SUARA PEMBARUAN DAILY, 24 Desember 2004
Dua Warga Poso Diserang
PALU - Aksi kekerasan kembali menimpa warga di Poso, Sulawesi Tengah.
Sasarannya kali ini Pdt Joni Tegel (40) dan rekan sepelayanannya, Jemi Tambalino
(21), dari Gereja Pantekosta, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten
Poso.
Kedua korban Jumat (24/12) pagi diserang orang tak dikenal dalam perjalanan ke
Desa Pantangolembah, Poso Pesisir (15 km dari Masani). Akibat serangan itu, Joni
terkena bacokan parang di lengan kanannya yang nyaris putus serta dagunya.
Sedangkan rekannya, Jemi, dibacok pada bagian bahu dan pelipis kanannya. Pada
saat itu warga yang kebetulan lewat langsung melarikan kedua korban ke RSU Poso.
Sampai berita ini diturunkan, kedua korban dirawat RSU Poso.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Joni dan Jemi pada Jumat pagi sekitar
pukul 06.00 Wita dengan mengendarai dua sepeda motor berangkat ke
Pantangolembah untuk mengembalikan salah satu sepeda motor yang mereka pinjam
dari warga setempat. Tiba-tiba di tengah jalan yang sepi dan berhutan-hutan
keduanya diserang oleh orang tak dikenal.
Joni yang mengendarai motor paling depan lebih dahulu diserang dengan parang. Joni
menangkis serangan tersebut dengan lengannya, namun sabetan parang yang tajam
menyebabkan ia langsung jatuh dan lengan kanannya nyaris putus. Pelaku juga
membacok bagian dagu Joni.
Pada saat yang bersamaan, Jemi yang berada di belakang Joni, langsung diserang
dengan parang dan mengenai pelipis kanan serta bahunya.
Direktur Lembaga Pengembangan Studi & Hak Asasi Manusia (LPSHAM) Sulteng,
Syamsul Alam Agus, yang berada di Poso saat dihubungi Jumat pagi membenarkan
kejadian tersebut.
Menurutnya, luka kedua korban parah dan petugas medis di rumah sakit itu sedang
berupaya menolongnya.
Menurut Alam, Joni dan rekannya Jemi Jumat pagi itu memang hendak ke
Pantangolembah membawa sepeda motor. (128)
Last modified: 24/12/04
|