Gitar Klasik Indonesia

PROFIL GITARIS KLASIK INDONESIA


Dikumpulkan dan diedit oleh: Gugun http://www.gitar-gugun.tk
Sumber: artikel koran, internet, milis, booklet konser, buku dll.
Disusun pada tanggal 14 Februari 2006
Revisi terakhir pada 27 tanggal Maret 2006



ANDRE INDRAWAN HALIM

Lahir di Bandung. Belajar pada gitaris Belanda Jos Bredie, John Legoh, Iqbal Taher dan Iwan Irawan. Masuk Akademi Musik Indonesia (sekarang Jurusan Musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta) pada tahun 1981 lulus pada tahun 1986. Tahun 1994 menyelesaikan studi Master dalam bidang ilmu-ilmu Humaniora dengan minat kajian etnomusikologi di UGM dengan predikat Cum-Laude. Tahun 2000 mendapat gelar Master of Music di bidang teaching and performance dari The University of Melbourne Australia. Tahun 1997 Meraih kualifikasi performance tertinggi di bidang gitar klasik dari Yamaha Music Foundation dan diploma Licentiate in Music Australia (LMusA) dari AMEB.
Prestasinya antara lain juara 1 kompetisi gitar klasik se-Jawa Barat (1976), Festival Gitar Indonesia di Jakarta (1977 dan 1995), Surabaya (1978) dan 2nd South East asian Guitar Festival di Bangkok Thailand (1978)
Debutnya pertama dilakukan di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Ia merupakan gitaris Indonesia pertama yang menampilkan Concierto de Aranjuez bersama Nusantara Chamber Orchestra di Hotel Hilton Jakarta tahun 1991. Tahun 1999 pernah menampilkan recitalnya di Gryphon Gallery dan Melba Hall, The University of Melbourne. Tahun 1996 bersama Rahmat Raharjo membentuk Yogyakarta Guitar Duo.
Menjadi dosen gitar di Institut Seni Indonesia dan pengajar di YMI.

RAHMAT RAHARJO

Lahir di Ambon tahun 1974. Belajar gitar klasik sejak usia 12 tahun di YMI Yogyakarta. Guru gitar pertamanya adalah M. Nasrun. Setamat SMA belajar pada Andre Indrawan di Institut Seni Indonesia dengan minat utama musikologi. Tahun 1999 memperoleh diploma Licentiate in Music Australia dari Australian Music Examination Boards (AMEB). Karena menang pada Spanish Guitar Awards tahun 2001 ia mendapat beasiswa untuk belajar gitar pada Josep Henriquez di Granollers Conservatory of Music, Barcelona, Spanyol. Beberapa kali menjadi solis dari ISI Symphony Orchestra. Bersama Anton Asmonodento, Dhany Soesanto dan Setyobudi R. Situmorang membentuk Jawadwipa Guitar Ensemble. Bersama Andre Indrawan membentuk Yogyakarta Guitar Duo. Prestasinya antara lain tiga kali Grand Prize (1992, 1996, 1999) pada Festival Gitar Indonesia dan empat kali juara 2 pada fesival yang sama (1990, 1994, 1995, dan 1997). Juara 1 Spanish Guitar Awards tahun 2001 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.
Menjadi dosen gitar di Institut Seni Indonesia dan pengajar di YMI.

JUBING KRISTIANTO

Lahir di Semarang 9 April 1966. Belajar gitar pertama dari orang tuanya. Usia 15 tahun belajar pada Hartono Lukito. Menjadi juara Festival Gitar Yamaha Indonesia sebanyak 4 kali (1987, 1992, 1994, dan 1995). Meraih Distinguished Award Yamaha South East Asian Guitar Festival 1984 di Hongkong. Jubing adalah lulusan Jurusan Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Sebelum memutuskan menjadi gitaris profesional pada bulan Juli 2003, dia bekerja sebagai reporter dan editor Tabloid NOVA. Sebelumnya, tahun 2001 ia ikut mendirikan kelompok Gitaris Kantoran.
Kini ia adalah pengajar dan penguji gitar di Yayasan Musik Indonesia. Sejak tahun 2004 menjadi penguji tamu bidang gitar di Yayasan Pendidikan Musik. Sebagai gitaris, Jubing bergabung dalam Kwartet Punakawan bersama pianis Jaya Suprana, bassis Heru Kusnadi dan perkusionis Junaedi Musliman. Ia juga terlibat dalam penggarapan album maupun pementasan musikalisasi puisi Sapardi Joko Damono oleh kelompok Dua Ibu bersama gitaris Umar Muslim.
Komposisi dan aransemen gitar karya Jubing sebagian ditampilkan di www.oocities.com/jubing. Salah satunya, “Capuccino Rumba”, dimuat di majalah gitar Amerika Serikat "Soundboard" edisi XXVII No 1 Tahun 2000. Oktober 2005 kamus gitar yang ia susun diterbitkan PT Gramedia dengan judul “Gitarpedia”.

GITARIS KANTORAN

Julukan yang diberikan wartawan Kompas dalam tulisan tentang sekelompok pegawai kantor yang hobi main gitar dan kemudian mengorganisir sendiri konser mereka pada tahun 2001. Mereka adalah Jubing Kristianto, Daniel Tjahja, Erfan Suryobuwono, Iwan Susanto, dan Rudi Hamid.

SUDIRMAN LEMAN

Sudirman Leman mulai belajar musik pada usia 10 tahun di Yayasan Pendidikan Musik. Pendidikan lanjutannya dilakukan di Universitas Musik dan Seni Drama, Graz, Austria, di bawah bimbingan Prof Dr Leo Witoszynskyj. Witoszynskyj sendiri pernah jadi murid gitaris legendaris Andres Segovia dan Luise Walker. Pada bulan Juni tahun 2000 ia menyelesaikan program Mastef of Arts-nya.
David Russel dari Inggris, sempat mengatakan tentang Sudirman, "Ada musik yang mengalir dari jemarinya, satu seni yang halus..."

IWAN TANZIL

Lahir tahun 1963. Ia mulai bermain  gitar pada umur 14 tahun. Guru-gurunya di Indonesia antara lain Johny Legoh dan Rainer Wildt. Selesai SMA tahun 1983, ia melanjutkan studi musik di Hochschule der Kuenste Berlin ( Sekolah Tinggi Seni Berlin) di bawah  bimbingan Mariangeles Sanchez Benimeli (murid Andres Segovia dan Emilio Pujol), kemudian pada Prof. Martin Rennert.
Selama belajar dia aktif mengikuti masterclass dari gitaris-gitaris top dunia antara lain Javier Hinojosa (spesialis musik Renaisans dan Barok), Vladimir Mikulka, Angelo Gilardino, Roberto Aussell, dan Manuel Barrueco.
Tahun 1988 ia menyelesaikan studinya di bidang Concertguitar dan melanjutkannya ke jenjang "Kuenstlerische Reifeprüfung" (Ujian kematangan seorang artis / Concert Diploma) yg diselesaikan tahun 1991. Keduanya lulus dengan pujian (with Honour).
Tahun 1989, dalam  usia 26 tahun ia menjuarai kompetisi gitar international Concorso Internazionale La Conquista della Chitarra Classica di Milano, Italia. Sejak itu ia aktif konser berkeliling Jerman, Polandia, Italia, Spanyol, Korea Selatan, Jerman, dan juga Indonesia. Di konsernya ia juga memainkan musik Renaisans dan Barok dengan menggunakan instrumen aslinya seperti vihuela dan gitar Barok/Renaisans. Ia telah membuat 5 CD, di antaranya album karya komplet Heitor Villa-lobos.
Pujian untuk konser dan rekamannya mengalir dari dari majalah Gitarre und  Laute (Jerman dan edisi Jepang), Classical Guitar London (Inggris), Les Cahier de la Musigue (Perancis), Guitar Aktuel (Jerman), Seicorde (Italia), juga dari berbagai kritikus musik di surat-surat kabar di banyak negara Eropa, Afrika, dan Asia.
Sebagai gitaris konser, Tanzil bekerja sama dengan banyak komposer terkenal seperti: Nikita Koshkin (Rusia), Bredemeyer , Von Schweinitz, Stahmer (Jerman ), Carlo Domeniconi (Italia), Jaime M. Zenamon (Brazil), Il Ryun Chung (Korea), dan masih banyak lagi. Dari kerja sama ini lahir berbagai karya untuk gitar yang khusus ditulis (dedication) untuknya. Tanzil juga menjabat sebagai editor di perusahaan penerbitan musik terkemuka Edition Margaux /Verlag Neue Musik (Berlin), AMA Verlag (Brühl), dan Musik Verlag Vogt und Fritz  (Schweinfurt).

ANTON ASMONODENTO

Lahir 9 juni 1974. Belajar gitar pada Setyobudi R. Situmorang, Rahmat Raharjo dan andre Indrawan. Lulusan Teknik Arsitektur dan Magister Management Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tahun 1999 menyelesaikan Guitar Performing Grade VIII dan Music Theory Grade V Australian Music Examination Boards. Finalis Spanish Guitar awards 2001 di Jakarta.Personel Jawadwipa Guitar Ensemble. Pengajar gitar di Wisma Musik Amabile Yogyakarta.

SENO AJI C. NUGROHO

Belajar gitar di Institut Seni Indonesia Yogyakarta sejak 1995 pada Royke Bobby Koapaha. Finalis Singapore International Guitar Festival.

RIDWAN B. TJIPTAHARJA

Belajar gitar pada John Korompis, Lukman dan Khrisnan Mohammad di Bandung. Juara Yamaha Festival Gitar Indonesia tahun 1997.

ROYKE BOBBY KOAPAHA

Belajar gitar usia 12 tahun pada Ance Pareira, Iwan Irawan lalu J.A.W Bredie. Juara Yamaha Festival Gitar Indonesia Senior tahun 1979. Juara Yamaha South East Asian Guitar Festival di Hongkong tahun 1979 dan tahun 1980 di Singapura.
Ia merupakan komposer, illustrator musik film, arranger segala jenis musik, pemain gitar dan pengajar. Memainkan segala jenis musik serta juga memainkan gitar elektrik.

MICHAEL GAN

Belajar di Hoch Schulle fur Musik und Darstellende Kunst, Hamburg, dibawah bimbingan Prof. Eike Funk.

RONNY IRIANTO (Ronny M. Hadji)

Pendiri Opus 98.

IQBAL THAHIR

Pengajar gitar. Berguru kepada Jean Pierre Jumez. Menulis artikel musik. Menulis buku metode gitar klasik.

ARTHUR SAHELANGI

Kepala instruktur gitar YMI.

KAYE A. SOLAPUNG

Lahir pada 26 Februari 1946 di Nataweru, Sikka-Flores. Belajar musik sejak kecil,. Hobinya adalah membuat seruling bambu ketika itu. Belajar musik Latin Gregorian dan Musik Klasik (dengan instrumen biola) di SMP dan SMA Seminari Mataloko Flores.
Belajar angklung pada Daeng Soetigna ketika kuliah di fakultas sastra dan Seni IKIP Bandung Jurusan Sastra Jepang. Studi doktoral filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Filsafat.
Merupakan peneliti musik, pendidik dan pengajar gitar yang menyusun metode gitar sendiri yang disesuaikan dengan masyarakat Indonesia masa itu (buku-buku metode gitar Kaye Solapung terbit sekitar tahun 80-an). Terlihat dari pemakaian istilah Indonesia misalnya lidi logam (fret), papan pencet (fingerboard), pasak tala (machine head), petik sandar (picado), tepak (tambora) dll.
Buku pertamanya "Gitar Tunggal" telah ditetapkan Depdikbud sebagai pegangan guru musik di SD dengan Inpres Nomor 5 Tahun 1981. Juga menulis puisi, artikel kebahasaan dan filsafat.

WOODY SATYA DARMA

Usia 11 tahun belajar gitar pada M. Nasrun, J.A.W Bredie, Andre Indrawan, dan Royke B. Koapaha. Juara Festival Gitar Yamaha Indonesia Senior tahun 2000. Bekerja sebagai illustrator musik dan ahli tata suara pada sebuah perusahaan animasi di Yogyakarta.

FERNANDEZ SETYAHADI CHANDRA

Luthier gitar klasik konser terbaik Indonesia asal Surabaya. Juara Festival Gitar Indonesia Senior tahun 1988.

SETYOBUDHI RAHARJO SITUMORANG

Lahir di Yogyakarta. Belajar pada Andre Indrawan dan Royke B. Koapaha. Juara Festival Gitar Yamaha Indonesia Senior tahun 2001. Sarjana Pertanian UGM. Personel Jawadwipa Guitar Ensemble. Pengajar gitar di YMI.

PHOA TJUN JIT

Usia 14 tahun belajar gitar pada Suyatna Dohani, Ronny Irianto, kemudian Arthur Sahelangi dan Chair Wildt. Juara Festival Gitar Yamaha Indonesia tahun 1981 dan Yamaha South East Asian Guitar Festival tahun 1982. Mampu memainkan beberapa alat musik, membuat komposisi, menjadi arranger dan menjuarai beberapa lomba karaoke.

ZULKIFLI TANGKUDUNG

Juara Festval Gitar Yamaha Senior tahun 1997

BENNY M. TANTO

Gitaris klasik Indonesia yang pernah mengikuti kompetisi gitar untuk benua Amerika, Guitar Foundation of Amerika, GFA (http://www.guitarfoundation.org) pada solo Guitar Competition pada tahun 1989 dan masuk dalam 15 besar bersama dengan Gitaris No.1 Polandia, Crystof Pellech . Selesai memperoleh gelar S-2 gitar dari Amerika, disamping sebagai dosen tetap di Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang, dan IKJ Jakarta, ia juga mengajar pada sekolah musik YPM dan menjadi dosen penguji gitar pada beberapa sekolah musik di Jakarta.
Masterclass dari gitaris-gitaris dunia yang pernah diikuti antara lain adalah: John Williams, Julian Bream, Pepe Romero, David Russel, Carlos Barbosa Lima, Roland Dyens, Sergio Assad, Manuel Barrueco, dll.

DANNY TUMIWA

Gitaris flamenco. Pernah belajar pada gitaris flamenco Jose Tomas di Spanyol. Pernah menjadi kepala instruktur gitar YMI. Kini aktif sebagai pendeta.

RUDI HAMID

Pria kelahiran Makassar ini sebelumnya bekerja di Tarra, perusahaan distributor rekaman musik. Tahun 2002 ia meninggalkan kariernya dan memilih profesi sebagai instruktur gitar di Sekolah Musik Purwacaraka. Ia pernah belajar gitar pada Johny Legoh, gitaris senior yang pernah menjuarai Yamaha Festival Gitar Indonesia tahun 1980-an. Merupakan anggota Gitaris Kantoran.

IWAN SUSANTO

Mulai belajar gitar klasik sejak kelas 3 SMP pada Suyatna Dohani di Jakarta dan kemudian Johnny Kustario di Bogor. Pernah menjadi finalis di Yogyakarta Guitar Festival se Jawa-Bali tahun 1998 dan kompetisi gitar nasional Spanish Guitar Awards 2001. Profesinya saat ini adalah salesman bahan-bahan kimia di sebuah perusahaan distributor bahan kimia. Iwan susanto adalah anggota gitaris kantoran, tetapi sejak akhir 2004 karena kesibukan di luar gitar dan lain-lainnya ia mengundurkan diri dari keanggotaan Gitaris kantoran.

ERFAN SURYOBUWONO

Mulai mengenal gitar klasik dari kelas 3 SMP pada Wai Tik di Semarang dan Lianto Tjahjoputro di Jakarta. Di sela kesibukan kerjanya Erfan sempat memperdalam lagi ilmu gitarnya pada Reiner Wildt, dosen gitar IKJ asal Jerman yang sudah lama tinggal di Indonesia dan banyak melahirkan gitaris klasik berkualitas. Bekerja sebagai salesman perusahaan swasta alat-alat berat PT Wira Derekindo. Merupakan anggota Gitaris Kantoran.

DANIEL TJAHJA

Mulai mengenal gitar sejak SMP dan pernah belajar di bawah bimbingan Rene Nessa Sahir dan Reiner Wildt. Alumnus Jurusan Musik IKIP Jakarta ini pernah menjadi menjuarai Yamaha Festival Gitar Indonesia tahun 1990, Yogyakarta Guitar Festival se-Jawa dan Bali tahun 1998 untuk bagian klasik, serta semifinalis Singapore International Guitar Festival 2005. Profesinya saat ini adalah tour leader. Merupakan anggota Gitaris Kantoran.

JAWADWIPA GUITAR ENSEMBLE

Kwartet gitar asal Jogjakarta yang beranggotakan Rahmat Raharjo, Setyobudhi R. Situmorang, Anton Asmonodento dan Dhany Soesanto.

YOGYAKARTA GUITAR ORCHESTRA (YGO)

Orkes gitar dari Jogjakarta.

YOGYAKARTA GUITAR DUO

Duet gitaris Jogja, Andre Indrawan dan Rahmat Raharjo. Keduanya mengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) dan merupakan gitaris senior Indonesia.



Gitaris-gitaris yang lain? Coba klik ini!

JUARA FESTIVAL GITAR YAMAHA INDONESIA

Informasi ini didedikasikan untuk kemajuan gitar klasik Indonesia!

Terima kasih kepada teman-teman di milis indo_guitar_net@yahoogroups.com dan KPGKI@yahoogroups.com

Revisi, kritik, saran, sumbangan materi, tambahan informasi dll. mohon dikirim ke gugunarief@yahoo.com



1