Lahir kembali

Home Tentang Penulis

 

Artikel-artikel Bertema Kepuasan Konsumen

 

LAHIR KEMBALI: APA ARTINYA?

Tinjauan Alkitabiah

Yohanes 3:1-2

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."

Nikodemus, seorang Farisi, datang kepada Yesus pada malam hari untuk bercakap-cakap dengan-Nya. Cerita ini ditulis dalam Yohanes pasal 3. Nikodemus memulai dengan mengatakan bahwa ia tahu bahwa Yesus berasal dari Allah. Mengapa Nikodemus datang pada malam hari? Apakah supaya tidak terlihat? Mungkinkah malu dan takut diketahui oleh rekan-rekannya yang sangat kritis kepada Yesus? Yesus melihat kekosongan harti Nikodemus dan berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Ayat 3). Nikodemus bereaksi dengan menjawab, Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Yesus menjawab dan memperjelas lagi apa yang Ia katakan, dengan menambah unsur-unsur misteri. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah d aging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." (Ayat 5-8).

Dengan demikian manusia tak ada yang tahu cara kerja dari Roh.

Apa dampak perkataan Yesus ini terhadap Nikodemus? Alkitab tak menceritakan lebih lanjut, namun hal ini mudah dibayangkan. Nikodemus datang berharap mendapat kebenaran, namun ia dikecam karena tidak memiliki pengertian rohani.

Hal serupa dapat kita lihat dalam kehidupan murid-murid Yesus sebelum mereka mendapat karunia Roh Kudus pada Pentakosta. Mereka sama sekali tidak mengerti apapun yang dikatakan Yesus (Luk 24:25-26; Mat. 16:17)

Meskipun apa yang dikatakan Alkitab, masalahnya bukan karena mereka tidak tahu masalah namun mereka tidak tidak mampu mengenal apa yang ada di dalam pikiran Roh Kudus.

1 Kor. 2:11

Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Murid-murid Yesus selalu bingung, tidak mengerti benar, bahkan tidak percaya terhadap perkataan-perkataan Yesus. (Matt. 16:6-11,23; Yoh 6:60-65). Hanya setelah turunnya Roh Kudus pada Pentakosta barulah mereka mengerti kata-kata dan nubuat Yesus (Kis 2:14-36).

Paulus menjelaskan hal ini dalam 1 Korintus 2:6-14. Ia berbicara tentang hikmat yang disembunyikan bagi mereka yang belum dilahirkan kembali.

Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di da lam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Dengan demikian Paulus menambahkan pengertian dan pengalaman kita tentang kelahiran kembali. Ia menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki pikiran-Nya sendiri, yang tak dapat dijangkau oleh manusia secerdas apapun. Bahkan Yesus menyatakan: "...karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil." (Mat 11:25). Hanya dengan memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam diri, dalam arti sebenarnya, anda dapat mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Roh Kudus. Paulus mengatakan bahwa hal ini akan dilihat orang lain sebagai kebodohan.

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus menyatakan hal lain yang mendukung sifat baru dan tinggalnya Roh Kudus dalam arti nyata ini. Ia mengatakan bahwa orang percaya "...di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu." (Ep. 1:13,14). Paulus juga meminta kepada Allah agar jemaat Epesus "...menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih." (Ep. 3:16,17). Ia juga memperingatkan orang percaya "...yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Ep. 4:22-24).

Dalam suratnya kepada jemaat Kolose, Paulus mengatakan bahwa mereka "Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;" (Kol. 3:8-10).

Bagaimana Kita Menerima Kristus Dan Mendapat Karunia Roh Kudus?

Memang mudah memberi nasehat kepada seseorang tentang cara lahir kembali jika hanya berbentuk langkah-langkah yang harus ditempuh. Namun manusia tidak dapat melakukannya karena proses ini harus dimulai dari Allah. Manusia hanya dapat berdoa dan meminta pengampunan dan pembaharuan kepada Allah. Allah menjawab bukan melalui aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban, namun melalui pengampunan. Dengan menyadari bahwa kita sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa dan membutuhkan Kristus dalam kehidupan kita, maka hal ini merupakan awal tindakan Allah untuk memperbaharui kita.

Kita memohon pertolongan kepada Allah dan Ia menjawab dengan memberi kita kesadaran bahwa kita berdosa kepada-Nya. Kita mutlak menyadari betapa besarnya dosa-dosa pribadi kita, dan hanya Roh Kudus yang dapat mengungkapkan hal itu kepada kita; karena manusia memiliki pandangan keliru tentang dosa. Roh Kudus membukakan mata kita akan hal ini, kita akan meminta pengampunan, lalu Roh Kudus akan melepaskan beban dosa ini dari kita dan mengganti kekosongan jiwa dengan kehadiran-Nya.

  • Bayi yang baru lahir tidak melakukan apa-apa atau melakukan kerjasama atas kelahirannya. Ia sama sekali tidak menentukan dan berperan sedikitpun atas kelahirannya. Begitu juga bagi orang-orang yang "...sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa" (Ef. 2:1) tidak dapat mempercepat kerja Roh Kudus di dalam diri mereka. (Ef. 2:1-10)
  • "...tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.." (Yoh 3:8)

Roh bergerak bebas, dan bagi manusia merupakan hal yang misterius dan kekuatan Allah, yang tidak dapat dijelaskan oleh berbagai pengetahuan kedagingan (manusiawi).

  • Roh Kudus tidak dipengaruhi atau ditimbulkan oleh upaya manusia:

Yohanes 1:12-13

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

  • Roh Kudus tidak dapat diperoleh karena karena perbuatan baik: Titus 3:3-7

Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Oleh karena itu, pembaharuan dengan Roh Kudus tidak dapat disamakan atau dihubungkan dengan berbagai pengalaman, keputusan dan tindakan.

Mungkin ada orang yang memiliki pendapat bahwa peranan kehendak bebas sesuai dengan pembaharuan, namun yang penting dinyatakan di sini adalah kelahiran kembali atau pembaharuan bukanlah atas upaya dan kerja kita.

Karya Roh Kudus

Dengan membaca Yohanes pasal 14, kita dapat memahami cara kerja Roh Kudus terhadap orang yang percaya. Yesus memulai dengan Jesus membantu mereka agar percaya kepada hal-hal yang benar tentang Dia, lalu membuka misteri Bapa, Anak dan Roh Kudus:

1)Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Yesus mengawali dengan mengatakan bahwa kita harus mempercayai bukan saja kepada Bapa, namun kita juga harus percaya kepada Dia

(2)Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (3)Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (4)Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

Ia memberikan kita harapan untuk tinggal bersama-sama dengan Dia kelak; orang Kristen yang benar akan mempunyai pengharapan hidup bersama Tuhan Yesus. Jika anda membaca tentang Yesus dan apa yang telah Ia perbuat bagi kita maka anda akan sangat mengasihi Dia . Pasti ada yang janggal bila anda tak mau bersama Dia selamanya.

(5)Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" (6)Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (7)Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

 

 

 

Kita harus melihat Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju Allah, satu-satunya sumber kebenaran, dan satu-satunya jaminan kehidupan kekal. Kita harus melihat Yesus sebagai citra Bapa yang lengkap dan sempurna. (Yoh. 1:1; Kol. 2:9; Ibr. 1:3).

(8)Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." (9)Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. (10)Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. (11)Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

 

 

 

 

Hanya Yesus yang satu dengan Bapa; keduanya dekat dan benar-benar saling mengenal. Anak mengambil rupa sebagai manusia meskipun tetap sebagai Allah, dan Bapa bekerja dan berbicara melalui sifat manusia Yesus.

(12)Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; (13)dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. (14)Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (15)"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. (16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

 

Semua yang kita terima sekarang digenapi dan dituntaskan melalui nama dan kuasa Yesus. Kita tak perlu berupaya untuk mendapatkannya.

(17 )yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Lalu Bapa mengirim pribadi Roh Kudus untuk tinggal di dalam kita, berbicara untuk Yesus, dan jalan bersama-sama dengan kita. Yesus mengatakan bahwa orang yang bukan Kristen tidak dapat mempercayai tinggalnya Roh Kudus di dalam diri kita.

(18)Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. (19)Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. (20)Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Kita segera tahu (dalam arti secara pribadi) kesatuan Bapa, Anak dan Roh Kudus di dalam manusia baru atau dengan hakekat baru. Kesadaran ini mungkin tidak muncul dengan langsung ketika meminta Kristus memasuki kehidupan kita, apalagi hal ini bukan pengalaman yang dapat dirasakan oleh kelima indra kita. Roh kita yang telah lahir kembali memiliki kesadarannya sendiri (semacam mendapat pengalaman atau perasaan baru, dan karena anda baru belum terbiasa, maka perlu waktu untuk mengembangkan kesadaran tersebut).

(21)Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." (22)Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" (23)Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Jika kita mengikuti Kristus kita berarti mengasihi Dia, dan Bapa dan Anak mengasihi kita, dan keduanya semakin mendekatkan diri kepada kita, yang tentunya kita akan semakin mengenal keduanya secara pribadi. Bapa dan Anak (dan Roh Kudus - ayat 17) kini tinggal di dalam diri kita. Ketaatan yang kita lakukan akan menentukan kedekatan ini.

(24)Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. (25)Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; (26)tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

 

 

 

 

Kini Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita akan mengajarkan semua hal ini, dan menyebabkan kita semakin mengerti Alkitab yang sebelumnya sudah sering dibaca namun tak pernah kita pahami maksudnya.

(27)Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Kini kita mendapat perasaan tenang, damai sejahtera yang baru, perasaan damai yang sejati, mendalam, tak berakhir dan tak dapat direnggut dari diri kita. Ini bukanlah perasaan damai dalam arti duniawi, seperti perasaan tenang sewaktu memiliki barang, atau rasa aman bersama orang lain atau memperoleh kesuksesan. Ketenangan dan kedamaian ini seperti ada seseorang yang selalu bersama kita dan siap sedia membantu kita. Kehadiran Roh Kudus memberi penghiburan bahwa kita selalu berada di bawah pemeliharaan Tuhan, meski apapun yang terjadi.

Kita tahu bahwa Yesus mati untuk menanggung dosa-dosa kita. Dosa-dosa- kita memang perlu diampuni dan ditanggung oleh Allah, namun Allah juga bekerja bersama-sama kita sejak saat kita mulai diampuni. Hal ini disebut dengan penyucian atau pengudusan. Allah bukan saja ingin menyelamatkan kita dan membenarkan kita di hadapan-Nya, namun juga mencipta kita menjadi mahluk hidup yang memuliakan Dia. Dan karena kita tidak dapat memuliakan Allah dengan tubuh kita, maka tubuh kita dimatikan oleh Allah. Kita akan menyadari bahwa dengan tubuh sekarang ini, manusia tidak dapat berbuat hal yang baik di hadapan Allah, sehingga Allah akan mencipta manusia baru, dengan sifat-sifat baru, di dalam diri kita. Manusia baru itu digabung dengan pribadi Roh Kudus. Pada dasarnya kita "dirasuki" oleh Roh Allah dan mendapat kehidupan dan kekuatan baru. Inilah maksud dari kelahiran kembali. Orang yang sudah dilahirkan kembali menyadari bahwa ia menjadi tempat kediaman Roh Kristus dan memiliki sifat-sifat baru, yang me mpunyai pikiran dan tindakan berbeda dengan sifat-sifat sebelumnya. Namun keinginan-keinginan tubuh tidak hilang. Itu sebabnya ada orang beranggapan bahwa orang-orang Kristen memiliki sikap hipokrit, munafik, atau memiliki kepribadian ganda, karena mereka akan melihat keinginan daging / tubuh dan keinginan Rohani bekerja di dalam kehidupannya.

Apabila kita sudah dilahirkan kembali, kita menjadi ciptaan baru dengan keinginan-keinginan baru, namun keinginan-keinginan lama masih menempel di tubuh kita. Kita dapat memilih berjalan di dalam Roh atau mengikuti keinginan daging. Memilih keinginan daging berarti kematian rohani; memilih keinginan Roh berarti memperoleh damai sejahtera.

Roma 6:4

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Rom 6:6-14

Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dah ulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

…sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh (Rom. 7:6)

Meskipun dalam pergumulan antara keinginan daging dan keinginan Roh, orang Kristen dapat dibebaskan dari hukuman. Ia bebas dari proses penghakiman resmi atas kesalahan dan dosa-dosanya,

Roma 8:1-2

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Hanya dengan memusatkan pikiran dan keinginan kepada hal-hal rohani dan melupakan keinginan-keinginan daging, akan membawa orang kembali kepada hal-hal rohani. Hanya inilah satu-satunya cara untuk mengatasi keinginan-keinginan daging atau dosa.

Roma 8:13

Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Galatia 5:16

…hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Kita harus menyatu dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita karena kita telah diadposi dengan kasih karunia menjadi keluarga Allah, menjadi anak-anak Allah, kita tidak kehilangan hak-hak kita dalam keluarga Allah atau dianggap bukan sebagai anak-Nya lagi, meskipun kita tidak patuh. Meskipun begitu kita akan mendapat teguran, semacam tindakan disiplin.

Roma 8:15-17

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Karena Roh Kudus tinggal di dalam kita, Ia dapat berhubungan dengan Bapa untuk kepentingan kita, sewaktu kita mengalami kesulitan mengemukakan apa yang harus disampaikan kepada Allah. Hal ini biasanya terjadi sewaktu kita mengalami cobaan, atau terperangkap dalam suatu pergumulan yang sulit dan tak tahu jalan keluarnya

Rom. 8:26,27

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Kita dapat bersyukur karena Kasih Allah karena Ia mau tinggal di dalam diri kita dengan cara yang luar biasa, dan "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28) Namun akibat-akibat dosa yang kita perbuat tetap akan menimpa kita. "Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya" (Galatia 6:7). Ini merupakan jaminan yang luar biasa! Karena tak ada yang akan mengutuk kita dalam hukuman kekal, dan tak seorangpun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yakni di dalam Kristus Yesus Tuhan kita!

Roma 8:35-39

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Yesus selalu hadir bersama orang-orang yang percaya, bersama Bapa dan Roh Kudus. (Yoh. 14:17, 23)

Allah Pencipta semesta tinggal di dalam kita dan memakai diri kita. Ini pengharapan yang luar biasa bagi manusia.

 

Audie R Tangkere

 

Home Tentang Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

1