Melawan Kanker :: Prinsip Pertama -- Kenali Musuh Anda ::
Melawan Kanker
Pengantar
Pendahuluan
Kisah Peperangan
Sebuah 'Kekeliruan Negatif'
Beralih ke Nutrisi
Prinsip Pertama - Kenali Musuh Anda
Apa Kanker Itu?
Apa Penyebab Kanker?
Sistem Kekebalan Anda
Strategi Pengobatan
Prinsip Kedua - Putuskan Jalur Pasokan Musuh
Pembersihan Internal & Detoksifikasi
Enema
Koloniks
Puasa Juice
Prinsip Ketiga - Bangunlah Kembali Sistem Pertahanan Alamiah Anda
Menjadi Vegetarian
Menemukan Alergi Makanan
Lemak
Olah Raga
Prinsip Keempat - Ikutsertakan Balabantuan
Vitamin
Mineral
Pasukan Lainnya
Prinsip Kelima - Pertahankan Semangat
Menolak Berperan Sebagai Korban
Menemukan Humor
Prinsip Keenam - Pilihlah Pertolongan Profesional Anda Secara Seksama
Bidang-Bidang & Filosofi
Menjadi Rekan Seperjuangan
Teman-Teman Tetap Terlibat
Mendukung Orang-Orang Yang Menolong
Apendiks A
Apendiks B

 

 

Melawan Kanker

Anne E. Frahm & David J. Frahm

Bab 2: Prinsip Pertama -- Kenali Musuh Anda

Pada artikel utama terbaca, "Seorang lelaki didakwa membantu ibunya bunuh diri." Kisah itu menceritakan perincian yang tragis dari seorang lelaki setempat yang memberi ibunya sebuah pistol sehingga ia dapat bunuh diri. Alasannya? Seolah-olah dia telah didiagnosa menderita kanker hati.

Kanker adalah penyakit yang sangat "misterius" sehingga kita semua akan menyilangkan jari dan berharap kita tidak pernah kena, namun di sinilah kekeliruan kita. Ketika kita pertama kali didiagnosa, kebanyakan dari kita tidak tahu banyak tentang kanker atau apa penyebabnya. Kita hanya tahu bahwa banyak orang kelihatan terkena kanker dan mati. Sebenarnya, statistik yang ada mengungkapkan bahwa satu dari tiga orang di Amerika Serikat akan menderita penyakit ini. Kanker adalah pembunuh kedua setelah penyakit jantung, sedang mengancam untuk menjadi nomor satu.

Pemberitahuan bahwa anda mengidap kanker memang membuat shock, tapi bila diagnosa itu disertai ramalan seorang dokter tentang hari kematian anda, teror yang dahsyat dimulai. Dokter dari wanita di dalam artikel surat kabar tadi telah memberitahu bahwa waktu hidupnya tidak lebih dari sebulan. Putus asa dan dihancurkan oleh ketakutan terhadap kematian yang menyengsarakan, dia menangani situasi dalam satu-satunya cara yang dia tahu.

Saya telah mengalami kedalaman emosi ketika diberitahu bahwa kematian sedang berkeliling di sudut ruangan. Saya merasakan frustasi dan putus asa berat akibat diberitahu anda akan mati dan tidak banyak lagi yang dapat dilakukan seseorang terhadapnya. Saya berduka atas kenyataan bahwa saya mungkin tidak dapat melihat anak-anak saya bertumbuh, bahwa hari Natal mendatang mungkin adalah yang terakhir, bahwa suami saya akan tinggal sendirian. Penyakit saya adalah kanker stadium-empat yang telah menyebar luas, yang terparah. Saya tidak melalui tekanan emosi itu.

Namun biarlah saya memastikan anda bahwa kanker tidak perlu dipertimbangkan sebagai kalimat kematian yang otomatis -- tidak perduli betapa jeleknya yang anda rasakan, tak peduli betapa tidak menyenangkannya prognosis anda. Keberhasilan saya melawan penyakit ini bukanlah satu-satunya kasus. Banyak orang yang telah berjuang kembali mendapatkan kesehatannya. Banyak orang yang menaklukkan penyakit ini dengan cara ajaib. Anda dapat menangani situasi anda dengan cara-cara yang akan membantu tubuh anda memenangkan perang. Kanker adalah suatu penyakit degeneratif, dan penyakit-penyakit degeneratif dapat disembuhkan. Masalahnya selalu terlalu cepat menyerah!

Tentu saja tidak ada seorangpun yang dapat memberi anda jaminan bahwa anda akan berkemenangan. Hidup tidaklah seperti itu. Masing-masing tubuh itu unik; setiap situasi berbeda. Tebalnya buku ini bersangkutan dengan proses pembangunan kembali berdasarkan detoksifikasi dan nutrisi yang berhasil saya lalui. Apakah hasilnya akan sama atau tidak bagi anda benar-benar tergantung pada kondisi sistem metabolik anda, terutama hati anda, dan kemampuan akhir tubuh anda untuk mendayagunakan mutrien bagi kesembuhan--diri (tubuh telah didesain untuk itu).

Sayang sekali saat ini di sejarah medis, banyak pasien kanker tidak kembali ke terapi nutrisional sampai semua yang disebut pilihan "konvensional" telah tersingkir. Acap kali pembedahan yang merusak, radiasi, dan kemoterapi yang dilakukan waktu itu begitu merusakkan organ-organ vital mereka sehingga sistem-sistem tubuh mereka tidak mampu lagi untuk merespon stimulasi "kesembuhan--diri" yang menyenangkan. Tetapi anda tidak akan pernah tahu. Saya berada di sini sebagai satu kesaksian dari potensi terapi nutrisional untuk membantu mengembalikan kesehatan bahkan terhadap hal yang paling buruk sekalipun.

Jelaslah saya tidak dapat memberi anda sebuah formula ajaib untuk mengalahkan kanker. Apa yang dapat saya berikan adalah bahan-bahan untuk kesempatan berperang. Bahan pertama adalah harapan-harapan bahwa peperangan ini bukannya mustahil. Jika itu telah terjadi pada saya, penyakit itu telah pergi, mungkin itu juga akan terjadi pada anda. Bahan kedua adalah informasi penting dari para ahli kanker yang mungkin tidak anda waspadai -- informasi yang memiliki potensi untuk menolong anda membantu tubuh anda memenangkan perangnya. Jika saja anda menambah kemauan untuk melakukan apa saja, mungkin anda akan mendapatkan hasil positif, seperti yang saya dan banyak orang lain dapatkan. Layak anda upayakan, bukan?

Di dalam peperangan, semakin baik anda mengetahui lawan anda, semakin besar kemungkinan anda mengalahkannya. Hal yang sama juga berlaku dalam memerangi kanker. Semakin baik informasi anda tentang penyakit ini, semakin besar kemungkinan memenangkannya. Dengan hal itu di kepala, mari kita lihat apa yang para pakar katakan tentang kanker -- apa kanker itu, apa yang menyebabkannya, dan strategi macam apa yang paling masuk akal dilakukan untuk menyembuhkannya.

Meskipun demikian, anda perlu tahu bahwa selama otopsi diketemukan bahwa wanita itu tidak menderita kanker apapun, melainkan suatu infeksi -- kantong-kantong nanah dalam hatinya. Sepertinya dia mengalami salah -- diagnosa oleh dokternya. Dengan perhatian medis yang tepat mungkin keadaannya akan sudah sembuh. Kadang-kadang rintangan terbesar untuk mendapatkan kembali kesehatan anda adalah kesalahan informasi pada masalah anda. Bacalah bab ini baik-baik.

Apakah Kanker Itu?

 

S i t u s - L a i n :

Edi Cahyono's Experience
Nur Rachmi's World
Semsar Siahaan's Gallery
Oey's Renaissance
George Grosz
Satu Mei
Yayasan Penebar Page
Political-Economy Page
<<Previous  ||  Next>>