Radio Vox Populi [Ambon], 29-Mei-2006
Maluku Belum Maksimal Kelola Potensi Laut
Merlin Patty Nussy - Ambon
PUNYA wilayah laut yang lebih luas dari darat, membuat Provinsi Maluku memiliki
sumber daya laut yang potensial, yang dapat memberikan peningkatan pada
pendapatan asli daerah. Sayangnya, potensi alam Maluku belum dapat digarap
secara profesional karena minimnya penegetahuan dalam pengelolaan hasil alam
serta minimnya investasi yang dimiliki nelayan lokal dalam mengelola hasil alam laut.
Kepala Kantor Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku, Romelos Far-Far
mengungkapkan hal tersebut di Ambon pekan kemarin.
Karena itu, menurut Far-Far, pemerintah dalam mengembangkan sektor perikanan
selalu mendorong dan mengembangkan mutu, baik kepada aparatur perikanan dan
kelautan, maupun kepada nelayan.
"Apa yang dilakukan itu sebagai bentuk komitmen yang tertuang dalam Rencana
Strategis Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku. Dan sebagai bentuk
kebijakan, maka Dinas mendorong pemerintah daerah untuk membangun pelabuhan
ikan di masing-masing daerah," ujarnya.
Pihaknya menurut Far-far, rencanakan untuk membangun pelabuhan perikanan guna
melayani armada penangkapan ikan terutama di daerah Dobo, Saumlaki, Kei Besar,
Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Buru dan Banda. Dinas
Perikanan dan Kelautan juga akan selalu memberikan arahan dalam membina
nelayan local, agar mampu mengembangkan potensi laut.
Lebih lanjut Far-Far katakana, potensi laut yang cukup besar baik itu menyangkut
jenis ikan, maupun pengelolan teripang serta rumput laut, tentu diperlukan dukungan
investasi dari pihak swasta di Maluku. Sebab sebagaimana diketahui, pasca konflik
Maluku, perusahan yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan hampir sebagian
besar pindah ke daerah lain, seperti Bitung dan Kendari. Karena itu, lanjutnya,
pemerintah dan masyarakat harus dapat memberikan rasa aman agar perusahan
besar dapat kembali membuka kantornya di Maluku.
Kendati begitu, menurut Far-Far, berbagai terobosan mulai diusahakan dinas
perikanan dan kelautan guna optimalisasi potensi laut. Sangat disadari, kekayaan
Maluku belum sepenuhnya dikelola secara optimal, bahkan tak jarang kapal-kapal
nelayan asing melakukan penangkapan ikan di laut Maluku. Malah ada yang sudah
tertangkap dan disidangkan di Pengadilan Negeri, baik di Tual maupun di Ambon.
Diyakininya, pemerintah akan selalu memberikan bantuan, baik dalam bentuk fasilitas
maupun pengetahuan kepada nelayan lokal tentang pengelolaan hasil tangkap, untuk
mengatasi persoalan yang ada.(VP)
Copyright © 2005 RadioVoxPopuli.com. All right reserved.
|