KENARI HOLLAND
KENARI

Menurut Sejarahnya, burung kenari (Serinus Canaria) berasal dari Kepulauan Kenari (Canary Island), Madeira dan Azores di Samudra Atlantik, disebelah barat daya pantai Sahara - Afrika.

Kenari liar memiliki sosok yang mirip dengan kenari warna hijau tetapi pada bagian dadanya terdapat warna bulu agak keabuan. Dari sosok inilah, kenari kemudian menyebar ke daratan Eropa hingga ke Inggris Raya di bagian utara benua Eropa.

Berbagai bentuk, keunggulan dan warna kenari, kini telah berhasil dikembangkan dan memiliki pengemar tersendiri. Secara singkat jenis kenari dibedakan sebagai berikut :

1. Kenari yang dikembangbiakan karena keunggulan bentuknya (Type Canary)
2. Kenari yang dikembangbiakan karena keunggulan pada warnanya (Color Canary)
3. Kenari yang dikembangbiakan karena keunggulan pada suaranya (Singing Canary)

1. Type Canary
     Border
     Fife fancy (miniatur Border)
     Norwich
     Gloster Corona dan Gloster Consort (miniatur Norwich)
     Yorshire (kenari berpostur mirip wortel)
     Frill (berbulu terbalik)
     Lancashire (kenari raksasa)
     Lizard
     Scotch Fancy
     Belgian Fancy
     Taiwan
     RRC
    Jepang (Hoso)

2. Color Canary
    Warna Polos
    Warna Lurik
    Warna Campuran (Inggris : Mozaic    /   Indonesia : Bon)

3. Song Canary
    German Roller
    Belgium Waterslager
    Spanish Timbrado
    American Singer
 
 

Apakah Kenari Holland ?

Kenari Holland adalah jenis kenari penyanyi dan memang tidak digolongkan dalam jenis resmi kenari di dunia, karena istilah kenari Holland hanya dikenal di Indonesia. Disebut demikian karena burung kenari jenis penyanyi ini semuanya berasal dari impor Holland (Belanda).

Jenis kenari Holland sebenarnya sama dengan jenis kenari American Singer, karena kenari Holland merupakan kenari campuran kenari Roller dan Border, sehingga variasi suara kicauannya terdiri dari elemen suara kenari border dan roller.

Di Indonesia, hanya dikenal beberapa jenis kenari yang umumnya ada di kalangan penghobi dan pasar yaitu kenari jenis Taiwan, RRC, Yorkshire dan Holland. Dari ke-4 jenis kenari yang umum di Indonesia, jenis Holland merupakan jenis yang paling laku dan paling banyak populasinya karena pengemar burung di Indonesia tertarik pada keindahan kicauannya.

Selain memiliki kicauan yang indah, kenari Holland juga memiliki warna yang lengkap, mulai dari hijau, starblue, agate, kuning, putih dan bon (warna campuran).

Kenari Holland biasanya merupakan jenis yang paling banyak diturunkan dalam lomba-lomba, karena kicauannya memiliki variasi, ketebalan dan volume suara yang bisa diandalkan. Selain kenari Holland murni, silangan kenari Holland dengan kenari Yorkshire juga menjadi andalan dalam lomba.

Di dalam lomba dikenal 2 kelas untuk kenari yaitu kenari master (kenari yang suaranya telah dimaster sejak kecil sehingga suara kicauannya bukan suara kenari) dan kenari kelas standar.

Sejak terjadinya krisis moneter di Indonesia yaitu sejak sekitar tahun 1999, ketika kenari Holland impor sudah tidak masuk karena kurs yang terlalu tinggi, pasar lokal Indonesia banjir oleh kenari Holland asal ternakan malang atau yang kini lebih dikenal dengan istilah kenari malang. Harganya sangat murah, hanya sekitar 1/3 dari harga kenari ternakan lokal.

Sayangnya kenari Malang ini kualitasnya rendah, mudah terserang penyakit termasuk kaki yang mudah bersisik dan berjamur serta kualitas suaranya yang di bawah standard, baik dalam hal variasi maupun volumenya.

Kenari Holland ex Malang yang banyak dijumpai di pasar burung merupakan hasil ternakan daerah Malang (Jawa Timur) dan sekitarnya dimana udaranya sejuk dan sangat cocok untuk pembiakkan burung kenari, burung-burung ini merupakan hasil ternakan massal, dengan perawatan dan gizi makanan yang minim untuk menekan biaya sehingga bisa dijual dengan harga yang murah.


KENARI HOLLAND                Website :  www.oocities.com/oktosp                 E-mail :  okto@bigfoot.com

This site is owned and maintained by Okto S. Pratiknjo

Counter
1