Pengertian:

KLASIKISME LATEN

 

Klasikisme latent merupakan ragam aliran klasik yang terlupakan.

Klasikisme latent timbul karena adanya campuran antara arsitektur tradisional dengan modern. Tapi walaupun demikian, campuran tersebut menghasilkan karya arsitektur yang harmonis, tanpa menghiraukan semiotika arsitektural.

            Bentukannya tidak menyukai karya original Le Corbusier tetapi lebih condong ke “Banal”.

Secara struktur lebih cenderung ke Auguste Perret, yang bangunannya secara hati-hati disesuaikan dengan pemandangan Paris.

Mencoba untuk merealisasikan modern klasikisme modern dengan teknik bangunan kontemporer.

Konstruksi dari Klasikisme latent merupakan ekspresi dari bentuk-bentuk terdahulu.

Detail-detail ornamental dihilangkan

 

Perbedaan antara klasikisme latent dengan klasikisme fundamental:

Penganut Klasikisme latent menggunakan semaksimal mungkin bentuk-bentuk dari aliran klasik, dan menyebarkan mereka kembali pada masa revolusi industri

Penganut aliran fundamental menjauhkan diri dari kemajuan teknologi, mencoba untuk mengurangi arsitektur menjadi bentuk-bentuk yang penting dan membangun arsitektur dari bentuk-bentuk tersebut.

Ragam Klasikisme Laten ini secara lahiriah tampak sebagai bangunan kiwari selazimnya, yaitu bersahaja (simple), terjadi perulangan bentuk dan bebas ornamen dekoratif. Sedangkan gaya klasiknya sendiri hanya disertakan sebagai suatu identitas yang tersirat, tidak terlihat nyata. Analogi dengan sosok manusia dapat diangkat untuk memperjelas ciri Klasikisme Laten ini. Sebagaimana manusia, yang tampak oleh mata adalah ciri ragawinya (fisiknya), yaitu gemuk, kurus, cantik, dan sebagainya. Sedangkan sifat dari manusia itu akan tampak setelah dikenal dan ditelusuri lebih lanjut. Demikian halnya dengan Klasikisme Laten di mana gaya modernnya seolah-olah sebagai ciri fisik manusia, sedangkan gaya klasiknya sebagai sifat manusia.

 

 

Beberapa Arsitek yang menerapkan Klasikisme latent:

- Jaquelin Robertson
- Taft Architects (teriri dari John J. Casbarian, Danny Samuels dan Robert H. Timme)
- Fred Koetter and Susie Kim
- Laurence Booth
- Mario Campi
- Mario Botta

- Kevin Roche

 

Contoh bangunan:
1. Notre Dame du Raincy 
Arsitek : Auguste Perret
Bahan : beton bertulang
Tidak dihadirkan dalam era arsitektur Purna Modern, mengingat dia hadir dalam era awal Modern (sebelu 1930-an). Bangunan ini menggunakan gabungan dari gaya Gothik dan modern. Terlihat pada tampaknya bangunan ini tidak banyak menggunakan ornamen-ornamen. Bisa dikatakan bahwa detail-detail yang dekoratif tidak tampak pada bangunan ini. Dan ini sesuai dengan ciri-ciri klasiisme latent yang membatasi adanya penggunaan ornamen yang terlalu berlebihan.

 

 

 

1