Artikel - Pentakosta

Artikel

 

-. Pentakosta .-

Oleh

Pdt. Budimoeljono Reksosoesilo



Pentakosta bisa dikatakan sebagai Hari Jadi Gereja, karena pada hari itu Allah meneguhkan apa yang sudah dikatakan Yesus kepada para murid, demikian: "... di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku ..." (Mat.16:18). Melalui khotbah Petrus, yang namanya berarti Batu Karang, Allah menggerakkan 3000 orang sekaligus untuk bertobat (Kis.2:41), dan menjadi satu umat. Itulah gereja pertama.

Selain itu, perlu kita ketahui akan adanya keunikan Hari Pentakosta. Ada apa, sesungguhnya, dengan hari tersebut sehingga Allah memilih sebagai hari dicurahkannya Roh Kudus.

Menurut kalender orang Ibrani, ditentukan bahwa setiap laki-laki Yahudi harus datang menghadap TUHAN 3 kali dalam setahun (Ul.16:16). Dan, salah satu harinya adalah Pentakosta - yang dulu disebut sebagai Hari Raya Tujuh Mingggu, dihitung sesudah Paskah. Hari Raya ini merupakan Pesta Besar Panenan. Selama Hari Raya Tujuh Minggu, dengan penuh suka cita, dilakukan upacara persembahan baru dalam bentuk 2 potong roti yang terbuat dari tepung terbaik yang dimiliki (Im.23:16 - dst; Bil.28:26), dan persembahan lainnya. Hal ini merupakan pembaharuan perjanjian antara umat Israel dengan Allah.

Bukan kebetulan jika pada hari Pentakosta - yang dalam bahasa aslinya berarti ke-50 (pentekoste, bahasa Yunani) - terjadi Peristiwa Besar dengan lahirnya Gereja. Allah memanfaatkan hari itu dengan tepat untuk menjelaskan pekerjaan Roh Kudus yang akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman ( Yoh.16:8), yang dengan kata lain disebut sebagai Pertobatan.

Inilah pekerjaan Gereja, yaitu mengurusi Panen Raya Allah akan "ladang-Nya yang sudah menguning". Pertanyaan bagi kita, siapkah Gereja kita menerima pekerjaan ini? Siapakah yang mau menjadi pekerja Allah? Selama seminggu ini, mari kita menyiapkan diri untuk menantikan hari peneguhan pencurahan Roh Kudus atas umat-Nya, dengan bersekutu, belajar Alkitab, dan berdoa sebagaimana dilakukan Gereja mula-mula.

Minggu, 4 Juni 2000
Pdt. Budimoeljono Reksosoesilo
P e n t a k o s t a


Pentakosta bisa dikatakan sebagai Hari Jadi Gereja, karena pada hari itu Allah meneguhkan apa yang sudah dikatakan Yesus kepada para murid, demikian: "... di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku ..." (Mat.16:18). Melalui khotbah Petrus, yang namanya berarti Batu Karang, Allah menggerakkan 3000 orang sekaligus untuk bertobat (Kis.2:41), dan menjadi satu umat. Itulah gereja pertama.

Selain itu, perlu kita ketahui akan adanya keunikan Hari Pentakosta. Ada apa, sesungguhnya, dengan hari tersebut sehingga Allah memilih sebagai hari dicurahkannya Roh Kudus.

Menurut kalender orang Ibrani, ditentukan bahwa setiap laki-laki Yahudi harus datang menghadap TUHAN 3 kali dalam setahun (Ul.16:16). Dan, salah satu harinya adalah Pentakosta - yang dulu disebut sebagai Hari Raya Tujuh Mingggu, dihitung sesudah Paskah. Hari Raya ini merupakan Pesta Besar Panenan. Selama Hari Raya Tujuh Minggu, dengan penuh suka cita, dilakukan upacara persembahan baru dalam bentuk 2 potong roti yang terbuat dari tepung terbaik yang dimiliki (Im.23:16 - dst; Bil.28:26), dan persembahan lainnya. Hal ini merupakan pembaharuan perjanjian antara umat Israel dengan Allah.

Bukan kebetulan jika pada hari Pentakosta - yang dalam bahasa aslinya berarti ke-50 (pentekoste, bahasa Yunani) - terjadi Peristiwa Besar dengan lahirnya Gereja. Allah memanfaatkan hari itu dengan tepat untuk menjelaskan pekerjaan Roh Kudus yang akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman ( Yoh.16:8), yang dengan kata lain disebut sebagai Pertobatan.

Inilah pekerjaan Gereja, yaitu mengurusi Panen Raya Allah akan "ladang-Nya yang sudah menguning". Pertanyaan bagi kita, siapkah Gereja kita menerima pekerjaan ini? Siapakah yang mau menjadi pekerja Allah? Selama seminggu ini, mari kita menyiapkan diri untuk menantikan hari peneguhan pencurahan Roh Kudus atas umat-Nya, dengan bersekutu, belajar Alkitab, dan berdoa sebagaimana dilakukan Gereja mula-mula.

Minggu, 4 Juni 2000
Pdt. Budimoeljono Reksosoesilo
P e n t a k o s t a


Pentakosta bisa dikatakan sebagai Hari Jadi Gereja, karena pada hari itu Allah meneguhkan apa yang sudah dikatakan Yesus kepada para murid, demikian: "... di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku ..." (Mat.16:18). Melalui khotbah Petrus, yang namanya berarti Batu Karang, Allah menggerakkan 3000 orang sekaligus untuk bertobat (Kis.2:41), dan menjadi satu umat. Itulah gereja pertama.

Selain itu, perlu kita ketahui akan adanya keunikan Hari Pentakosta. Ada apa, sesungguhnya, dengan hari tersebut sehingga Allah memilih sebagai hari dicurahkannya Roh Kudus.

Menurut kalender orang Ibrani, ditentukan bahwa setiap laki-laki Yahudi harus datang menghadap TUHAN 3 kali dalam setahun (Ul.16:16). Dan, salah satu harinya adalah Pentakosta - yang dulu disebut sebagai Hari Raya Tujuh Mingggu, dihitung sesudah Paskah. Hari Raya ini merupakan Pesta Besar Panenan. Selama Hari Raya Tujuh Minggu, dengan penuh suka cita, dilakukan upacara persembahan baru dalam bentuk 2 potong roti yang terbuat dari tepung terbaik yang dimiliki (Im.23:16 - dst; Bil.28:26), dan persembahan lainnya. Hal ini merupakan pembaharuan perjanjian antara umat Israel dengan Allah.

Bukan kebetulan jika pada hari Pentakosta - yang dalam bahasa aslinya berarti ke-50 (pentekoste, bahasa Yunani) - terjadi Peristiwa Besar dengan lahirnya Gereja. Allah memanfaatkan hari itu dengan tepat untuk menjelaskan pekerjaan Roh Kudus yang akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman ( Yoh.16:8), yang dengan kata lain disebut sebagai Pertobatan.

Inilah pekerjaan Gereja, yaitu mengurusi Panen Raya Allah akan "ladang-Nya yang sudah menguning". Pertanyaan bagi kita, siapkah Gereja kita menerima pekerjaan ini? Siapakah yang mau menjadi pekerja Allah? Selama seminggu ini, mari kita menyiapkan diri untuk menantikan hari peneguhan pencurahan Roh Kudus atas umat-Nya, dengan bersekutu, belajar Alkitab, dan berdoa sebagaimana dilakukan Gereja mula-mula.

1