Pelatihan Singkat TPA Tes Potensi Akademik

 [Home] [Psikotes] [Pelatihan TPA/TKU/TBS] [Formulir ] [Hasil Tes Psikologi] [ Beasiswa ] [Profil GPS versi KORAN TEMPO] [Lowongan CPNS/BUMN 2008]

Tes Potensi Akademik /  Psikotes / Rekrutmen / Promosi / Mutasi, dll

GPSJAKARTA Consulting      

POINT SQUARE EDUCATION CENTRE Lt. Mezzanine (M) Lebak Bulus (Dpn CARREFOUR Terminal Lb.Bulus, JAKSEL)

di 021-98299611, 98290979, 70742586 Fax.(021)75921487 Hotline: 085210623123

mail : gpsjakarta@yahoo.com    gpsjakarta_psikotes@yahoo.com    Web. http://www.gpsjakarta.com

 

SUKSES CPNS TES POTENSI AKADEMIK & TES BAKAT SKOLASTIK di JAKARTA SABTU 20 SEPT 2008, JAKARTA PSIKOTES MINGGU 21 SEPT 08, YOGYA TPA/TBS CPNS & PSIKOTES 12 OKT 2008, SURABAYA SABTU 11 OKT 2008 hub 085210623123/seat terbatas). Untuk TBS/TPA diselenggarakan hanya sehari pada hari Sabtu atau Minggu pada setiap minggunya. Kami juga menerima Jasa Seleksi/ Rekruitmen Pegawai & Tes Bakat Siswa SLTP/SLTA berupa Tes Psikologi


   

 

      Lembaga Pengguna Jasa Tes Psikologi GPSJAKARTA dalam rangka Seleksi Pegawai antara lain : PT. TELKOM Drive II(Devisi Multi Media), Seleksi Staff Ahli Lembaga Legislasi DPR-RI, Sumitomo Warehouse, Asuransi Mega, Asuransi Tugu Mandiri, PT. Elmara, PT. Pelayaran Nusantara, PT. Sanyo Indonesia, Bank BTPN, Bank Sumsel, PT. Era Permata Sejahtera (Perum Pegadaian) dll.  Lembaga Pengguna Jasa Pelatihan SDM GPSJAKARTA : Departemen Keuangan Pusat, PT. Bank Mandiri Pusat, Bappekab Sidoarjo, Program Pascasarjana PWK ITB,dll 

                                                               DENAH LOKASI KAMPUS GPSJAKARTA  KLIK DISINI


Publikasi Media

Profil GPSJAKARTA

 

FormulirPsikotes

Peserta Perorangan

Peserta Lembaga

 

FormulirPelatihan

Peserta TPA JKT

Peserta TPA Surabaya

Peserta TPA Yogya

Peserta TPA Online

 

Info Terbaru

LowonganCPNS 2008

Survei Gaji

Beasiswa

 

Lain-Lain

Gallery Kegiatan

DenahGPSJAKARTA    

Joint Milis

 

Pelatihan Singkat (satu hari) Tes Potensi Akademik (TPA) yang materinya merupakan materi dasar dalam seleksi masuk Calon Mahasiswa MM UI Salemba Jakarta, MM UGM Yogya, Masuk MM UNPAD, MMA IPB, MM ITB, Pascasarjana UI, Pascasarjana UGM, MM UNBRAW Malang, MM UNSRI Palembang, Seleksi Pegawai BUMN, Seleksi Utama Pegawai Pertamina, Bank Indonesia, BPK, BRI, Bank Mandiri, Total Indonesia, Bappenas, BPPT, dll selain itu juga dipergunakan dalam seleksi masuk Pascasarjana, Beasiswa Stuned, Beasiswa Bappenas, Beasiswa Sampoerna, dll

Pelatihan Reguler & In House Training

Apa Itu TPA ?

 

Inteligensi dan Bakat

 

Inteligensi  merupakan  suatu  konsep  mengenai  kemampuan umum individu  dalam  menyesuaikan  diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan/ pendidikan formal/informal. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena  tes inteligensi (tes IQ) tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.

Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut TES BAKAT atau APTITUDE TEST. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test/ Tes Bakat Skolastik (TBS) . Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE).    

              

Tes Potensi Akademik

 

Adalah suatu tes yang yang diperuntukkan mengukur kemungkinan keberhasilan seseorang apabila yang bersangkutan melanjutkan ke dunia akademik atau memangku jabatan/ golongan dimana jabatan/ golongan  tersebut membutuhkan kemampuan akademis.  Skor TPA/TKU masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang diselenggarakan OTO Bappenas dan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di dalam negeri. Skor tersebut  antara 200 s.d 800 dimana paling rendah adalah 200 dan paling tinggi (apabila benar semua) adalah 800. Seseorang dianggap mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean). Skor TPA yang diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali. Materi soal TPA terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki skor antara 20 s.d 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10 (rincian ini dapat dilihat di kertas skor TPA OTO-Bappenas).

Materi soal TPA, TBS, TKU, TKA serupa dengan GRE dan GMAT karena soal-soal TPA memang kombinasi antara keduanya. Pelatihan TPA/TKU/TKA diadakan untuk mengenalkan model Tes  dengan pertimbangan orang yang mempunyai potensi tinggi namun belum pernah mengenal bentuk soal dan strategi mengerjakan tes seleksi tersebut selalu mendapat skor/nilai yang lebih rendah bila dibandingkan dengan orang yang pernah mengikuti dan telah memahami aturan mainnya. Dengan mengikuti pelatihan ini maka nilai dapat dimaksimalkan dan skor yang didapat peserta lebih objektif, sebab bila setelah mengikuti pelatihan skor-nya tinggi maka memang objektitif tinggi dan bila rendah maka memang objektinya rendah.

 
Prosedur Pendaftaran

 

Bagi Peserta perorangan : Datang langsung ke kantor GPSJAKARTA Consulting atau lewat telpon dan biaya di tranfer dengan bukti tranfer di fax  paling lambat dua hari sebelum tanggal pelaksanaan.

Bagi Lembaga (In House Training) :  Mengajukan  permohonan tertulis dan mengisi Formulir “Kesediaan Menanggung Biaya Pelatihan” bermeterai dg ditandatangani pejabat yang berwenang . Permintaan kerjasama dapat dikirim melalui Fax atau datang langsung ke kantor GPS paling lambat 20 hari sebelum pelaksanaan.

 

Mengapa Pelatihan  Penting

 

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan  bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang  baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor  yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda;  peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan  peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa. Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi  seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll,  maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting  agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

 

Pelatihan Untuk Siapa  ?  

  • Seseorang yang telah cukup lama meninggalkan bangku kuliah;

  • Seseorang yang bidang pekerjaannya tidak berkaitan dengan dunia akademis ;

  • Seseorang yang usianya telah mencapai 35 th atau lebih; 

  • Seseorang yang memiliki latar belakang pendidikannya non eksakta. 

  • Mereka yang merasa perlu mempersiapkan lebih baik untuk menghadapi  persaingan dlm seleksi TPA.

Manfaat  Pelatihan Apa Saja ?

 

GPSJAKARTA  berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di GPSJAKARTA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Selain itu keuntungan lainnya adalah :   Nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah;

 

      Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah;

     Dengan mengadakan Pelatihan TPA kerjasama dengan GPSJAKARTA yang akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi TPA.

 

Materi Pelatihan  & Instruktur

 

Verbal ( padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif ( hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran ( logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Baik materi ataupun model TPA selalu di update/ direvisi mengikuti perubahan materi dan model penyelenggara TPA lainnya. Dengan revisi rutin peserta lebih siap mengikuti tes TPA dari berbagai lembaga penyelenggara. Instruktur berpengalaman & sebagian besar berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan

 

Tempat & Waktu

 

Peserta perorangan : Bagi calon peserta perorangan, pelaksanaan pelatihan diadakan di GPSJAKARTA. Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal. Waktu Pelatihan Reguler setiap hari libur kerja Sabtu/Minggu pada setiap minggunya mulai Pk. 08.30 s.d 17.00 Wib

Lembaga :. Tempat dan waktu dialokasikan oleh pihak lembaga peminta. Untuk prasarana ruang kelas beserta peralatannya (papan tulis, wireless) disediakan oleh lembaga peminta. Agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik maka jumlah peserta minimal 20 orang/kelas. Waktu Pelatihan satu hari mulai Pk. 08.30 s.d 17.00 Wib

 

Apa Kata  “Koran Tempo “ Tentang GPSJAKARTA

 

……banyak kasus yang menunjukkan seseorang yang sebenarnya memiliki kemampuan tinggi ternyata tidak lolos tes. Para peserta psikotes (maksudnya TPA) itu merasa awam dan tidak tahu aturan main dari alat tes. "Akibatnya bisa diduga, nilai mereka rendah dan diinterpretasikan sebagai tidak berpotensi. Mereka pun gugur pada tahap awal seleksi," katanya kepada Tempo News Room.

      Namun, kata Moko, seseorang yang potensi sebenarnya memang rendah, hasil tesnya tidak akan meningkat setelah mengikuti kursus. "Artinya, kegiatan kami bukan membuat orang yang kurang berpotensi menjadi terlihat seolah-olah berpotensi. Namun, kami berusaha menyamakan persepsi mereka sehingga mereka siap untuk dilihat potensinya" katanya.

       Cerita Hiasinta, yang mengaku memperoleh begitu banyak manfaat dari kursus, melukiskan hal itu. Dia menjadi tahu cara menyelesaikan soal tes, terutama yang berkaitan dengan berhitung. "Dalam soal tes, angka-angka tersebut kan rumitnya nggak tanggung-tanggung. Kalau pertama kali dilihat memang bikin kepala pusing. Namun, ketika saya mengetahui cara mengerjakan soal seperti itu, jadi terlihat lebih mudah dan juga cepat pengerjaannya," katanya.

      Hiasinta juga merasa banyak belajar mengenai cara bernalar yang praktis. Hal tersebut sangat penting, sebab dalam psikotes (NB: banyak yang belum dapat membedakan antara TPA dengan Psikotes) juga terdapat soal-soal yang berkaitan dengan penalaran. (Cuplikan dari sebuah artikel pendidikan sepanjang satu halaman koran yang mengulas kegiatan pelatihan GPSJAKARTA dimuat “Koran Tempo”, 26 Januari 2003)

 

Apa Kata  Majalah “Gatra” Tentang GPSJAKARTA

 

…………….Jalan Syafril menuju ''Kampus Biru'' tidaklah mulus. Ia sempat gagal lolos tes potensi akademik (TPA) dan psikotes pada kesempatan pertama. Skor TPA-nya 300-an, jauh di bawah batas lulus, 500-an. Selepas ujian, ia mendapat  informasi keberadaan Gerbang Psikologi dan Studi  (GPS), lembaga bimbingan tes potensi akademik, di kawasan Paseban Raya, Jakarta. Terakhir, alamatnya berpindah ke Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta.

      Tiga bulan berselang, kesempatan Syafril mengikuti ujian saringan MM UGM kembali terbuka. Sebelum ke Yogya, ia lebih dulu ikut bimbingan di GPS. Ongkosnya Rp 125.000. Latihan itu berlangsung sehari penuh. ''Biaya yang dikeluarkan sepadan dengan hasil yang didapat,'' katanya. Kini, Syafril bisa mendongkrak skornya ke angka 598, hingga bisa ikut program magister manajemen.

     Kisah sukses berkat GPS tak hanya monopoli Syafril. Renita dan Devi Niar punya pengalaman serupa. Dua gadis lajang ini dengan mulus lulus masuk MM Universitas Indonesia (UI) setelah ikut bimbingan GPS. ''Saya merasa terbantu,'' kata Devi Niar, yang berhasil mencapai angka seleksi 590. Selama di GPS mereka diajari trik agar cepat menyelesaikan soal TPA…….. (cuplikan artikel pendidikan di Majalah “GATRA”, edisi April 2003).

Biaya Pelatihan

 

Jenis Pelatihan Uraian Pelatihan Biaya
Pelatihan TPA Reguler Adalah Jenis Pelatihan TPA yg  secara rutin diadakan setiap akhir pekan Sabtu/Minggu (jumlah peserta min 15 orang). Tempo Pelatihan Hanya 1 (satu) hari nonstop. Rp. 200.000/ org
Program In House Training Diadakan atas permintaan lembaga dan jumlah permintaan minimal 20 orang. Biaya akomodasi ditanggung user/ lembaga peminta (biaya tidak termasuk pajak). Semua fasilitas disediakan users, kecuali materi pelatihan. Rp. 200.000/ org

   
Send mail to gpsjakarta@yahoo.com with questions or comments about this web site. Last modified: Juli 17, 2006

 

 

1