DEWA, 17 May 2006
Jhon Mailoa-Lucky Wattimury Teror Ketua RT 05 Talake
Diarahkan Daftar Pemilih yang Khusus Pilih Papilaja
Ambon, Dewa
Praktek-praktek kotor, ternyata dilakukan tim sukses pasangan Walikota dan Wakil
Walikota MJ Papilaja-Olivia Latuconsina, dalam upaya memenangkan pasangan yang
diusung PDI-P ini, sebagai Walikota dan Wakil Walikota Ambon periode 2006-2011.
Hasilnya, untuk mendongkrak suara Papilaja-Latuconsina, memaksa Ketua DPD
PDI-P Maluku Jhon Mailoa, dan Ketua DPC PDI-P Kota Ambon Lucky Watimury,
melakukan tindakan teror, kepada para ketua RT, untuk memberikan dukungan
kepada Papilaja-Latuconsina.
Buktinya, Jhon Mailoa dan Lucky Wattimury, turun langsung meneror Ketua RT 05
Talake Keluarahan Wanitu, Benjamin Patipeiluhu, untuk melakukan pendataan ulang
pemilih di RT 05, namun pendataan itu hanya untuk para pemilih yang memilih
pasangan Papilaja-Latuconsina, dan Patipeiluhu sebagai ketua RT 05, diminta untuk
mengkoordinasi warga RT-nya, untuk memberikan suara kepada
Papilaja-Latuconsina.
Dari data yang diperoleh, berdasarkan kesaksian Ketua RT 05 Benjamin Patipeluhu,
kejadian itu terjadi pada hari Sabtu (14/5) sore. Kronologisnya, sekitar pukul 18.00
Wit, datang Ketua DPD PDI-P Maluku Jhon Mailoa, yang meminta Patipeiluhu, untuk
melakukan masksud diatas. Tak lama berselang, sekitar pukul 20.00 Wit, datang
Ketua DPC PDI-P Kota Ambon Lucky Watimury, bersama sejumlah orang, dan
memaksa Ketua RT 05 itu, untuk mengkordinir warganya untuk memilih kandidat
mereka.
Patipeluhu yang juga kader PDI-P ini, diteror untuk melaksanakan keinginan mereka
itu, bahkan dalam pertemuan tesebut, ada kalimat yang dilontarkan para petinggi
PDI-P ini, bahwa jika Patipeluhu tidak melakukan keinginan mereka, dan keluar dari
pasangan PDI-P, maka Patipeluhu akan dianggap sebagai penghianat. Patipeluhu
yang tidak kuasa menahan tekanan itu, terpaksa membongkar borok Jhon
Mailoa-Lucky Watimury, yang selama ini mengklaim mereka sebagai orang-orang
yang selalu melakukan tidakan bersih, dalam proses pilkada kota Ambon.
Kartu Pemilih Ditahan RT
Sementara itu, upaya untuk menjegal kandidat lain dalam proses pilkada Senin 15
Mei kemarin, dilakukan oleh para RT yang merupakan kaki tangan para kandidat
tertentu. Dimana, sebahagaian warga tidak dapat menggunakan hak pilihnya, karena
tidak terdaftar, maupun tidak diundang.
Sebagai bukti di RT 002/02 Kayu Putih, sekitar 100 lembar kartu pemilih, tidak
dibagikan RT setempat kepada para pemiliknya, dan tidak ada alasan kenapa 100
kartu pemilih itu ditahan oleh RT setempat. Kejadian ini bukan hanya terjadi di Kayu
Putih, namun disebahagian besar wilayah Kota Ambon. (*/D1W]
|