The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

DEWA


DEWA, 11 May 2006

"Apa Hasil DAU Rp 1,7 Triliun untuk Kota Ambon?"

Ambon, Dewa

Anggota DPR RI Ir. Hamzah Sangadji mempertanyakan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAU), sebesar Rp 1,7 triliun selama lima tahun dalam masa kepemimpinan Drs M. J Papilaja, MS, tidak sesuai harapan masyarakat. Hal itu, disampaikannya kepada wartawan, Rabu (10/5) kemarin di Ambon.

Menurut Sangadji, selama lima tahun masa kepemimpinan Jopy Papilaja, dari fakta yang ada, tentang pemanfaatan DAU yang bersumber dari dana APBN, ternyata tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Salah satu indkasi adalah kemiskinan mencapi sekitar 38.0,1%, dari angka kemiskinan ini saja ada indikasi-indikasi penyimpangan anggaran.

Dijelaskan, salah satu fungsi anggota dewan terhadap penggunaan anggaran, baik terhadap dana sektoral yang berasal dari departemen terkait yang merupakan mitra komisi di DPR, tentu hanya berada pada tingkat pengawasan terhadap daerah dimana dirinya terpilih.

Karena itu, sumber dana pembangunan Maluku, yang berasal dari APBN berjumlah 80%. Untuk Kota Ambon dalam kurun waktu lima tahun berjumlah Rp1,7 triliun, belum lagi sumber-sumber dana yang lain.

"Inilah fakta yang harus kita lihat. Apakah ada kebocoran atau tidak, harus diselidiki oleh aparat yang punya kewenangan untuk itu. dewan hanya, melaksanakan tugas pengawasan, sementara tingkat eksekusi dan realisasi, ada pada eksekutif atau pada pimpinan daerah," tandasnya seraya menambahkan, inilah prinsip dasar yang menjadi pengamatan selaku anggota dewan.

Dan, kata Sangadji, tentu harapan masyarakat soal pertumbuhan ekonomi, ketertiban kota, melakukan rekonstruksi terhadap pembangunan pasca konflik, apakah secara signifikan menyerap dana sebesar itu. "Ingat, ini baru dari satu sumber, belum ada dana-dana yang berkaitan dengan DAK dan kontigensi," katanya.

Dari fakta itu, menurut Sangadji, sebenarnya kalau dilihat dengan besarnya dana tersebut, tentu insane pers bisa memahami. Untuk bisa membuktikan, apa yang disampaikan ini, harus ada pembuktian melalui instrumen hukum dan aparat penagak hukum yang melaksanakannya, baik pelaksanaan internal maupun eksternal.

Selaku wakil rakyat yang berasal dari Provinsi Maluku yang diusung oleh rakyat Kota Ambon dirinya mengaku merasa prihatin kalau dana sebesar itu dengan fakta pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

"Bayangkan banjir dimana-mana, sampah dimana-mana, kok untuk menertibkan dua masalah ini saja, tidak bisa. Ini kan menciptakan ketidakpastian rakyat ketidak tenangan rakyat dan ketidak kesejukan rakyat. Itulah yang harus diperhatikan. Jadi, sebenarnya teman-teman pers yang bisa memberikan apresiasi memberikan informasi kepada rakyat, sehingga rakyat tahu, ada hak-hak mereka yang belum terpenuhi secara baik," ujarnya berharap.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya dari Fraksi Golkar DPR RI, dan selaku juru kampanye yang ditugaskan oleh Fraksi Golkar DPR RI dan DPP Partai Golkar, ingin menegaskan perlu ada pembaharuan, ada pergantian pimpinan dalam rangka menciptakan sebuah kota yang aman, damai dan sejahtera dalam bingkai NKRI, dengan kepemimpinan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler untuk lima tahun akan datang. [D3W]


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/batoegajah
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044