SINAR HARAPAN, Rabu, 13 September 2006
Keluarga Terpidana Mati Tibo dkk Minta Kepastian
Palu - Menanti kepastian yang tidak pasti. Itulah yang saat ini dirasakan keluarga tiga
terpidana mati kasus Poso. Setiap hari keluarga para terpidana ini hanya bisa berdoa,
dan berharap hukuman mati itu dibatalkan. Mereka yakin keluarganya tidak bersalah
dan hanya dijadikan tumbal atas kerusuhan Poso enam tahun lalu.
Dari tiga keluarga terpidana mati, hanya Robertus keluarga Fabianus Tibo yang dapat
dihubungi. Kepada SH, Rabu (13/9), Robertus mengatakan, pihaknya meminta
kepastian dari aparat terkait eksekusi Tibo dkk. Dia juga mengeluhkan adanya teror.
Karena itu, keluarga Tibo untuk sementara menetap di Tentena, Kecamatan Pamona
Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Tempat tinggal kami di Jamur Jaya, Desa Beteleme, Kabupten Morowali Sulteng,
dirasakan tidak aman karena sering diteror. Di sini kami mengontrak, setahun kami
membayar sewa rumah sebesar Rp 500.000," ujar Robertus.
Saat ini Robertus Tibo merupakan tulang punggung keluarganya. Untuk menyambung
hidup ia rela bekerja sebagai buruh rotan. Sedangkan istrinya Elizabeth menjaga ibu
mertuanya, Nurmin Kasiala (58) yang saat ini sering sakit-sakitan, dan anak semata
wayangnya yang baru berusia 3,7 tahun. Untuk menambah-nambah bumbu dapur
mereka juga membuka kios kecil-kecilan. Namun, ia dan keluarganya akan tetap
kembali ke Beteleme jika semua persoalan yang mengganjal di hati selesai. Karena
di sanalah tanah dan kebun mereka, yang selama ini menjadi tumpuan hidup.
Sementara itu, sampai sekarang belum ada kejelasan tentang nasib ketiga terpidana
mati yakni Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu. Kejaksaan Tinggi
dan Polda Sulteng yang akan berkoordinasi untuk membahas ulang eksekusi
ketiganya hingga kini belum terlaksana. (erna dwi lidiawati)
Copyright © Sinar Harapan 2003
|