SAJAK MENATAP LANGIT

Oleh :
Dharmadi


 
 



langit yang terentang bagai layar
di mana ujung di mana pangkal di mana batas
pada tonggak apakah ujung-ujungmu diikatkan
kabut dan awan
matahari dan bulan
saling bergantian
melekatkan kesetiaan

burung-burung, kelelawar seperti
tak lelah-lelahnya melintasi rentanganmu
betapa kebebasan sangat berharga ketika
di bumi sendiri hari-hari makin
menjadikan sesak nafas
tanah-tanah kehilangan keluasannya dan
kehilangan hakekatnya

hilang sari tanahnya
ingkar kodratnya penumbuh kehidupan

masih adakah ruang di balik
rentang langitmu, siapakah di sana?
aku bayangkan; kalau tonggak itu patah,
jerat talimu putus, langitmu
roboh, petaka apakah bagi kehidupan bumiku?

1994
 
 

Mailing List MSI
Pengirim Nanang Suryadi
3 Pebruari 2000
 
 

 Sajak-sajaknya yang Lain
 Penyair-penyair Lain