Kopkal "Bunga Dahlia" Disambut Positif Pedagang

Pontianak,AP Post.

Koperasi Pedagang Kaki Lima (Kopkal) Bunga Dahlia, yang menaungi pedagang kaki lima yang ada di Pasar Dahlia, dalam jangka waktu dua bulan sejak berbadan hukum pada 10 Mei 1999 tergolong cepat dalam melaksanakan misi koperasi. Terbukti sudah lebih 100 pedagang kaki lima yang bergabung.

"Kehadiran Koperasi kita ini mendapat sambutan para pedagang, itu terlihat baru sekitar dua bulan berbadan hukum sudah 100 lebih pedagang kaki lima di Pasar Dahlia yang menjadi anggota," kata Ketua Koperasi Kaki Lima Bunga Dahlia Eddy Irianto, SE kepada AP Post Rabu (23/6) di kantornya.

Padahal menurut Eddy yang didamping Sekretrais Rivai Burhan, pengurus hingga Juni ini baru tercatat 20 orang sebagai anggota, 45 calon anggota dan sekitar 50 orang akan segera menjadi anggota. Namun, upaya ini ternyata ditanggapi positif para pedagang kaki lima baik pedagang sayur mayur, buah-buahan, tukang sol sepatu, pedagang daging maupun asongan. Walaupun saat ini koperasi yang ia pimpin baru menjalankan jasa simpan pinjam dari lima usaha diprogramkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.

Jasa simpan pinjam ini dilakukan dengan modal awal swadaya pengurus yang terkumpul sejak pembentukan sekitar Rp 3,5 juta, dan dipinjamkan kepada anggota para pedagang setempat, dan sekarang sudah berputar lebih kurang Rp 9 juta yang dimulai sekitar April 1999.

"Setiap peminjam kita berikan modal usaha mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp Rp 500 ribu per orang, dan hasilnya sangat positif. Ini tak terlepas berkat kesadaran dari para anggota dan calon anggota yang meminjam, itu dapat saya buktikan pengembalian tanpa ditagih mereka datang sendiri menyetor," ujarnya.

Gerak Kopkal Bunga Dahlia menurut Eddy termasuk mulus, dan itu katanya, tak terlepas dari upaya dan peranaktif Tanggok, kepala Pasar Dahlia.

Ditanya mengenai latar belakang didirikannya Kopkal Bunga Dahlia, ia mengatakan, ide itu muncul dari keinginan untuk membantu kelangsungan usaha pedagang kecil dalm memupuk usahanya bertahan di tengah kerisis.

Apalagi selama ini tambah Eddy, para pedagang setempat belum dikoordinir secara melembaga oleh usaha tertentu, jikapun ada mereka mencari permodalan diluar dengan tingkat suku bunga pinjaman yang tinggi, sehingga dirasakan para pedagang di Pasar Dahlia ini terutama kaki lima sangat berat.

Kopkal Bunga Dahlia yang berkedudukan di Pasar Dahlia, untuk jangka panjang akan dikembangkan tidak hanya melayani sekitar Pasar Dahlia, tapi seluruh pusat pasar khususnya yang bergerak dibidang usaha pedagang kaki lima dan asongan lainnya. "Bahkan kita akan kembangkan jaringan usaha menjadiholding company dengan kata lain melayani koperasi-koperasi yang perlu modal. Jadi tak perlu repot-repot mencari pinjaman di bank, cukup melalui Kopkal saja," katanya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, menurut Eddy, pengurus akan menghimbau kepada pemilik modal terutama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku bapak angkat dapat menyalurkan bantuan melalui Kopkal Bunga Dahlia, sebagai upaya peduli dalam mengankat kelangsungan usaha para pedagang kaki lima didaerah ini.(mn/abu)