Media Indonesia, Selasa, 07 Desember 2004 12:16 WIB
NUSANTARA
Nelayan Resah, Pencemaran Teluk Dalam Ambon Makin Parah
AMBON--MIOL: Para nelayan di beberapa desa di sekitar Kecamatan Teluk Ambon
Baguala, Kota Ambon, mulai resah akibat tingkat pencemaran air laut di teluk itu
yang semakin parah.
"Kejadian ini sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada perhatian dari
pemerintah daerah untuk mengatasinya terutama pemindahan kapal-kapal yang
berlabuh di laut Teluk Dalam Ambon ke pelabuhan Yos Soedarso, Ambon.
Pencemaran air laut selain merusak habitat laut, juga mengganggu kegiatan
pemeliharaan ikan keramba yang dilakukan sejumlah nelayan laut, kata beberapa
kepala desa (Kades) kepada tim dari DPRD Kota Ambon saat melakukan
kekunjungan ke ke kecamatan itu.
Ruben Rikumahu, Kades Desa Latta menjelaskan, selain mengganggu keramba para
nelayan, akibat pencemaran ikan sekarang sulit ditangkap dengan pancing, karena
mungkin ikan sudah tak ada lagi di Teluk Ambon atau pindah ke tempat lain yang
lebih aman.
Karena itu mereka minta perhatian pihak dewan Kota agar bisa melakukan koordinasi
dengan pemda terutama pihak Lantamal VIII Ambon untuk mengatasi masalah ini.
"Pencemaran air laut di teluk dalam Ambon ini diakibatkan tumpahan minyak dari
sejumlah kapal yang berlabuh di laut itu dan kegiatan pengisian bahan bakar di
kawasan tersebut," katanya.
Anggota Tim DPRD, Jance Wenno pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan
menyampaikan keluhan rakyat ini supaya pihak-pihak yang bersangkutan bisa
mengambil langkah-langkah penanganan yang tepat, sehingga tidak merugikan
nelayan yang mencari nafkah di situ.
Pemda sebenarnya bisa melakukan koordinasi dengan TNI-AL supaya paling tidak
kapal-kapal yang berlabuh di situ tidak menimbulkan penceraman di laut, kata Jance
yang juga Ketua DPD II Golkar Kota Ambon.
"Kami akan meminta pemda untuk menindaklanjuti hal ini, karena menurut para
nelayan pencemaran terjadi akibat tumpahan minyak dari kapal-kapal yang mengisi
bahan bakar di kawasan itu," katanya. (Ant/O-1)
Copyright © 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
|