MENDOAKAN HAFIDIN ROYAN DKK Oleh : Doddi Achmad Faudzy Sekali genderang kautabuh Haram mengenal istilah mundur 1998 pun akan tercampak Tanpa keberangkatanmu Bagimu yang luluh-lantak diterjang peluru Semoga darah kalian menjadi minyak dan Allah SWT menyediakan sumbunya. Menyalalah Wahai lentera di seberang peristirahatan Demi gelap ketika sampai di puncak gulita Demi pahlawan tanpa ringkik kuda dan senjata:
Seluruh nelayan melipat laut berikut perahunya Para petani menggulung sawah berikut cangkulnya Sebagai ungkapan mengheningkan cipta Sesungguhnya puja dan puji milik kerajaan langit Yang telah menerangkan guna-pakai minyak dan sumbu Dadamu yang porak-poranda telah menyulutnya Menjadi seribu matahari pagi Meski kerajaan laknat bangkit dari kerak neraka Siapa yang dapat menahan terbitnya surya
Bandung, 1998
SIRKUIT Sajak-sajak Peduli Bangsa
Republika Online edisi : 26 Juli 1998
Sajak-sajaknya yang Lain Penyair-penyair Lain