Dunia yang sejengkalan
: balasan sepenggal puisi Cak Nun

 OLeh :
Moyank


 
 



Hidup selalu bergelut alpa
hanya mencari cinta dunia
bagaimana mungkin bisa dekat dengan Tuhannya
bila tangan kotor tak pernah dibasuh
dan kaki bekas lumpur menapaki taman yang bersih

dunia sejengkal saja
tidak kurang tidak lebih
selalu disia-siakan
padahal yang dicari
sebesar perut dibadan

harap berharap saja
kita selalu dekat denganNya
cintaNya tak pernah menoleh
hanya saja kita tidak mengetahuinya

Tanjung Santan, Mei 1999
 

sepenggal puisi Cak Nun
Karya : Emha Ainun Najib

sayang sayang kita tak tau kemana pergi
tak sanggup kita dengarkan suara yang sejati
langkah kita mengabdi pada kepentingan nafsu sendiri
yang bisa kita pandang hanya kepentingan sendiri

loyang disangka emas emasnya di buang buang
kita makin buta yang mana utara yang mana selatan
yang kecil dibesarkan yang besar di remehkan
yang penting disepelekan yang sepele diutamakan

Allah Allah betapa busuk hidup kami
dan masih akan membusuk lagi
betapa gelap hari di depan kami
mohon ayomilah kami yang kecil ini
 
 

 
Mailing List Gedong Puisi 1999

 

 Sajak-sajaknya yang Lain
 Pesajak-pesajak Lain