !!!

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

Lebih jauh di masa lalupun yaitu di jaman perjanjian lama, ada dua tokoh Alkitab yang Tuhan ampuni dari dosa perzinahan., bahkan setelah diampuni masih Tuhan pakai secara dahsyat :

a. Raja Daud.

  • - Merancang rencana untuk berjinah dengan istri Uria, bawahan setianya sendiri, sampai wanita itu mengandung.

  • - Merancang rencana untuk membunuh Uria sehingga bisa menikahi istri Uria itu secara sah. (ini tertulis di 2 Samuel pasal 11).

  • - Tidak merasa bersalah sampai akhirnya ditegur oleh nabi Natan (pasal 12).

 

Tetapi setelah ditegur oleh Nabi Natan, Daud lalu bertobat sungguh - sungguh, bahkan tidak berusaha menutupi kesalahannya malahan membuka kesalahannya lebar - lebar di depan semua orang dalam bentuk nyanyian (Mazmur 51) sehingga Tuhan mengampuni dosa Daud itu.

 

b. Simson.

  • - Suka main pelacur (Hakim - hakim 16:1)

  • - Suka berzinah dengan pacarnya yang adalah dari suku musuh Israel yang sedang dia perangi (ayat 4)

Tetapi juga setelah Simson mohon ampun pada Tuhan, Tuhan mengampuni Simson dan mendengar doa Simson (ayat28-30)

Jadi kita bisa melihat bahwa Tuhan mengampuni dosa perzinahan.

 

2. Dosa Pembunuhan

Dosa inipun dapat Tuhan ampuni. Misalnya dengan Daud tadi, yang membunuh Uria, bawahannya, agar dapat mengambil istrinya. Tetapi Tuhan ampuni. Contoh lain, Rasul Paulus adalah bekas pembunuh jemaat Tuhan, dan waktu membunuh malah merasa berbuat sesuatu kebaikan bagi Tuhan. Tetapi malah dipakai Tuhan dahsyat, tentu setelah diampuni oleh Tuhan Yesus (1 Timotius 1:12-16)

 

3. Dosa yang sudah tidak bisa dibereskan

Jenis dosa ini sebenarnya sama dengan jenis dosa lainnya, tetapi karena keadaan maka seakan-akan perasaan bersalah kita teramat besar dan tidak terampuni. Mis: kita pernah menyakiti seseorang di masa lalu, dan sekarang orang itu sudah meninggal sebelum kita sempat minta maaf. Dengan demikian kita tidak punya kesempatan untuk minta maaf lagi. Ini biasanya menimbulkan rasabersalah yang besar sekali.

Kita bisa melihat bahwa sesungguhnya bukan dosanya yang besar, tetapi rasa

bersalahnya. Jadi dosa ini  pasti bisa diampuni kalau kita minta ampun pada Tuhan.

Bagaimana dengan rasa bersalahnya?

Dengan percaya bahwa Yesus mampu dan mau menghapus dosa, kita juga harus percaya bahwa dosa itu telah diampuni dan hilang segera setelah kita minta ampun pada Tuhan.

Adapun janji-janji Tuhan akan pengampunan dosa akan kita bahas kemudian.

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

 

BAB II -  DOSA MENGHUJAT ROH KUDUS

 

Sebelum kita mulai, mari kita kembalikan perkara ini ke dalam konteksnya.

Injil Matius pasal 12:22-32 konteksnya adalah:

  • Yesus mengusir setan yang merasuk seseorang (ayat22)

  • Orang itu juga buta dan bisu, lalu juga Yesus sembuhkan (ayat 22)

  • Pada jaman itu, para imam dan ahli taurat (farisi) bisa mengusir setan tapi tidak bisa mengadakan mukjizat (perhatikan kisah orang yang buta sejak lahir di yohanes 9)

  • Orang-orang farisi melihat ini semua tetapi tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias, padahal orang-orang lain yang melihat langsung percaya (ayat23)

 

Maka saya bisa simpulkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan bagi orang untuk tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Meskipun demikian Yesus tetap memberikan 3 argumentasi yang tidak terbantahkan.

Argumen 1:

Yesus dituduh mengusir setan dengan kuasa setan sendiri. Argumen pertama Yesus adalah bahwa kerajaan yang terpecah-percah tidak bisa bertahan. Padahal dari jaman Adam dan Hawa sampai saat itu kerajaan iblis berkuasa atas manusia. Jadi tuduhan farisi itu tidak masuk akal (ayat 24-26).

Kalaupun benarYesus dari setan, untuk apa setan melepaskan tahanannya sendiri yang sudah tertangkap? Mungkin ada yang menjawab:"Untuk menipu orang supaya orang berpikir setan itu baik!", seperti kasus dukun di jaman sekarang. Tetapi ini pun tidak masuk akal, karena Yesus ada di situ untuk memuliakan nama Allah, sedangkan setan tidak akan memakai atau meminjamkan kuasanya untuk memuliakan nama Allah! Dengan begitu  tidak mungkin Yesus memakai kuasa Beelzebul!

Bagaimanapun tidak masuk akal setan melepaskan seseorang yang sudah setan miliki. Ini samadengan gol bunuh diri, karena yang Yesus muliakan selalu Bapa dan bukan namanya sendiri. Jadi tuduhan orang farisi ini super tidak masuk akal dan dibuat-buat.

Argumen 2:

Para orang farisi (imam) dapat mengusir setan juga. Bahkan murid-murid orang farisi juga bisa. Maka apabila Yesus mengusir setan dan orang farisi juga mengusir setan, maka ada kemungkinan kedua belah pihak sama - sama menggunakan kuasa setan. Ini adalah statement yang sebenarnya menjebak orang farisi sendiri, karena bila benar Yesus mengusir setan dengan kuasa setan maka ada kemungkinan murid - murid orang farisi juga melakukannya dengan kuasa setan. 

Tentu saja murid - murid itu berkata bahwa mereka mengusir setan dengan kuasa Allah, tetapi itu kembali juga berarti bahwa orang farisi harus mengakui perkataan Yesus bahwa Dia juga mengusir setan dengan kuasa Allah adalah benar.

Jadi tuduhan ini juga sama tidak mendasarnya. (ayat 27 - 28)

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

Argumen 3:

Dari ayat 29 dikatakan bahwa Yesus membebaskan tahanan dengan cara mengikat penjaga rumah itu terlebih dahulu. Bila orang yang kerasukan setan itu adalah

tahanan, maka tentu saja berarti rumah itu dijaga oleh Setan. Yesus berkata bahwa Dia lebih berkuasa dari setan. Ini sama dengan Yesus berkata secara gamblang dan seharusnya dimengerti oleh orang - orang farisi yang konon pandai - pandai itu bahwa YESUS MENGAKUI DIRINYA ALLAH. 

Jadi jelas bukan mengusir setan dengan kuasa setan tapi dengan kuasaNya sendiri sebagai Allah.

Juga di ayat ke 30 Yesus berkata bahwa yang tidak mengumpulkan bersama dengan Yesus mencerai - beraikan.

Perhatikan beda kedua orang ini:

  • Yohanes Pembaptis mengumpulkan massa, tetapi mengenali Yesus bahkan menyerahkan para pengikutnya untuk mengikuti Yesus.

  • Orang - orang farisi juga mengumpulkan massa tetapi untuk hormat dan kemuliaan mereka sendiri, bahkan menghalangi orang - orang untuk datang apalagi untuk mengikuti Yesus.

Ini adalah teguran kepada para orang farisi bahwa mereka sebenarnya bukan mengumpulkan umat untuk Tuhan tetapi justru menjauhkan umat dari Tuhan.

Jadi sebenarnya sudah tidak ada lagi alasan bagi orang - orang Farisi untuk mengatakan Yesus bukan Tuhan karena mereka telah melihat sendiri tanda - tanda ajaib Yesus; mereka juga telah mendengar sendiri argumen - argumen Yesus yang tidak terbantahkan. Tetapi pada akhrnya mereka memilih untuk bukan hanya tidak percaya, melainkan dengan kesadaran penuh menuduh semua kerja Roh Allah yang dilakukan Yesus adalah kerja Belzebul atau Iblis sendiri!

Oleh karena kedegilan mereka yang sudah diluar batas itulah Yesus memvonis bahwa dosa mereka adalah menghujat Roh Kudus dan tidak akan diampuni di masa itu maupun disemua masa (in all ages).

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

### Pertanyaannya adalah, bisakah kita di jaman sekarang ini menghujat Roh Kudus? ###

Jawabannya adalah TIDAK !!!

Alasannya :

  1. Hanya kepada gerombolan Farisi inilah Yesus pernah berkata bahwa dosa mereka tidak akan bisa diampuni. Tidak pernah Yesus mengatakan ini kepada orang lain atau gerombolan Farisi lainnya.

  2. Tuhan Yesus tidak lagi berjalan di tengah - tengah kita sebagai 100% Allah dan 100% manusia. Oleh karena itu kita tidak lagi bisa merasakan hadirat Allah yang demikian nyata. Untuk membedakan hadirat Allah di jaman itu dengan di jaman kita ini, Allah hadir dalam bentuk fisik Yesus sehingga berargumentasi dengan Yesus akan langsung dijawab saat itu juga, di dalam hikmat Tuhan yang luar biasa. Sementara pada saat ini tidak ada satu orang hamba Tuhan sekalipun yang bisa menjamin dirinya tidak pernah salah mendengar suara Tuhan. Orang - orang Farisi dalam kasus ini juga merasakan hadirat Roh Allah dalam diri Yesus tetapi menolak untuk percaya bahkan menuduh Roh itu sebagai Belzebul.

  3. Semua tanda mujizat di jaman ini bisa ditiru oleh sihir ataupun oleh teknologi. Sedangkan pada jaman Yesus kuasa setan dan teknologi sangat terbatas. Para orang farisi sendiri mengakui bahwa belum pernah ada dalam sejarah mereka waktu itu seseorang yang demikian berkuasanya dalam mengadakan mujizat. Maksud saya adalah bahwa pada jaman ini anda perlu iman untuk percaya sebuah mujizat adalah dari Tuhan sedangkan pada kasus ini, orang - orang farisi sebenarnya tidak punya pilihan lain kecuali untuk percaya.  

Jadi berhubung keadaan seperti ini tidak bisa diproduksi ulang secara akurat dan kontekstual maka kita harus menyimpulkan bahwa tidak ada seorangpun di jaman ini yang mampu menghujat Roh Kudus. Kita hanya bisa menilai Roh Kudus secara keliru karena ketidaktahuan kita, bukan karena dengan kesadaran penuh menghujat Roh Kudus seperti yang dilakukan orang Farisi pada kasus ini. 

Oleh karena itu pula kita harus menyimpulkan bahwa:

DI ZAMAN KASIH KARUNIA INI TIDAK ADA LAGI DOSA YANG TIDAK BISA DIAMPUNI !!!

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

 

BAB III -   DOSA TERBERAT DI DUNIA

Sebenarnya masih ada satu jenis dosa lagi yang oleh banyak orang dianggap sebagai dosa terberat di dunia yang tidak bisa diampuni, yaitu membunuh Yesus Kristus, Mesias, Tuhan, Anak Allah. Bahkan di beberapa aliran gereja terutama di Eropa, para saudara kita dari bangsa Yahudi yang sudah bertobat dan lahir baru ditolak untuk berbakti di gereja - gereja tersebut.

Dasar Alkitab dari keputusan itu diambil dari Injil Matius 27:25 dimana atas permintaan oran Yahudi sendiri, dosa pembunuhan Yesus ditanggung kepada mereka dan anak cucu mereka. Jadi menurut aliran-aliran atau sekte-sekte Kristen tersebut, adalah kewajiban mereka dan gereja pada umumnya untuk meneruskan tradisi itu bahwa orang-orang Yahudi tidak bisa diampuni dosanya atas pembunuhan Kristus.

Tetapi apa kata Tuhan Yesus sendiri ?

Dia berkata "Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Matius 23:24). Jadi bahkan dosa ini pun dapat diampuni.

BAB IV -  KESIMPULAN MENGENAI DOSA

Oleh karena semua bukti ini, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa:

Di atas muka bumi ini tidak lagi ada satu dosapun, bahkan dosa bunuh diri sekalipun yang tidak bisa diampuni oleh Tuhan Yesus Kristus.

Karena sesuai dengan janji Tuhan di 1 Yoh 1:9 yang berbunyi:

"Jika  kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Perhatikan bahwa tidak disebutkan "kecuali dosa ini itu". Darah Yesus sanggup mengampuni semua jenis dosa. Mengatakan bahwa ada suatu jenis dosa tertentu yang tidak bisa diampuni adalah suatu penghinaan terhadap kuasa darah Yesus.

HALLELUYA!

Ampunan Allah bagi kita sempurna dan kekal dalam Kristus Yesus! Amin!!!

 

BAB V - KESELAMATAN JUGA KEKAL?

Setelah kita belajar dan mengerti bahwa semua dosa bisa dicampuri, maka ada satu topik lagi yang biasanya ditanyakan, yaitu

"Apakah keselamatan kita bisa hilang, atau tidak?"

"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan lagi karena semua dosa toh bisa diampuni cukup dengan minta ampun pada Tuhan? "

Dengan ini saya ingin menegaskan bahwa dalam "HUBUNGANNYA DENGAN DOSA", maka memang benar bahwa:

A. SIFAT KESELAMATAN SEBAGAI HADIAH MENJADIKANNYA KEKAL.

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

Bahwa tidak ada sebuah dosapun yang dapat mengakibatkan kehilangan keselamatan, karena perlu diingat bahwa:

A.1. Keselamatan adalah pemberian Allah yang cuma-cuma dan bukan karena hasil kerja kita.

Efesus 2:8-9

"Sebab oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

A.2. Diperoleh karena iman percaya kita kepada Yesus Kristus

- Yoh 3:16

- Roma 10:9-10  "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan."

A.3. Keselamatan dari Yesus bersifat sempurna (Ibrani 7:25)

"Karena itu Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia (Yesus) datang kepadaAllah."

Oleh karena itu, maka yang diperlukan orang untukselamat adalah cukup dengan;

"Percaya dan menjadikan Yesus sebagai satu-satunya (bukan salah satu) Tuhan dan juru selamat pribadi." 

Maka bila ada yang dengan sengaja dan terus-menerus berbuat dosa (perhatikan kata sengaja dan terus-menerus), maka pasti orang itu belum menjadikan Yesus sebagai Tuhan (majikan)-nya, karena berarti masih hidup sesuka hatinya. Tetapi bagi yang sungguh bertekad untuk tidak berbuat dosa dengan sengaja (arti dosa = berontak pada Allah), maka selalu ada ampunanbagi dia saat dia berdosa. 

Hal ini juga diperkuat dengan pengangkatan kita sebagai "anak-anak Allah" (injil Yoh 1:12-13), maka hubungan umat yang percaya pada Yesus dengan Tuhan mereka bukan hanya hubungan majikan-hamba, atau Tuhan-umat, melainkan hubungan "darah" yang tidak terikat pada "aturan keanggotaan" yang kaku. Inilah unsur "kasih karunia" seperti tersebut di atas, bahwa keselamatan adalah pemberian Allah karena kasihNya dan bukan dari kerja apapun. 

Perhatikan kasih Allah yang tidak terpadamkan (Roma 8:38-39),  (Galatia 4:6)

Jadi selama seseorang masih menganggap Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya, selama itu pula, tidak perduli dosa apapun yang dibuatnya, ia tetap dijamin selamat dari murka Allah, yaitu api neraka.(Roma 5:9-10)

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

B. MENGERJAKAN KESELAMATAN TIDAK ADA HUBUNGANNYA KEBERADAAN KESELAMATAN ITU SENDIRI 

Ada sebuah ayat yang seringkali dipakai untuk menunjukkan bahwa keselamatan bisa hilang, yaitu bila kita tidak "mengerjakan keselamatan" kita masing-masing, dalam arti tidak melakukan "kegiatan Kristen". Tetapi ada hal yang saya perhatikan, yaitu:

  1. Hamba-hamba Tuhan dan jemaat yang menggunakan Alkitab berbahasa asing tidak pernah mempersoalkan hal ini (mis: Jack Hayford, Charles Stanley, dll)

  2. Sebaliknya  gereja-gereja di Indonesia kerap meributkan hal ini.  

Maka saya simpulkan bahwa telah terjadi KETIDAK-AKURATAN PENERJEMAHAN dari bahasa aslinya kebahasa Indonesia.

Beginilah bunyi ayat-ayat ini dalam bahasa Indonesia :

"Hai, saudara-saudaraku yang terkasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU DENGAN TAKUT DAN GEMETAR, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurutkerelaanNya." (Filipi 2:12-13)

Kata "takut dan gemetar" pada terjemahan bahasa Indonesia memberikan kesan bahwa bila keselamatan tidak "dikerjakan" maka akan hilang, padahal keadaan paling parah yang ditimbulkan jika kita tidak "mengerjakan keselamatan" yang disebutkan oleh Rasul Paulus di seluruh konteks ini (ayat 12-17) adalah: aib, noda, dan cela (ayat 15), dan sama sekali bukan "api neraka", atau kata-kata lain dengan artikehilangan jaminan keselamatan.

Tetapi mari kita lihat di AMPLIFIED BIBLE untuk memperjelas ayat-ayat ini sesuai dengan teks aslinya (Yunani). Secara konstekstual, menurut terjemahan oleh Marvin Vincent dalam bukunya "Word Studies" dan ALexander Souter menurut bukunya "Lexicon of the Greek New Testament", ayat pada Filipi 2:12-13 tersebut berbunyi:

"Therefore my dear ones, as you have always obeyed my suggestions, so now - not only with enthusiasm you would show in my presence but much more because I am absent -, work out, cultivate, carry out the goal and fully complete your own salvation with reverence, awe and self-distrust and seriuos caution, tenderness in consience, watchfulness against temptation, timidly shrinking from whatever might offend God and discreditthe name of Christ. Not in your own strength, for it is God Who is all the while effectually at work in you that is energizing and creating in you the power and desire both to will and to work for his good pleasure and satisfaction and delight."

atau bila saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi:

"Oleh karena itu kekasih-kekasihku, sama seperti biasanya dimana kalian selalu menaati saran-saranku, sekarang, bukan hanya dengan tingkat semangat yang sama seperti waktu aku ada bersama dengan kalian, tetapi lebih lagi karena aku tidak bersama kalian. Bekerjalah, tumbuhkan, bawa sampai garis akhir dan tunaikan misi keselamatanmu dengan rasa hormat, kagum, dan dengan penuh ketidakpercayaan pada diri sendiri, pikiran yang lembut, berjaga terhadap godaan, menjauh dari apapun yang bisa menyakiti hati Tuhan dan menjelekkan nama Kristus. Bukan dengan kekuatanmu sendiri karena sebenarnya Tuhan sendirilah yang bekerja di dalam kalian yang memberi kemampuan dan menciptakan di dalam kamu kekuatan dan kerinduan, baik untuk berkemauan dan untuk melaksanakan, dan untuk menyenangkan dan memuaskan Allah."

[Ini adalah artikel "Dosa Yang Tidak Terampuni" oleh Ev. Ade Sugeng Wiguno. (codcomol@yahoo.com) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]

Jadi di sini Paulus mengingatkan untuk:

  1. Bekerja terus untuk mencapai misi keselamatan kita masing-masing yaitu GARIS AKHIR yang sudah Allah tentukan dalam setiap hidup kita (2 Tim 4:7). Inilah yang dimaksud Rasul Paulus dengan "mengerjakan keselamatan"!

  2. Takut dan gemetar BUKAN karena ancaman kehilangan keselamatan tapi lebih pada fakta kebaikan Tuhan, yang MENJAMIN kita mampu, sekalipun kita sebenarnya tidak mampu, yaitu dengan cara: Allah sendirilah yang akan memampukan kita (lihat Yesaya 26:12)

Jadi ayat-ayat mengenai mengerjakan keselamatan SAMA SEKALI BUKAN petunjuk bahwa keselamatan bisa hilang, bahkan sebaliknya adalah janji Tuhan bahwa bukan karena kekuatan dan kerja kita tetapi oleh karena Tuhan-lah maka kita akan dapat mencapar "garis akhir" atau misi keselamatan kita, yaitu cara-cara hidup kita yang menyenangkan Allah selama kita masih hidup di dunia ini, yang tentunya unik dan berbeda satu sama lainnya, pribadi lepas pribadi.

Juga ayat-ayat lain mengenai "usaha manusia" seperti 2 Pet 3"14 atau Ibrani 12:14 perlu diperhatikan: TIDAK PERNAH BERHUBUNGAN DENGAN KEHILANGAN KESELAMATAN.

 

KESELAMATAN BAB VI - KESIMPULAN AKHIR

Melalui ayat-ayat Alkitab yang sudah kita pelajari, maka jelas bahwa jaminan keselamatan dan ampunan dosa disediakan bagi semua yang percaya kepada Yesus Kristus Tuhan. Jaminan yang kekal dan tidak dapat hilang oleh apapun juga!

Sudahkah Anda memiliki jaminan ini? Terimalah Yesus Kristus menjadi Tuhan dan juruselamat pribadi Anda sekarang juga!!

 

In Him, 

Ev. Ade Sugeng Wiguno

Adm. of Malachi Ministries

 

* Dari berbagai sumber, antara lain "Jaminan Keselamatan" oleh Pnt. Ir. Eddy Leo M.Th, "Unforgivable Sin" oleh Rev. Charles Stanley, "Perbuatan Baik" oleh Pdt. Erastus Sabdono M.Th, dan beberapa sumber lainnya.

 

[Firman Tuhan dari Alkitab versi Lembaga Alkitab Indonesia Terjemahan Baru yang tersedia dari software Sabda, The Amplified Bible Expanded Edition terbitan Zondervan, Alkitab Bahasa Yunani dan Ibrani dari Strong's Exhaustive Concordance yang tersedia dari software Quickverse v.6 terbitan Parsons' Technology.]

Kembali ke Halaman Utama

Return to Main Page

About Galaxy WEBAdvertising Info Submit a Page
2000 Galaxy M:318

1