Melawan Kanker :: Menjadi Vegetarian ::
Melawan Kanker
Pengantar
Pendahuluan
Kisah Peperangan
Sebuah 'Kekeliruan Negatif'
Beralih ke Nutrisi
Prinsip Pertama - Kenali Musuh Anda
Apa Kanker Itu?
Apa Penyebab Kanker?
Sistem Kekebalan Anda
Strategi Pengobatan
Prinsip Kedua - Putuskan Jalur Pasokan Musuh
Pembersihan Internal & Detoksifikasi
Enema
Koloniks
Puasa Juice
Prinsip Ketiga - Bangunlah Kembali Sistem Pertahanan Alamiah Anda
Menjadi Vegetarian
Menemukan Alergi Makanan
Lemak
Olah Raga
Prinsip Keempat - Ikutsertakan Balabantuan
Vitamin
Mineral
Pasukan Lainnya
Prinsip Kelima - Pertahankan Semangat
Menolak Berperan Sebagai Korban
Menemukan Humor
Prinsip Keenam - Pilihlah Pertolongan Profesional Anda Secara Seksama
Bidang-Bidang & Filosofi
Menjadi Rekan Seperjuangan
Teman-Teman Tetap Terlibat
Mendukung Orang-Orang Yang Menolong
Apendiks A
Apendiks B

 

 

Melawan Kanker

Anne E. Frahm & David J. Frahm

Menjadi Vegetarian

Saya mengerti apa yang sedang anda pikirkan, dan anda benar. Jika anda mengadopsi cara makan ini anda akan menjadi salah seorang yang demikian: seorang vegetarian (menggigil). Tidak benar bahwa para vegetarian selalu "orang-orang aneh" berambut panjang yang berbau dupa, sepertinya mereka belum pernah melihat matahari, dan meluangkan waktu bebas mereka dengan menyanyikan mantra-mantra. Juga tidak benar bahwa menjadi seorang vegetarian itu identik dengan menjadi seorang aktivis hak asasi hewan. Saya menyukai hewan sebagai kawan, namun saya tidak anti memakan sapi, ayam, babi, dan ikan -- tidak satu pun kecuali lemak, protein, bahan-bahan beracun, pestisida, dan hormon-hormon pertumbuhan yang tidak diinginkan di dalam daging akibat praktek-praktek produksi era-modern.

Suatu diet vegetarian dapat sangat memuaskan, bahkan untuk orang-orang seperti saya yang tumbuh dengan bisnis McDonald. Triknya adalah mengenali berbagai ragam makanan nabati yang Tuhan taruh ke dalam dunia kita, lalu bekerja keras menyatukan mereka bersama secara kreatif ke dalam masakan-masakan yang membangkitkan selera. Selain itu, sekali anda melakukan ini, tempat perbelanjaan makanan dan minuman akan anda datangi. Sebagian besar waktu akan anda luangkan di satu ruang tempat mereka menyimpan semua makanan hidup itu. Tidak, bukan wadah lobster! Jenis yang salah dari makanana hidup. Saya sedang berbicara tentang ruangan memproduksi.

Harus saya akui bahwa berganti ke diet vegetarian perlu beberapa yang harus dikerjakan. Saya berbohong jika saya mengatakan itu mudah. Bukan saja saya harus mengubah selera saya, tetapi juga memerlukan pemikiran kreatif untuk membuat berbagai menu saya yang baru. Namun demikian, beberapa bagian proses itu memerlukan kreatifitas yang lebih sedikit daripada bagian lainnya. Makan pagi, misalnya, dengan diet "makanan hidup" adalah mudah. Hanya segelas juice apel segar yang baru dibuat dengan sepotong lemon atau sepotong buah segar. Saya terus memakan buah selama pagi hari ketika saya lapar. Makan siang, juga, mudah. Beberapa campuran sayuran berwarna hijau yang masih mentah dan sayur-sayuran lainnya dibuat menjadi gundukan salad yang beraneka warna. Saya dan suami saya telah menjadi ahli pembuat salad yang kreatif. Wortel atau juice sayuran lain yang baru dibuat (segar) adalah makanan ringan siang hari yang lezat!

Makan malam? Itu adalah hal lain. Membutuhkan waktu yang sangat lama, saya berjuang dengan apa yang akan disiapkan untuk makan malam yang berkualitas sebagai makanan hidup. Telah menjadi tradisi makan malam di rumah kami adalah makan besar, saat di mana makanan-makanan sebagian besar harus sudah harus dimasak sebelum mulut-mulut yang lapar itu melahap. Demi mempertahankan kebiasaan makanan hidup untuk makan-malam saya mulai membuat set menu saya sendiri. (Anda akan menemukan di dalam apendiks A.) Saya akui, ada beberapa elemen makanan tidak hidup -- kentang bakar, misalnya. Tetapi saya menemukan bahwa dengan menjaga masukan harian saya secara keseluruhan yaitu dengan rasio sekitar delapan puluh dan dua puluh -- 80 persen makanan mentah, 20 persen sudah dimasak (atau lebih baiknya, ditim sebentar) -- berjalan dengan baik.

Bagaimana dengan Protein dan Kalsium?
Ketika saya menulis buku ini, saya telah dibanjiri permintaan akan salinan dan manuskrip yang baru selesai sebagian. Orang-orang mendengar kisah saya dan bertanya untuk masukan mengenai apa yang saya lakukan secara nutrisional. Walaupun latar belakang dan pengalaman kesehatan mereka begitu beragam, pertanyaan mereka sama ketika bertanya tentang diet "makanan hidup." "Kalau saya tidak makan daging, bagaimana saya memperoleh protein?" dan "Kalau saya tidak minum susu, bagaimana saya memperoleh kalsium?"

Seperti kebanyakan orang, saya tumbuh besar dengan pemikiran bahwa manusia perlu makan banyak daging agar menjadi sehat. Bagaimana pun protein di dalam daging mempunyai reputasi sebagai "nutrien super," yang mampu membantu orang-orang yang tidak bisa melompati gedung tinggi dalam sekali loncatan. Semakin banyak protein hewani yang anda makan, semakin kuatlah anda dan anda akan semakin sehat. Hanya ketika saya menjadi terlibat di dalam nutrisi melalui kanker, saya mempelajari betapa saya mengalami misinformasi yang berakibat mengerikan. Inilah yang saya pelajari.

Pertama, tubuh kita sendirilah yang membangun proteinnya sendiri dari makanan-makanan yang kita makan. Apakah itu produk-produk hewani atau produk-produk nabati yang dimakan, tubuh kita pertama-tama harus memecah mereka menjadi asam-asam amino, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan protein manusia. Dengan kata lain anda tidak secara otomatis memperoleh protein yang dapat digunakan dengan memakannya. Semuanya tergantung pada kemudahan produk makanan tadi untuk dipecah menjadi komponen-komponen asam amino.

Ada dua puluh tiga macam asam amino, lima belas di antaranya dapat dihasilkan di dalam sistem kita. Delapan lainnya -- yang sering dianggap sebagai asam amino "esensial" -- harus berasal dari diet kita. "Jika anda makan buah-buahan apa pun, sayuran, kacang, biji-bijian, atau kubis pada dasar reguler, anda menerima semuaasam-asam amino yang perlu bagi tubuh anda untuk membangun protein yang dibutuhkan." Lengkap.

Tidak diragukan bahwa ada begitu banyak kabar yang anda terima seperti yangsaya alami. Saya selalu mengira bahwa kita perlu memakan makanan yang banyak proteinnya untuk memperoleh protein. Kunci sesungguhnya adalah jumlah asam amino yang terdapat di dalam makanan. Tebaklah makanan mana yang paling mudah dicerna tubuh anda dan mengandung kadar asam amino yang dapat digunakan paling besar -- produk-produk hewani atau nabati? Jika sekarang anda bisa melihat saya mengarah ke mana dan anda menebak produk-produk nabati, anda betul.

Makanan-makanan berikut dari kerajaan tumbuh-tumbuhan yang mengandung ke delapan asam amino esensial: pisang, buncis, kubis Brussel, kol, wortel, kembang kol, jagung, mentimun, eggplant, kale, kacang-kacangan, okra, kacang polong, kentang, wijen, labu siam, biji bunga matahari, kentang manis, dan tomat. Memasukkan makanan ini ke dalam diet vegetarian akan membantu memastikan bahwa tubuh anda mendapat asam-asam amino esensial untuk memproduksi semua protein yang anda perlukan.

Kebenarannya adalah bahwa jelas tidak mungkin mengalami defisiensi protein, bahkan pada sebuah diet vegetarian yang sangat ketat. Namun, ini kebanyakan, kalau bukan semua, berhubungan langsung dengan apa yang anda dengar tentang protein. Seperti saya, anda telah dijuali sebuah daftar barang-barang oleh asosiasi daging dan susu dan juga mereka orang-orang yang dipengaruhinya. "Anda lebih baik meminum susu dan makan daging sapi," mereka menjawab, "Atau anda akan tamat sebagai orang yang lemah dengan berat sembilan puluh tujuh pon."

Anda butuh referensi? Edwin Moses menentang pendapat itu. Seorang pemenang medali emas Olimpic yang bertanding dalam lari-gawang 400 meter selama delapan tahun tanpa kalah satu perlombaan pun adalah seorang vegetarian. Dave Scott, juga seorang vegetarian, memenangkan triatlon Hawaii Ironman (Manusia Besi Hawai) dengan rekor empat kali. Dia dikenal sebagai atlit triatlon terbesar di dunia. Dalam Diet for a New America, pengarang John Robbins melukiskan beberapa penelitian laboratorium yang membandingkan kekuatan dan daya tahan orang-orang pemakan daging dan vegetarian. Hasilnya memperlihatkan bahwa para vegetarian dua atau tiga kali lebih kuat. Lebih kuat! Bayangkan itu!

Pada suatu diet vegetarian tubuh anda mampu memproduksi protein yang anda butuhkan. Di saat yang sama anda menghindari semua lemak dan protein berlebihan yang terdapat dalam produk-produk hewani, dan menambahkan serat pada diet, seperti memotong asupan garam, dan sebagian besar yang anda makan akan membantu menjaga sistem alkali (subyek ini dibahas di bagian akhir bab ini). Biarlah saya merekomendasikan bacaan Fit for Life oleh Harvey dan Marilyn Diamond. Mereka memiliki bab yang sangat baik yang pernah saya baca tentang protein! Itu benar-benar akan membukakan mata anda.

Anda berkata, "Oke, oke, jadi saya dapat memperoleh semua protein yang saya butuhkan dari suatu diet vegetarian. Tapi bagaimana dengan kalsium? Tidakkah saya perlu 'juice susu sapi' untuk menjaga tulang saya tetap kuat? Bukankah susu makanan yang sempurna?"

Ya, jika susu itu berasal dari ibu kita. Namun apa yang berasal dari si sapi tua Donna, itu hal lain. "Tubuh manusia mempunyai daya adaptasi yang luar biasa, tapi susu sapi tidak begitu saja didesain untuk manusia," ungkap Diamond. Fakta membuktikan, "Lebih dari 98% populasi menderita intoleransi laktosa." Pada usia tiga atau empat tahun sebagian besar dari kita telah kehilangan enzim yang disebut laktase yang dipakai tubuh kita untuk memecah laktosa di dalam susu.

Anda akan ingat apa yang saya katakan di bab sebelumnya tentang apa yang terjadi di dalam tubuh bila kita mengkonsumsi produk-produk susu: Kita mengeluarkan simpanan-simpanan kalsium tubuh kita. Susu dan keju sangat mengasamkan sistem-sistem di tubuh kita. Untuk mengimbangi efek ini, tubuh kita mengkompensasi dengan mengalkalisasinya dengan kalsium dari tulang-tulang kita. Sumber kalsium yang jauh lebih baik adalah biji wijen mentah yang disiramkan ke atas salad kita. Sumber kalsium yang baik lainnya adalah lumut laut, dulse, semua sayuran hijau, buah ara, kurma, dan buah prun.

Catatan mengenai kacang (nuts): kacang mentah, bukan saja sumber kalsium yang luar biasa tetapi juga sumber protein, yang nutrien-nutriennya dalam bentuk terkonsentrasi sehingga mereka membutuhkan sejumlah besar energi metabolik untuk dicerna. Dalam tahap pembangunan kembali, sistem pencernaan saya membutuhkan istirahat. Sehingga, nutrisionis saya tidak memasukkannya dalam diet pembangunan kembali. Ketika saya akhirnya mencapai titik di mana kanker saya lenyap, barulah saya boleh memakannya.

Menemukan Alergi Makanan

 

S i t u s - L a i n :

Edi Cahyono's Experience
Nur Rachmi's World
Semsar Siahaan's Gallery
Oey's Renaissance
George Grosz
Satu Mei
Yayasan Penebar Page
Political-Economy Page
<<Previous  ||  Next>>