The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

SUARA PEMBARUAN DAILY


SUARA PEMBARUAN DAILY, 04 Desember 2004

Gorontalo Siaga Satu, Wali Kota Dituntut Mundur

GORONTALO - Buntut bentrokan antara mahasiswa dan sekelompok massa di Kota Gorontalo, yang terjadi Kamis (2/12), yang berpangkal pada pembongkaran sebuah rumah makan milik dosen, makin luas.

Ribuan mahasiswa dan masyarakat dari berbagai elemen yang kembali melakukan aksi unjuk rasa Jumat (3/12) dengan aksi konvoi di jalan-jalan mendatangi Dewan Kota Gorontalo. Di sana, mereka sempat membakar ban-ban bekas dan berorasi menuntut Wali Kota Medi Botutihe untuk mundur dari jabatannya.

Berbagai upaya perdamaian yang dilakukan berbagai pihak, termasuk Gubernur Gorontalo Ir Fadel Muhammad, belum membuahkan hasil. Hal ini juga membuat Gubernur Fadel menyatakan Gorontalo Siaga Satu.

"Konflik yang terjadi meluas biasanya berawal dari hal-hal kecil. Saya tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan situasi sekarang ini. Sehingga kita perlu lebih waspada. Dan saya juga minta agar semua pihak bisa menahan diri jangan membuat keributan di Gorontalo ini," ujar Fadel di hadapan peserta workshop "Pemberdayaan Peran Daerah Dalam Kerja Sama Sub Regional" yang diadakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jumat di kantor gubernur.

Gubernur juga perlu mengumpulkan semua pihak yang terkait serta alim ulama untuk ikut menenangkan situasi memanas.

Hasil pertemuan yang dilangsungkan Jumat malam di rumah dinas gubernur dihadiri wakil gubernur Ir Gusnar Ismail, Kajati Gorontalo Ichsan Kawanto, Kapolda Kombes Pol Suhana Heriyawan, Rektor Universitas Negeri Gorontalo DR Ir Nelson Pomalinggo, Walikota Medi Botutihe dan para rektor se-Gorontalo.

Pertemuan itu mengeluarkan imbauan agar semua pihak menahan diri dan masing-masing tidak mengerahkan massa. Disamping juga ditetapkan Gorontalo siaga satu. Gubernur telah minta bantaun TNI AD yang bertugas di Manado dan Makassar. Sabtu pagi ini, terlihat sejumlah perwira sudah berada di Gorontalo.

Bentuk Tim

Dari hasil pertemuan juga memutuskan Polda Gorontalo untuk membentuk tim pengusutan dan akan membawa kasus ini secara hukum untuk mengidentifikasi pengrusakan dan penyerbuan kampus oleh massa.

Walikota Medi sendiri kemudian menyatakan permintaan maafnya atas pernyerbuan yang mengakibatkan kerusakan kampus UNG oleh massa. Dia menyatakan, bertanggung jawab dan mengganti semua biaya kerusakan.

Namun upaya Islah yang diharapkan oleh banyak pihak tampaknya ditolak oleh rektor UNG Nelson. Dia berharap kasus ini tetap diselesaikan secara hukum.

Namun, rektor juga mengatakan akan membongkar rumah makan Terminal Gizi yang menjadi pokok persoalan.

Selain itu, rektor menyesalkan kelambanan pihak aparat kepolisian menangani kasus ini, karena jika aparat lebih cepat tiba di lokasi kejadian aksi pengrusakan kampus tidak akan terjadi.

Kapolda Gorontalo, Kombes Suhana menyatakan, permintaan maafnya atas kelambanan itu. Namun, dia berkilah karena pihaknya selalu dihadang mahasiswa jika ingin melakukan pengamanan.

Pertemuan di rumah dinas gubernur dihadiri pula ribuan massa yang berkumpul dan memenuhi jalan-jalan di sekitar rumah dinas. Petugas setempat terpaksa menutup sejumlah ruas jalan.

Sementara itu, aksi penyerangan kampus UNG oleh sekelompok massa pendukung Walikota Medi mendapat kecaman dari banyak pihak. Bahkan pimpinan perguruan tinggi se-Gorontalo telah menyatakan solidaritasnya untuk mendesak wali kota mundur dari jabatannya.

Wali kota sendiri dengan tegas telah menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya. (132)


Last modified: 04/12/04
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/koedamati
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044