Pekerjaan Kristus yang lebih dalam
Bacaan:Markus 10:17-27
Kisah yang saudara baca adalah tentang perjumpaan Yesus dengan orang muda yang kaya.Kerinduannya yang besar akan hidup yang kekal membuat orang muda itu berlari kepada Yesus.Sambil tersungkur ia bertanya apa yang harus ia perbuat untuk mendapatkan hidup yang kekal.Jika saudara membaca dengan teliti,Yesus memberikan jawaban dengan mengutip bagian dari 10 perintah Allah.Yesus tidak mengutip seluruh sepuluh perintah Allah yang ada.Yang dikutipNya adalah perintah ke-5 sampai perintah ke-10.Dan sebagaimana kita ketahui,sepuluh perintah Allah pada dasarnya terbagi menjadi dua.Perintah pertama sampai ke empat,mengatur hubungan manusia dengan Allah.Sedangkan perintah ke lima sampai perintah yang terakhir,mengatur hubungan manusia dengan manusia.Terhadap perintah yang mengatur hubungan antar manusia itu,orang muda tersebut menyatakan bahwa semua telah dikerjakannya sejak masa mudanya.Kemudian Alkitab menulis,bagaimana Yesus menaruh belas kasihan kepadanya.Lalu Ia berkata bahwa masih satu hal lagi yang ia perlukan.Yaitu menjual seluruh hartanya dan membagikannya kepada orang miskin,lalu mengikuti Yesus.Apa reaksi dari orang itu?Alkitab berkata ia pergi dengan sedih sebab hartanya banyak.
Saudara yang kekasih,untuk hidup baik dihadapan manusia tidaklah terlalu sukar.Selama kita memenuhi standart hidup manusia normal(yang sebenarnya cenderung merosot),kita sudah dapat dikatakan baik.Dan banyak orang,termasuk yang belum mengenal Kristus,bisa membuktikan bahwa mereka termasuk orang baik.Namun ketika manusia dibawa pada pekerjaan Kristus yang lebih dalam,manusia biasanya menjerit dan tidak bersedia.Sebab ketika Yesus meminta orang muda itu untuk menjual seluruh hartanya,Yesus sedang menyentuh sesuatu yang paling sensitif pada orang tersebut.Karena bagi dia,harta merupakan pusat pengendali hidupnya yang sebenarnya.Bagi Tuhan yang terpenting bukanlah seberapa baiknya hidup kita dalam pandangan orang lain.Yang selalu dipertanyakanNya adalah:siapa tuan kita yang sebenarnya.Sebab disitulah inti dari hukum pertama sampai dengan hukum yang ke empat.
Masing-masing kita punya pusat syaraf yang berbeda.Yaitu tempat dimana seluruh hidup kita dikendalikan.Sebagian pusat syaraf hidupnya adalah uangnya,yang lain harga diri/gengsinya,sedang orang lain mungkin kenikmatan dagingnya.Tetapi justru kepusat syaraf itulah perjalanan Yesus dalam hidup kita tertuju.Penetrasi Roh Kudus makin lama akan makin kuat,dan kaki Kristus akan terarah ketitik paling sensitif dalam hidup kita.Sebagaimana Ia lakukan di neraka,pada saat kematianNya.Dimana kepala Iblis diremukkan dan kemenangan diproklamirkanNya.Maka hari inipun Kristus sedang bergerak mantap masuk kepusat syaraf hidup kita yang sebenarnya.Orang yang mencintai Dia,akan dengan mudah menyerah kepadaNya.Dan membiarkan Kristus merebut pusat kendali hidup kita.Tetapi ada juga orang orang yang masih saja ingin berkuasa atas dirinya sendiri.
Firman Tuhan berkata:"…hancur gunung-gunung yang ada sejak purba,merendah bukit-bukit yang berabad-abad;itulah perjalananNya berabad-abad"(Habakuk 3:6)
Gunung –gunung kesombongan,harta,dsb.bahkan yang sudah bercokol begitu lama dalam hidup kita akan hancur dan merendah.Yaitu apabila Kristus melakukan perjalananNya dalam hidup kita.Bukti dari adanya pekerjaan Kristus yang dalam atas kehidupan kita adalah:kita bisa menunjukkan kepada dunia puing-puing kecongkakan,puing-puing hawa nafsu dan puing-puing ego kita yang runtuh karena Dia.Sudahkah Dia mencapai pusat syaraf hidup kita?Terhambatkah perjalananNya selama ini ?Anda tahu jawabnya bukan?