SUATU MALAM DI SANGGAR SASTRA TASIKMALAYA
-- Kepada Acep Zamzam Noor dkk.
Oleh :
Dian Jaka Sudrajat
 

Dingin malam yang menyusup ruang-ruang Pertemuan kita ini cukuplah menjadi saksi Betapa dinginnya suhu hati dan kata-kataku Dan kita masih terus bercakap-- Meski kantuk di mataku terus menyerang Kesemarakan dialog-dialog panjang Kita terus bicara Ya, kita terus bicara, tentang kesenian Budaya, sastra, dan cinta. Di sini pula kita Terus memetik buah kata-kata. Kemudian menguburnya Menjadi makam-makam kesunyian Bentangan malam yang seakan abadi ini Bercerita lagi padaku tentang kedamaian Lalu kulihat sepotong bulan di sana Seperti ingin menjelaskan kembali tentang kesepian

Tasikmalaya, 1996-1997.
 
 

Republika Online edisi : 26 April 1998
 
 
 
 

 Sajak-sajaknya yang Lain
 Penyair-penyair Lain