Menghias Tanah Liat
Skenario Ngarto Februana


KAMPUNG EDU: "BELAJAR MENGHIAS TANAH LIAT"
 

CATATAN:

 

 

 

Pada scene awal ini, kita buat adegan menarik, untuk mengikat perhatian penonton. Tidak langsung Paman memberikan penjelasan bagaimana bikin hiasan dari tanah liat. Tapi, bagaimana Agas bertingkah atraktif ketika berjalan ke rumah Paman dan di saat mengundang teman-temannya ke rumah Paman.

 

 

Pada layar terlihat Agas dan Paman Siga. Karena itu, kamera Long Shoot.

 

 

 

 MS di sini, pada layar hanya tampak Paman Siga yang tengah menggenggam sebongkah tanah liat.

 

 

 

 

 

 

 

MS saat Agas bangkit, tampak tubuh Agas utuh pada satu layar. Kemudian beralih ke LS saat Agas menghampiri Paman Siga: Paman Siga dan Agas tampak pada layar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat Kimbo keluar rumah, lalu menguap, pada saat bersamaan terdengar (OS) suara Agas, tapi sosok Agas tak tampak di layar.

 

 

Begitu juga ketika Kinci keluar rumah, terdengar suara Agas (Off Screen).

 

 

 

 

 

Buat adegan ini lucu dan menarik. Walaupun cuma adegan berjalan menuju rumah Paman Siga, agar menarik, adegan ini dibuat lucu.


Mereka terus berjalan, ketika Kinci bertanya pada Agas, bisa juga ditampakkan TWO: Agas dan Kinci. Sedangkan yang lain tak ditampakkan pada layar, tapi dengan tetap berjalan. Padukan dengan CU Agas dan CU Kinci saat masing-masing ngomong.

 

 

 

Di sini bisa ditampakkan Kinci dan Domdom, ketika Kinci bertanya pada DOmdom. Kemudian beralih, TWO Kinci dan Domdom, Domdom dan Kimbo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari LS ke MS tiap-tiap anak. LS pada bagian ini terlihat semuanya. Beralih ke MS tiap-tiap anak untuk menunjukkan masing-masing berkreasi tapi durasinya singkat saja. Baru kemudian adegan celoteh dan ledek meledek sambil bikin hiasan tanah liat. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



OPENING
BUMPER

SEQUENCE 1

01. EXT. - RUMAH PAMAN SIGA - PAGI

LS. Di halaman rumah Paman Siga, ada gundukan tanah liat. Paman Siga tengah mengumpulkan tanah liat membentuk bukit kecil.

LS. IN FRAME Agas berjalan di halaman rumah Paman Siga, sambil menggerak-gerakkan badannya layaknya senam.

MS. AGAS
(Sambil menggerak-gerakkan badan--kebiasaan Agas--, dan terus berjalan)
Satu, dua, satu, dua, satu, dua. Senam pagi, badan sehat.

CUT TO

CU. Paman Siga melihat ke arah Agas.

CUT TO

LS. AGAS
(Melihat ke arah Paman Siga yang sedang mengumpulkan tanah liat)
Hai, Paman Siga. Selamat pagi. Lagi ngapain, Paman? Kayaknya asyik banget?

CUT TO

CU. PAMAN SIGA
Oh, Agas. Paman sedang ngumpulkan tanah liat.

CU. AGAS
Untuk apa? Paman ada-ada saja?

MS. PAMAN SIGA
(Sambil menggemgam sebongkah tanah liat dan ditunjukkan kepada Agas)
Bikin prakarya. Tanah liat dibikin hiasan.

CU. AGAS
(Sambil menggerak-gerakkan kedua tangan ke atas, dengan jempol diacungkan)
Cuhuiik. Asyiik. Bikin hiasan dari tanah liat!

LS. Saking girangnya, Agas berlari menghampiri gundukan tanah. Tapi karena ada ceceran tanah liat, ia terpeleset dan jatuh terduduk. CU. Agas meringis merasakan bokongnya yang sakit.

CUT TO

CU. PAMAN SIGA
(Malah tertawa melihat tingkah Agas)

Ha ha ha. Hati-hati, Agas, tanah liat licin.

CU. AGAS
(Meringis, sambil mengelus-elus pantatnya yang sakit)
He he he, cuma terpeleset. Nggak apa-apa.

MS. Agas bangkit.

LS Agas menghampiri Paman Siga.


MS. AGAS
Paman, boleh, dong, kita dijarin.

CU. PAMAN SIGA
Tentu. Paman akan ajari membentuk tanah liat jadi sesuatu yang bagus.

CU. AGAS
Kalau begitu, Agas panggil teman-teman.

LS. Agas langsung membalikkan badan, dan berlari dengan girangnya untuk memanggil teman-temannya. OUT FRAME.

CUT TO

02. EXT. - JALANAN DI KAMPUNG EDU - PAGI

LS. Kampung Edu dari kejauhan, tampak rumah Kinci, rumah Doko, rumah Kimbo.

LS. IN FRAME. Agas berlari-lari kecil, di jalanan.

MS. Agas berhenti di dekat rumah Kimbo.

CUT TO

CU. AGAS
(Dengan kedua telapak tangan membentuk corong di mulut seperti megaphone)
Hai, teman-teman! Pengumuman! Pengumuman! Semua kumpul di rumah Paman.

CUT TO

02. EXT. - RUMAH KIMBO

MS. Kimbo keluar rumah.

CUT TO

ZOOM IN MS TO CU. Kimbo menguap.

OS. AGAS
Ayo, semua kumpul di rumah Paman. Cepetan!

CU. KIMBO
(Melenguh, melihat ke depan/kamera)
Pagi-pagi begini, berisik amat. Ada apa sih? (Menguap)

CUT TO

03. EXT. - RUMAH KINCI - PAGI

MS. Kinci keluar rumah.

CU. KINCI
Ada apa dengan Paman?

OS. AGAS
Pokoknya semua kumpul!

CUT TO

04. EXT. - JALANAN DI KAMPUNG EDU - PAGI

LS. Kinci, Kimbo, Domdom, Agas berjalan. Agas berjalan paling depan. Kimbo berjalan paling belakang, karena yang paling lamban. Kinci tepat di belakang Agas.

SFX. Suara derap langkah, seperti pramuka sedang berbaris.

MS. Dengan terus berjalan, Kinci bertanya.

MS. KINCI
Kita mau ngapain di rumah Paman?

MS. AGAS
(Sambil terus berjalan, Agas menoleh ke belakang, ke arah Kinci)
Pokoknya asyik, deh. Bikin prakarya!

CU. KINCI
(Sambil terus berjalan, wajahnya girang, dengan mata terbuka lebar)
Prakarya? Bikin apaan?

CU. AGAS
(Kembali menoleh ke belakang, dengan tetap berjalan paling depan)
Tanah liat dibentuk jadi hiasan.

CU. KIMBO
(Dari barisan paling belakang, Kimbo menyeletuk)
Wah, ini kesukaanku. 

MS. KINCI
(Sambil terus berjalan, menoleh ke Domdom yang berjalan persis di belakangnya)
Kamu tahu nggak, prakarya?

MS. DOMDOM
(Domdom yang ditanya, malah menoleh ke belakang,
ke Kimbo yang berjalan paling belakang)

Kamu tahu nggak, apa itu prakarya?

KIMBO
(Sambil terus berjalan, menoleh ke belakang,
tapi tidak ada siapa pun, lantas kembali menghadap ke depan, ke Domdom)
Tahu.

CUT TO

LS. Mereka terus berjalan.

CUT TO

LS. Saat berjalan berurutan itu, Agas yang paling depan tiba-tiba berbalik ke arah teman-temannya dan berjalan mundur.

MS. Punggung Agas menubruk pohon dan ia jatuh terduduk. CU. Agas meringis.

OS. Terdengar tawa teman-temannya.

CUT TO

SEQUENCE 2

05. EXT. - HALAMAN RUMAH PAMAN - PAGI

LS. Paman di dekat gundukan tanah liat. Agas, Kinci, Kimbo, dan DomDom mengerumuni Paman Siga.

PAMAN SIGA
Nah, anak-anak, Paman akan ajari kalian bikin gerabah dari tanah liat. Bentuknya bisa macam-macam, terserah keinginan kalian.

CU. KINCI
Menyenangkan sekali. Aku pingin bikin vas bunga yang cantik!

CU. KIMBO
(Melenguh)
Aku mau bikin ember.

MS. Agas, Kinci, Domdom tertawa. Paman Siga tersenyum.

CU. KIMBO
Memangnya kenapa?

AGAS
Nggak kreatif. Masak mau bikin ember?

CU. KIMBO
Terserah aku. (Menoleh ke arah Paman) Iya, nggak, Paman?

PAMAN SIGA
Terserah pada kreativitas kalian. Nah, sekarang paman ajarin dulu.
(Menggenggam tanah liat) Begini, tanah liat ini kita kasih air. Lalu diaduk, kemudian dibentuk.

CUT TO

TWO. Kinci dan Kimbo saling berpandangan.

KINCI
(Memandang Kimbo)
Kamu ngerti, nggak?

KIMBO
(Melenguh) Ngerti.

KINCI
Coba, apa?

KIMBO
Tanah liat dibentuk jadi ember.

KINCI
Iiiih, kok, lagi-lagi ember.

CUT TO

PAMAN SIGA
(Memegang alat berupa papan berbentuk bulat yang di tengahnya ada porosnya)
Nah, ini alat untuk membentuk tanah liat jadi gerabah. Tanah liat yang sudah dikasih air ditaruh di atas, lalu diputar, sambil tanah liat kita bentuk. Mengerti, anak-anak?

CUT TO

TWO Kinci dan Kimbo.

KINCI
(Kepada Kimbo)
Kamu ngerti, nggak?

KIMBO
Ngerti.

KINCI
Ngerti apaan?

KIMBO
Tanah liat dibentuk jadi ember.

CU. KINCI
(Garuk-garuk kepala, kesal karena jawaban Kimbo selalu "ember")
Iiiih, ember lagi, ember lagi!

BACK TO PAMAN SIGA

PAMAN SIGA
Nah, setelah dibentuk, lalu dijemur. Setelah kering, barulah kita hias permukaannya dengan cat. Kalian bisa menggambar bunga, daun, atau apa saja. Gampang, kan?

CUT TO

TWO. Kinci dan Kimbo.

KINCI
(Kepada Kimbo)
Kamu ngerti, nggak?

KIMBO
(Melenguh) Ngerti. Ember dihias dengan cat.

CU. Kinci garuk-garuk kepala, sambil meringis.

BACK TO PAMAN SIGA

PAMAN SIGA
Nah, anak-anak, sekarang kita mulai.

FADE OUT

06. EXT. - HALAMAN RUMAH PAMAN SIGA

FADE IN

LS. Di beberapa tempat, masing-masing asyik dengan kegiatan membentuk tanah liat jadi macam-macam benda sesuai kreasinya.

CUT TO

MS. Kinci duduk sambil membentuk tanah liat.

CUT TO

MS. Kimbo yang lamban mengaduk-aduk tanah liat dengan tangannya.

CUT TO

MS. Agas juga asyik dengan kegiatannya: membentuk tanah liat.

CUT TO

MS. Domdom juga demikian, asyik dengan kreasinya.

CUT TO

MS. KINCI
(Sambil membentuk tanah liat, ia bersenandung)
Trala lala lili lili. Aku akan bikin vas bunga yang cantik sekali.

TWO. Kinci dan Kimbo

KIMBO
Aku akan bikin ember yang cantik sekali.

KINCI
Yang namanya ember, ya, ember.
Dihias kayak apa pun, tetap aja ember. Bikin yang lain, dong.

KIMBO
(Melenguh) Suka-suka aku.

CUT TO

AGAS
(Menimpali) Ember... mana bisa dibikin bagus.

DOMDOM
(Komentar dengan berpantun)
Beli kain di pasar Klewer. Tak ada yang lain selain ember.


LS. Semua tertawa, kecuali Kimbo.

CU. Kimbo cemberut, kayak ngambek.

CUT TO

DOMDOM
(Berpantun) Makan gudeg, campur kedondong. Jangan ngambek, dong.

KIMBO
(Tertawa, balas meledek Domdom)
Ha ha ha, lucu, lucu. Masak, makan gudeg campur kedondong?

LS. Semua tertawa.

FADE OUT

07. EXT. - HALAMAN RUMAH PAMAN SIGA

FADE IN

CAPTION: "Saatnya menjemur hasil prakarya"

LS. Kendi buatan Domdom, vas bunga buatan Kinci, mangkok buatan Agas, dan ember buatan Kimbo.

PAN (dalam CU). Kendi, mangkok, ember, dan terakhir vas bunga.

CUT TO

08. EXT. - HALAMAN RUMAH PAMAN

LS. Agas, Kinci, Kimbo, Domdom menyaksikan hasil kreasi mereka dijemur di tengah-tengah halaman.

CUT TO

CU (baiknya AERIAL/dari atas) Kendi, mangkok, ember, dan vas bunga.

CUT TO

MS. KINCI
(Menunjuk ke vas bunga)
Lihat, vas bunga buatanku paling cantik.

CUT TO

CU. Vas bunga buatan Kinci.

CUT TO

MS. AGAS
(Menunjuk ke arah mangkok buatan Agas)
Mangkok bikinanku juga bagus.

CU. KIMBO
(Melenguh, lalu menunjuk ke ember tanah liat buatannya)
Teman-teman. Lihat Ember buatanku. Bagus, kan?

CUT TO

CU. Ember buatan Kimbo.

AGAS, KINCI, DOMDOM
Ha ha ha ha, bagus apaan? Namanya juga ember.

CUT TO

MS. Agas bergerak menghampiri mangkok buatannya. Ia ingin melihat apakah sudah kering.

CU. AGAS
(Sambil mendekati mangkoknya)
Coba, kulihat apa mangkokku sudah kering apa belum?

KIMBO
(Ia menyusul, mendekati ember tanah liat buatannya)
Aku mau lihat juga, ah.

MS. Ketika Kimbo menyusul Agas, Kimbo menyenggol badan Agas, sehingga Agas hilang keseimbangan dan menyenggol vas bunga milik Kinci.

CUT TO

CU. Vas bunga hancur berantakan.

CUT TO

CU. KINCI
Yahhh, hancur, deh. Hancur.
(Menangis)
Vas bunga cantik, hancur. Hancur.

MS. Agas, Domdom, Kimbo melihat vas bunga yang hancur dengan kaget dan penuh penyesalan.

AGAS
(Kepada Kinci)
Maaf, Ci, aku nggak sengaja.

KIMBO
Aku juga minta maaf.

CU. KINCI
(Menangis) Tapi, vasku sudah hancur.

CUT TO

TWO. Agas dan Kimbo

AGAS
(Menyikut Kimbo, menyalahkan)
Kamu sih, yang nyenggol aku sampai aku jatuh.

KIMBO
Lho, kan kamu yang mecahin vas bunga Kinci.
Kok aku yang disalahin.

CUT TO

PAMAN SIGA
Sudah. Sudah. Tak perlu saling menyalahkan.
(Kepada Kimbo dan Agas) Kalian berdua salah dan harus minta maaf.

CUT TO

AGAS
Aku minta maaf, Ci. Ini kesalahan kami.

KIMBO
Aku juga minta maaf.

CU. Kinci masih menangis.

MS. Kinci meninggalkan rumah Paman, ngambek dan pulang.

CUT TO

09. EXT. - RUMAH PAMAN

AGAS
Wah, kita jadi nggak enak, deh sama Kinci.

KIMBO
Lantas, gimana lagi. Vas bunganya sudah hancur begitu.

AGAS
Ini kan nggak sengaja.

PAMAN SIGA
Begini saja. Kalian bikin vas bunga yang cantik sebagai ganti vas bunga Kinci yang rusak itu. Gimana?

AGAS
Baik. Aku setuju.

KIMBO & DOMDOM
Setuju.

CUT TO

SEQUENCE 3

10. EXT. - RUMAH PAMAN

Agas, Kimbo, dan Domdom membuat vas bunga.

AGAS
(sambil membentuk tanah liat)
Kita bikin yang paling indah.

DOMDOM
Nanti, aku yang menghias dengan cat. Aku bikin lukisan bunga.

KIMBO
(kepada Paman)
Paman, kenapa vas bunga dari tanah liat bisa hancur?

>>>>> INSERT <<<<<

KLIP PENGETAHUAN KENAPA TANAH LIAT BISA DIBENTUK & JADI HIASAN ?

BACK TO

CU. Vas bunga yang indah, dengan lukisan kembang di permukaannya.

AGAS, DOMDOM, KIMBO
Hore. Akhirnya jadilah vas bunga yang cantik. Pasti Kinci senang.

PAMAN
Nah, sekarang kalian antar ke rumah Kinci.

AGAS, DOMDOM, KIMBO
Baik, Paman. Kami segera ke sana.

FADE OUT

11. EXT. - JALANAN DI KAMPUNG EDU

LS. Agas, Domdom, Kimbo berjalan. Agas paling depan, membawa vas bunga. Domdom di belakang Agas. Seperti biasa Kimbo paling belakang.

MS. AGAS
(Sambil berjalan)
Coba, tebak, gimana Kinci nanti nerima vas ini.

DOMDOM
Pasti senang. Kan ada lukisan kembang. Dia kan paling suka lukisanku, he he he.

KIMBO
Ah, kamu, Domdom. Kinci akan lebih suka kalau kita bawakan juga ember buatanku.

AGAS
Lagi-lagi ember.

CUT TO

12. EXT. - RUMAH KINCI

LS. Agas, Domdom, Kimbo sampai di depan rumah Kinci.

AGAS
(Memanggil) Kinci, Kinci. Kami datang.

MS. Rumah Kinci. Kinci membuka pintu. Lalu menutup lagi.

KIMBO
Kinci, jangan begitu dong. Coba deh kamu lihat apa yang kami bawa.

DOMDOM
Pasti kamu senang. Coba lihat, sebentaaar saja.

CUT TO

MS. Rumah Kinci, pintu terbuka. MS. Kinci muncul di ambang pintu.

MS. Agas memperlihatkan vas bunga di tangannya kepada Kinci.

CU. Kinci membuka mata lebar-lebar. Kinci tersenyum.

MS. Kinci keluar rumah, menghampiri Agas, Domdom, Kimbo.

Agas menyerahkan vas bunga itu. Kinci menerimanya.

CU. KINCI
(Sambil menerima vas bunga dan mengagumi)
Wah, indah sekali.

KIMBO
Kamu senang, kan?

KINCI
Senang sekali. Sangat indah.

AGAS
Kamu memaafkan kami, kan?

KINCI
Iya. Iya. Aku maafkan. Aku tadi marah-marah dan dendam. Itu tak baik, ya.

KIMBO
Nanti, kita main lagi, ya.

KINCI
Iya. Iya. Terima kasih, ya.

SELESAI.

 


 

   
1