The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

SINAR HARAPAN


SINAR HARAPAN, Sabtu, 02 September 2006

Calvinisme Jangan Diklaim oleh Satu Pihak

Oleh Kristanto Hartadi

Jakarta–Nilai-nilai Calvinisme hendaknya tidak hanya diklaim sebagai milik salah satu kelompok agama, tetapi harus menjadi bagian integral dalam pengembangan demokrasi dan pemulihan Indonesia. Demikian benang merah diskusi panel bertajuk "Calvinisme, Demokrasi Global dan Penerapannya di Indonesia", yang digelar Reformed Center for Religion and Society, Kamis (31/8) malam, di Gedung Gereja Pemberita Injil (Gepembri), Kelapa Gading, Jakarta.

Diskusi panel itu menghadirkan pembicara Prof Stephen Chan PhD (Seattle University), Dr Benyamin F. Intan (Direktur Eksekutif Reformed Center for Religion and Society), dan Dr AS Hikam (anggota Komisi I DPR), dengan keynote speech oleh Pdt Dr Stephen Tong.

Pada kesempatan itu, Stephen Tong mengingatkan bahwa nilai-nilai Calvinisme sangat berpengaruh pada nilai-nilai demokrasi, terutama pada ketaatan akan ajaran Kristus.

"Harap diingat, ada kecenderungan semua ingin memerintah dan menguasai orang lain, apakah itu melalui monarki atau republik. Ketika itulah, pemerintah manapun harus sadar bahwa yang dipimpin adalah manusia ciptaan Allah, sehingga dalam hal ini tidak pada tempatnya bila bicara mengenai mayoritas dan minoritas," katanya.

Ungkapannya ini senada dengan pandangan Prof. Stephen Chan bahwa di Asia banyak negara yang memilih bentuk republik namun ternyata tidak demokratis, bahkan meski nama negara itu diembel-embeli kata "republik rakyat demokratik".

"Kalau kita memilih bentuk republik, itu harus dilandasi dengan kesadaran bahwa semua mau hidup bersama tanpa peduli perbedaan latar belakang, karena republik pada dasarnya adalah bagaimana kita dapat hidup bersama," kata Chan.

Sementara itu, Dr Benjamin Intan, Direktur Eksekutif Reformed Center for Religion dan Society mengatakan nilai-nilai Calvinisme banyak mewarnai demokrasi karena di sana terdapat otonomi individu yang berasal dari keyakinan iman bahwa manusia dapat langsung datang menghadap ke hadirat Allah melalui Yesus Kristus; ada sekularisasi, yakni pemisahan antara agama dan negara (politik); rasionalisme doktrin; dan pentingnya pendidikan.

"Karena itu ketika pernah ada ungkapan bahwa pendidikan itu ibadah, saya kira hal itu sesuai dengan nilai-nilai Calvinisme bahwa bekerja itu ibadah," kata Benjamin.

Anggota Komisi I DPR, Dr AS Hikam, mengatakan seharusnya semua mau belajar bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat plural. "Termasuk nilai-nilai Calvinisme itu juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari republik ini, apalagi kalau itu digunakan untuk membangkitkan kembali Indonesia," kata Hikam. "Calvinisme itu jangan hanya dimiliki salah satu pihak," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Pdt Dr Stephen Tong mengajak agar semua mau kembali kepada Tuhan pencipta, yakni dengan menghormati Dia melalui perlakuan adil terhadap sesama manusia. Dan membangun demokrasi haruslah melalui pendidikan oleh guru yang jujur dan tidak memihak. "Kalau itu sudah dilakukan barulah rakyat dapat memilih dengan benar siapa-siapa yang pantas menjadi pemimpin," katanya. n

Copyright © Sinar Harapan 2003
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/batoegajah
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044