The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

DEWA


DEWA, 16 May 2006

Papilaja-Latuconsina Menang Tipis

Ambon, Dewa

Jaringan Isu Publik (JIP) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), memastikan pasangan Drs. Marcus Jacob Papilaja,MS dan Dra. Ny. Olivia Latuconsina/Salampessy, terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Ambon periode 2006-2011.

"Kami telah berkesimpulan bahwa hasil Quick Count (perhitungan cepat) memperlihatkan pasangan nomor 1 atas nama Drs. Marcus Jacob Papilaja,MS dan Dra. Ny. Olivia Latuconsina/Salampessy, dipastikan sebagai pemenang Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Ambon," ujar Public Strategic Director LSI, Widdi Aswindi,ST, saat menggelar jumpa pers, Senin malam (15/5), di Hotel Grand Soya.

Sesuai hasil Quick Count yang dilaksanakan LSI dan JIP dengan mengambil sample 170 TPS di Kota Ambon, menunjukan, M.J. Papilaja-Olivia Latuconsina unggul dengan perolehan suara 36,02%. Urutan kedua, Richard Louhenapessy - Syarif Hadler 27,53%, diikuti Hendrik Hattu - Iskandar Walla 15,34%, Made Rahman Marasabessy - Aloysius Lesubun 13,54% dan Johan Malaihollo - Irma Betaubun dengan perolehan suara 7,57%.

Menyinggung keakuatan pemenang Pilkada Kota dengan jumlah TPS yang mencapai 449 TPS, sementara yang dirandom hanya 170 TPS sebagai sample JIP dan LSI, diakui Widdi Aswindi, pengalaman telah membuktikan hasil Quick Count yang dilakukan LSI dan JIP di 13 daerah, margin errornya hanya mencapai 1%.

"Kalau kita berbicara empiris, data LSI tentang Quick Count sudah teruji di 13 Pilkada di Indonesia, termasuk untuk kasus Gubernur Papua dan kasus Gubernur Kepulauan Riau. Juga dari segi setting dan segi penelitian, margin of error yang di design + atau - 1%. Sementara perbedaan hasil perhitungaan suara antara peringkat 1 dan 2 sekitar 8%. Jadi sudah tidak mungkin angka itu terkejar,"jelasnya.

Widdi menambahkan, 170 TPS bisa merepresentasikan sekitar 449 TPS, logikanya sama dengan ketika kita katakan kalau kita ingin sekedar mencoba sup, apakah sup itu rasanya asin atau manis, apakah kita harus habiskan seluruh sup yang ada, khan tidak perlu. Kita cukup mengambil satu mangkok, bahkan mungkin satu sendok selama sup itu diaduk dulu, unsur-unsur reperesentatifnya benar.

"Jadi dalam pengalaman kami, kami sudah mengambil keputusan atau klaim terhadap hasil Pilkada di Kota Ambon bahwa Drs. Marcus Jacob Papilaja,MS dan Dra. Ny. Olivia Latuconsina/Salampessy adalah pasangan Walikota dan Wakil Walikota yang terpilih untuk pertama kali oleh rakyat di Kota Ambon. urutan kedua Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler,"tandasnya.

Ditanya metode pengambilan sample untuk 170 TPS ini seperti apa, dikemukakannya, yakni pertama, keberagaman populasi, artinya tidak ada satu TPS yang disimpan di lokasi tertentu berdasarkan keinginan LSI dan JIP, tetapi melalui suatu metode interval. Kedua, dia bisa sangat representatif karena kita mendesain hampir 40 % suara dari total populasi yang ada.

"Jadi seluruh desa/kelurahan pasti mendapat sample untuk pengambilan data. Sehingga jumlah margin error kita hanya 1% saja. Kalau di penelitian Quick Count, margin error tidak boleh lebih dari 1%. Karena itu, jumlah relawan yang kita sebar sebanyak 170 orang. sementara saya untuk Pilkada Papua, hanya 200 orang, itupun tepat," tukasnya.[D5W]


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/batoegajah
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044