Pelayanan Maleakhi

Pelayanan Maleakhi


Pelayanan Maleakhi

Selama saya mendapatkan pewahyuan dari Maleakhi 4:6, belum pernah ada satupun kelompok atau gereja yang menanggapi Firman itu sampai berani memberi nama Club Maleakhi

Saya percaya bahwa Internet adalah sarana mutakhir yang Tuhan berikan kepada gereja untuk memberitakan Injil tanpa batas, tanpa ijin, tanpa rintangan, tanpa hambatan karena di Internet semua orang punya hak untuk menyatakan ide - idenya. Hal ini sangat menyenangkan hati Tuhan. Jadi saya percaya betul pelayanan ini Tuhan berkati dan selama berjalan di dalam jalur Tuhan pasti akan mencapai kemuliaan yang Tuhan sediakan itu. 

Saya percaya respon pertama ketika orang mendengar nama "Club Maleakhi" adalah "Maleakhi ? Bukankah itu identik dengan perpuluhan ?". Karena itu kalau Nabi Maleakhi masih hidup sekarang tentu akan protes kepada banyak gereja. Karena kitab Maleakhi berbicara tentang perpuluhan justru sedikit sekali. Tetapi berbicara soal pemulihan generasi sangat banyak. Banyak orang memakai nama "Generasi Yosua" tetapi kenapa harus Maleakhi ? Oleh karena itu mari kita lihat sejenak kebenaran ini. 

Maleakhi 4:5-6
5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 
6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. 

Saudara perhatikan bahwa sebelum kedatangan hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu, Tuhan akan mengutus Nabi Elia (ayat 5). Jadi, pelayanan Nabi Elia punya kekhususan. Mari kita ganti kata "IA" di ayat 6 dengan kata "pelayanan" sesuai dengan Firman Tuhan di ayat 5 tentang pelayanan Nabi Elia.

"Maka pelayanan itu akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. " (Maleakhi 4:6)

September tahun 1984 ketika saya mendengar firman Tuhan ini saya tidak akan tertarik bila tidak ada kalimat terakhir di ayat 6 itu, yaitu sebuah ancaman yang cukup serius "Aku datang memukul bumi sehingga musnah". Di samping ancaman ini, kitab ini adalah kitab terakhir sebelum Tuhan mengadakan terobosan di dalam kasih karunia. 

Di dalam pemikiran saya, bila Tuhan akan mengadakan terobosan yaitu sebuah pelayanan baru yang bentuknya kasih karunia berdasarkan kasih tanpa batas, seharusnya Kitab Maleakhi akan ditutup dengan Firman yang menyiapkan tentang segala sesuatu yang akan diperbuat Yesus. Ternyata tidak ada satupun kalimat yang bercerita bagaimana Yesus datang, masa depan gereja dll. Tetapi ternyata "cuma", saya pakai istilah ini, "hanya" membuat hati bapa - bapa kepada anak - anaknya, hati anak - anak kepada bapa - bapanya. Sekali lagi pemikiran manusia saya, apa hebatnya ? Apa istimewanya ? Tetapi ancamannya "supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah". Saudara, ini yang mengagetkan.

Saya ingat betul hari itu, September 1984. Di dalam banyak pewahyuan Tuhan, saya belum pernah menerima pewahyuan yang membuat saya tersungkur, bukan hanya berlutut, tetapi muka saya saya letakkan di lantai dan saya meraung, menangis. 

Ketika saya bertanya, "Tuhan apakah Engkau sekejam itu ? Hanya karena gereja tidak sanggup membuat hati bapak kembali ke anak maka engkau akan datang tetapi untuk memukul bumi hingga musnah. Ada apa di balik itu semua?"

Lalu dengan lembut Roh Kudus berbicara, Firman apa yang Tuhan pakai untuk memulai Perjanjian Baru ?

Jarak dari kematian Maleakhi sampai mulainya Zakaria ayah Yohanes Pembaptis bertugas menurut catatan bangsa Yahudi, jadi satu lembar kosong di Alkitab itu, berjarak 400 tahun. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel sebagai bangsa, baru satu kali itu saja Tuhan tidak berbicara sampai sedemikian lama. 

Perjanjian baru dimulai dengan Injil Lukas menurut perhitungan para theolog. Dan di dalam Injil Lukas 1:17 tertulis :

17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian (PELAYANAN ITU) menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

Setelah saya bandingkan ayat ini dengan di Kitab Maleakhi 4:6, maka jelas setelah 400 tahun DIA diam, kata terakhir yang DIA ucapkan adalah Kata pertama yang DIA ucapkan. DIA menyimpan ini selama 400 tahun. 

Bila misalnya saya berbuat salah dan tidak mau mendengarkan nasehat ayah saya, maka biasanya ayah saya akan berbicara keras dan diam dan tidak mau berbicara lagi sampai beberapa hari tergantung sampai dimana emosi beliau mulai reda. Bila perkataan terakhir beliau itu penting, maka biasanya hal pertama yang beliau katakan adalah kalimat terakhir sebelum beliau berhenti berbicara.

Itu yang saya temukan !

Di Injil Lukas 1:17 dituliskan bahwa anak - anak yang tidak punya figur bapak disebut Generasi Pendurhaka

Pendurhaka di Alkitab dipakai juga di II Tesalonika 2 :8, untuk menyebutkan Iblis
Dan ternyata Setan paling cepat merebut generasi ini, generasi tanpa figur bapak.

Dan di kalimat keempat, berubah. Bila pada kalimat ketiga berupa ancaman, di kalimat keempat di Injil Lukas, Bapa kita melunak. "Menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya".

Karena hadirnya pelayanan baru, yaitu pelayanan Nabi Elia, Tuhan tidak jadi memukul bumi hingga musnah, tetapi sebaliknya mempersiapkan umat yang layak bagi TUHAN. 

Karya Yesus memutar-balikkan hukuman menjadi kasih karunia. 

Oleh karena itu, sementara mata saya masih berat akibat menangis terlalu lama, saya berjanji kepada Tuhan bahwa saya akan mengambil pelayanan ini. Dan sungguh saudara, Tuhan bekerja sampai hari ini.

Mazmur 127:4 adalah ayat pegangan saya. "Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda." Jadi julukan saya adalah pendidik dan pembidik. Alamat email saya adalah pendidik_pembidik@hotmail.com . Dan memang Tuhan percayakan kepada saya ribuan anak - anak untuk saya didik dan bidik.

Saya mencari jawaban cukup lama, mengapa banyak orang tua yang hidupnya disakiti oleh anak - anaknya sendiri. Bahkan ada yang sampai mati karena kelakuan anak - anaknya. Ternyata ini jawabannya. Seharusnya orang tua adalah pahlawan untuk anak - anaknya. Ternyata banyak yang tidak bisa. Setiap anak sejak kecil pasti punya idola atau jagoan. Sayang, karena Setan merusak figur yang penting ini, maka hancurlah anak - anak. Jadi mengapa anak menyakiti hati orang tuanya ? Ketika Setan melihat ada banyak anak - anak panah berceceran, Setan yang adalah pembidik handal menurut Efesus pasal 6, lalu mencari orang tua anak - anak itu, dan dibidikkan sendiri ke "pahlawan - pahlawan" tanpa arah ini. Sejak itu saya bertekad mengumpulkan anak - anak panah itu, baik di Indonesia maupun di banyak negara.

Jadi semua anggota Club Maleakhi, dengan Internet yang begitu canggih, yang begitu "murah" biayanya, pakailah untuk memuliakan Tuhan. Gunakan sarana ini, gunakan teknologi untuk memuliakan Papa-mu yang di surga, menyatakan Yesus sampai ke seluruh dunia. 

Saya kagum akan pelayanan ini. Mari, pada akhir jaman sebelum Tuhan Yesus datang, kita kembangkan. Kembangkan, bagi kemuliaan nama Tuhan. 


Pdt. Daniel Alexander - Disampaikan pada KKR Ada Apa Dengan Kita (30 April 2002)

1