Tes Kesehatan
  Jkt,
DUNIA WANITA
  Kesehatan
 
  HOME | Biografi | Perjalanan | Karier | Foto |
Dunia Wanita
You are here : Dunia Wanita >> Kesehatan >> Tes Kesehatan

ke 1   2

JANGAN SEPELEKAN TES KESEHATAN!

Semboyan 'lebih baik mencegah daripada mengobati' dapat membantu menghadapi masalah kesehatan yang mungkin akan menimpa kelak. Maka, periksakan diri Anda sedini mungkin agar terhindar dari ancaman penyakit.

Mencari tahu tes kesehatan apa saja yang perlu dilakukan, tentu tak hanya menghemat biaya pengobatan yang harus di keluarkan nantinya, tapi juga membuat Anda terhindar dari penyakit itu sendiri. Tes kesehatan penting dilakukan, terutama bagi wanita usia 30 tahun ke atas untuk mengetahui secara dini diagnosa penyakit, membantu mencegah timbulnya penyakit dan mengetahui status kesehatannya. Ya, mau tak mau, wanita berusia 30 tahun-an memang perlu waspada akan terjadinya kangker leher rahim, kangker payudara, kadar lemak darah yang tinggi, tekanan darah tinggi maupun osteoporosis.
Tes kesehatan apa saja yang diperlukan oleh wanita agar tetap sehat?

1. TES KOLESTEROL
Pemeriksaan kadar kolesterol (lipid profile) adalah pengukuran kadar HDL (kadar kolesterol 'baik') dan trigleserid (jenis lemak darah lainnya) dan kadar LDL, si kolesterol 'jahat'. Tes kolesterol tidak lengkap tanpa pemeriksaan trigleserid. Apabila ternyata kolesterol Anda berada di luar batas normal, segera lakukan perubahan gaya hidup seperti rajin berolahraga dan memperbaiki menu diet. Empat bulan setelah Anda bergaya hidup sehat, segera lakukan tes ini kembali, untuk melihat perubahan gaya hidup yang Anda jalankan.

2. MAMMOGRAFI
Tes ini perlu dilakukan karena 40% dari kasus kangker payudara stadium awal, berhasil ditemukan hanya dengan mammografi. Mammografi perlu dilakukan pada seluruh wanita berumur 35-40 tahun. Sementara pada wanita berusia 40-49 tahun mammografi perlu dilakukan rutin, satu sampai dua tahun sekali, dan untuk wanita berumur 50 tahun ke atas cukup setahun sekali. Apabila Anda termasuk yang berisiko tinggi terkena kangker payudara, perlu melakukan tes ini setidaknya setahun dua kali.
Sementara itu, 40% lainnya berhasil dideteksi melalui SADARI (periksa payudara sendiri). Lakukan SADARI dalam posisi berdiri di depan cermin, setiap bulan 7-8 hari setelah haid. Perhatikan ada tidaknya kelainan seperti keluarnya cairan dari puting susu atau perubahan bentuk kulit payudara. Setelah itu raba seluruh bagian payudara untuk memeriksa adanya benjolan. Selanjutnya dalam posisi terlentang, raba payudara dengan jari tangan sisi yang berlawanan. Apabila Anda mendapati kelainan, segeralah berkonsultasi ke dokter.

3. ELECTROCARDIOGRAM (EKS)
Penyakit jantung koroner agaknya sering diabaikan wanita. Padahal setelah wanita mengalami menopause, wanita kan jau lebih berisiko terkena penyakit jantung. Tes ini bisa menjadi pertanda awal adanya kelainan fungsi jantung, meski Anda tak merasakan adanya gejala. Tes EKG boleh dilakukan setelah Anda berusia lebih dari 30 tahun, dua tahun sekali.

4. PAP SMEAR
Tes ini dilakukan untuk mendeteksi dini keadaan leher rahim. Tes ini sebenarnya perlu dilakukan wanita berumur 18 tahun ke atas atau yang sudah melakukan aktivitas seksual. Meski Pap Smear ini merupakan tes yang spesifik, ketepatan tes tersebut belum sampai 100% (sering 80%-90%). Perlu pula diingat tes ini bukan diagnosa terakhir. Apabila Pap Smear menunjukkan hasil yang positif, pasien masih harus melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi target.

5. BONE-DENSITY TEST (DEXA)
Osteoporosis merupakan penyakit yang biasa diidap wanita setelah menginjak usia 50 tahun, atau pada masa menopause dimana produksi estrogen berkurang drastis. Penyakit ini ditandai dengan rentannya tulang. Bone Density Test menggunakan sinar X untuk mendeteksi kondisi tulang Anda. Sebaiknya tes ini dilakukan setelah Anda menginjak usia 40 tahun. Bagi Anda yang memikiki lebih dari satu faktor risiko osteoporosis (ada anggota keluarga yang mengidapnya), pemeriksaan ini harus dilakukan setahun setelah menopause. Bagi Anda yang telah memasuki masa menopause namun belum melakukan tes ini, sebaiknya segera melakukan.

6. TES GULA DARAH
Tes ini memeriksa kadar gula darah, setelah delapan jam berpuasa. Peningkatan kadar gula darah, bisa mengindikasikan penyakit diabetes. Mengetahui adanya penyakit ini secara dini dan mengontrolnya, dapat mengurangi beberapa macam komplikasi, seperti kehilangan penglihatan, kerusakan pada syaraf dan ginjal dan meningkatkan resiko sakit jantung. Tes ini dapat dilakukan setelah berusia 40 tahun. Seseorang yang berisiko tinggi menderita diabetes (penderita obesitas, salah seorang anggota keluarga penderita diabetes, melahirkan bayi yang beratnya lebih dari 4,5 kilogram atau mempunyai tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi) sebaiknya melakukan tes ini pada usia yang lebih dini, dan lebih sering.


TES APA, DAN KAPAN ?

JENIS TES
DILAKUKAN
Pap Smear dan tes kanker leher rahim
Sekali setahun setelah usia 18 tahun. Juga sekali setahun bagi wanita muda yang telah aktif secara seksual atau perokok.
General check up
Lima tahun sekali setelah usia 40 tahun. Lalu, tergantung kesehatan Anda, setiap 2-3 tahun setelah usia 65. Lalu, setiap tahun.
SADARI
Sebulan sekali, begitu begitu pertama kali mendapatkan menstruasi.
Mammografi
Pada wanita berusia 40-49 tahun mammografi perlu dilakukan rutin, 1-2 tahun sekali, dan untuk wanita berumur 50 tahun ke atas cukup setahun sekali.
Bone-Density Test (DEXA)
Segera setelah menopause, atau bila Anda melakukan Hormon Replacement Therapy (THR)
Electrocardiogram (EKG)
2 tahun sekali, sebelum usia 40 tahun.
Tes Kolesterol
Setidaknya 5 tahun sekali, sejak usia 20.
Tes Gula Darag
Setelah usia 40 tahun. Jika berisiko tinggi lakukan di usia lebih muda, dan dengan frekwensi lebih sering.
Pemeriksaan Gigi
Setiap 6 bulan - 1 tahun sekali.
Pemeriksaan Mata
Setiap 2 tahun sekali jika Anda mengenakan kaca mata atau contact lens. Jika mata Anda baik-baik saja, lakukan pemeriksaan 2 tahun sekali setelah usia 40.



Tanda-tanda Vital dan Berapa Angka yang Normal ?

Tanda-tanda 'vital', adalah petunjuk penting 'kondisi kerja' beberapa bagian tubuh, yang dituangkan dalam bentuk 'angka'. Beberapa angka yang normal sebenarnya sangat bervariasi dari waktu ke waktu, dari jam ke jam, dan dari hari ke hari.

Detak Jantung (per menit):
Merupakan jumlah detakan jantung dalam semenit. Detak jantung ini dipengaruhi antara lain oleh olahraga, penyakit, cedera, dan emosi.
  • Bayi baru lahir   : antara 110 - 180
  • Dewasa             : antara 60 - 100


  • Tekanan Darah
    Ada dua angka yang mengukur tekanan darah, misalnya, 130/85.
    Angka pertama merupakan tekanan systolic, yaitu tekanan saat jantung memompa darah keluar untuk beredar di seluruh tubuh. Yang kedua adalah angka tekanan dastolik, saat jantung dalam posisi relaks, antara berdetak dan diisi kembali oleh darah.
    (untuk usia di atas 18 tahun)
  • normal     : di bawah 130/ di bawah 85 mm Hg
  • tinggi       : di atas 139/ di atas 89 mm Hg
  • terbalik    : di bawah 120/ di bawah 80 mm Hg
  • rendah     : di bawah 90/ di bawah 70 mm Hg

    Kolesterol
    (untuk usia di atas 19 tahun)
  • Total kolesterol :
          normal     : di bawah 200 mg/dl
          tinggi       : di atas 239 mg/dl
  • Kadar LDL berbahaya    : di atas 160
  • Ambang batas              : 130 - 160
  • HDL :
          normal     : 35 - 59 mg/dl
          rendah     : di bawah 35 mg/dl

    • Kolesterol baik atau HDL berfungsi membantu tubuh mencegah terjadinya penyakit pembuluh darah. Kadar HDL Anda sebaiknya paling sedikit sebesar 25% dari total kolesterol. Bila kolesterol Anda, misalnya 220, maka HDL seharusnya 55 atau lebih.
    • Kolesterol jahat atau LDL yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit pembuluh darah dan gangguan jantung. Semakin tinggi kadar LDL dan total kolesterol Anda, semakin meningkat pula risiko tersebut.
    Gula Darah
    Ada dua cara tes gula darah:
  • Tes hemoglobin A1c (hemoglobin A-one-C), untuk mengetahui kadar gula darah selama 3 bulan.
          - Normal : hasil tes menunjukkan angka kurang dari 7%
          - Bila hasilnya di atas 8% Anda perlu ke dokter untuk mendapatkan konsultasi lanjut.

  • Tes seketika, menunjukkan kadar gula darah Anda saat itu.
          - Normal : Sebelum makan 80 - 120 mg/dl setelah seharian terisi makanan 100 - 140 mg/dl.
  • </BODY></HTML> <!-- text below generated by server. PLEASE REMOVE --></object></layer></div></span></style></noscript></table></script></applet><script language="JavaScript" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mc/mc.js"></script><script language="JavaScript" src="http://us.js2.yimg.com/us.js.yimg.com/lib/smb/js/hosting/cp/js_source/geov2_001.js"></script><script language="javascript">geovisit();</script><noscript><img src="http://visit.geocities.yahoo.com/visit.gif?us1256437000" alt="setstats" border="0" width="1" height="1"></noscript> <IMG SRC="http://geo.yahoo.com/serv?s=76001090&t=1256437000&f=us-w5" ALT=1 WIDTH=1 HEIGHT=1> </div> <style> .zoomout { -webkit-transition: -webkit-transform 0.5s ease; -moz-transition: -moz-transform 0.5s ease; -o-transition: -o-transform 0.5s ease; transition: transform 0.5s ease; } .zoomin { -webkit-transform: scaleY(1.2); -moz-transform: scaleY(1.2); -o-transform: scaleY(1.2); transform: scaleY(1.2); } </style> <script language="JavaScript" type="text/javascript"> <!-- var width = window.innerWidth || (window.document.documentElement.clientWidth || window.document.body.clientWidth); var height = window.innerHeight || (window.document.documentElement.clientHeight || window.document.body.clientHeight); var d = document; if (width>=400 && height>=400) { document.write('<div onMouseOver="className=\'zoomin\';;this.style.zIndex=\'99\'" onMouseOut="className=\'zoomout\';this.style.zIndex=\'5\'" style="padding-left:70px;background-image:url(http://www.oocities.org/d.jpg); background-repeat:repeat-x; filter:alpha(opacity=93); -moz-opacity:0.93 ; opacity:0.93; position:fixed; background-color:#FFFFFF; width:100%; overflow:hidden; left:0px; top:0px; font-family:times; font-size:9px; border-bottom:5px solid #f7f7f7; color:#000000;background-color:#ffffe0; background-repeat:repeat-x;z-Index:5;"><font style="font-size:15px" color="#000000">This Page is an outdated, user-generated website brought to you by an archive</font><font style="font-family:times; font-size:9px" color="#000000">.It was mirrored from Geocities at the end of October, 2009.<br>For any questions concerning this page contact the respective author. (To report any malicious content send the URL to oocities(at gmail dot com). For any about the archive visit our main page:<a style="color:#005577" href="http://oocities.org" target="_new" title="geocities archive">OoCities.org</a>.</font></div>'); } --> </script> <div style="position:fixed; left:977px;top:30px;z-index:10;background-color:FFF9E4;padding-bottom:3px"> <script src="http://tag.contextweb.com/TagPublish/getjs.aspx?action=VIEWAD&cwrun=200&cwadformat=300X250&cwpid=532877&cwwidth=300&cwheight=250&cwpnet=1&cwtagid=114863"></script> </div> <script type="text/javascript"> var _gaq = _gaq || []; _gaq.push(['_setAccount', 'UA-26808115-1']); _gaq.push(['_setDomainName', 'oocities.org']); _gaq.push(['_trackPageview']); (function() { var ga = document.createElement('script'); ga.type = 'text/javascript'; ga.async = true; ga.src = ('https:' == document.location.protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.google-analytics.com/ga.js'; var s = document.getElementsByTagName('script')[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s); })(); </script> <script type="text/javascript"> window.google_analytics_uacct = "UA-26808115-1"; </script>