The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

SUARA PEMBARUAN DAILY


SUARA PEMBARUAN DAILY, 17 Desember 2004

Polda Sulteng Sebarkan Sketsa Wajah Tersangka Pelaku Peledakan

PALU - Polda Sulawesi Tengah dijadwalkan Jumat (17/12) ini mulai menyebarkan sketsa wajah beberapa orang yang diduga sebagai pelaku peledakan bom dan penembakan di Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Immanuel serta penembakan di GKST Anugerah Masomba, Palu, pada Minggu (12/12) malam.

"Sketsa itu akan kita sebarkan di wilayah Sulteng dan diharapkan warga yang mengetahui keberadaan mereka segera melapor ke polisi atau kirim pesan via SMS ke hand phone saya di nomor 0811892399 atau 0811455323," ujar Kapolda Sulteng Brigjen Pol Aryanto Sutadi saat dihubungi wartawan seusai memimpin pertemuan tertutup dengan tim Komisi III DPR di Mapolda Sulteng, Kamis (16/12) malam.

Dikatakan, ahli sketsa dari Mabes Polri didatangkan khusus untuk membuat sketsa wajah pelaku yang ciri-cirinya berhasil diitenfikasi dari keterangan para saksi korban dan yang melihat langsung kejadian tersebut.

Dalam upaya pengusutan kasus ini, saksi yang diperiksa bertambah dari 15 menjadi 18 orang. Di antara saksi itu terdapat empat orang yang diduga sempat disuruh para pelaku untuk melemparkan bom ke arah salah satu gereja tersebut dengan mendapat imbalan.

"Tapi, gereja mana yang disuruh dilempari, saksi belum menyebutkan dan semua ini masih dalam pengembangan penyelidikan kita," ujarnya.

Ulah Teroris

Di tempat yang sama, Ketua Komisi III A Teras Narang mengatakan, aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Poso atau pun Palu semata-mata ulah para teroris yang selalu ingin memancing agar terjadi kerusuhan di kedua wilayah ini.

"Warga masyarakat di Poso maupun Palu sangat menyadari hal itu dan karenanya mereka meminta aparat keamanan bisa segera mengungkap siapa sebenarnya pelaku pengacau keamanan itu," kata Teras Narang kepada wartawan.

Teras bersama enam anggota Komisi III lainnya berkunjung ke Palu dan Poso Senin sampai Jumat (13-17/12) menyusul peledakan bom dan penembakan dua gereja di Palu.

Menurut Teras, dalam pertemuannya dengan para tokoh agama dan masyarakat di kedua wilayah ini warga sepakat bahwa sistem intelijen aparat kepolisian lemah, sehingga berbagai penembakan dan peledakan bom yang menimbulkan korban begitu mudahnya terjadi.

"Saya setuju bahwa sistem intelijen aparat kita lemah dan untuk itu harus dilakukan operasi intel terpadu oleh aparat kepolisian dan aparat terkait lainnya," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dalam pertemuan dengan pemerintah dan tokoh masyarakat Poso, Teras mengatakan, warga di daerah itu meminta diterbitkan instruksi presiden (Inpres) untuk mengatur upaya rehabilitasi sarana dan prasarana akibat konflik berkepanjangan (sejak 1998) tersebut.

"Semua masukan yang kita peroleh dalam pertemuan dengan masyarakat di Poso dan Palu akan kita sampaikan dalam rapat paripurna DPR dan menjadi bahan bagi tim Pansus penyelesaian konflik Poso yang segera akan dibentuk DPR," katanya.

Teras juga meminta aparat Polri untuk meningkatkan pengamanan khususnya menghadapi Natal dan Tahun Baru. (128)


Last modified: 17/12/04
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/koedamati
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044