The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

SINAR HARAPAN


SINAR HARAPAN, Senin, 22 Mei 2006

Hindari Konflik, Parpol dan GAM Perlu Bagi Kekuasaan

Jakarta - Perebutan kepemimpinan di Aceh dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan digelar setelah pengesahan Undang-undang Pemerintahan Aceh (UU PA), dipastikan sengit. Dikhawatirkan akan muncul konflik baru bila tidak ada kesadaran di antara elite partai politik dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kedua pihak perlu bicara soal pembagian kekuasaan.

Usul untuk penyelenggaraan pertemuan atau dialog elite parpol, GAM dan para calon kepala daerah itu datang dari pimpinan Pansus RUU Pemerintahan Aceh (PA) Farhan Hamid, tokoh Aceh dan mantan Dubes Arab Mesir Bachtiar Ali, serta Ketua Pansus Ferry Mursidan Baldan. Ketiganya mengungkapkan hal itu pada SH dan Koran Tempo, Sabtu (20/5), usai pertemuan para tokoh Aceh dengan pimpinan Pansus RUU PA.

Farhan Hamid menjelaskan, sampai 2009 atau 2011, Aceh bisa disebut dalam masa transisi setelah kesepakatan perdamaian Helsinki dan disusunnya UU baru. Dalam masa transisi ini, potensi munculnya konflik-konflik baru sangat tinggi, apalagi persaingan dalam pilkada langsung pertama nanti.

"Saya mengusulkan agar ada distribusi atau sharing kekuasaan. Teknisnya mungkin bisa dihitung berdasarkan basis kekuatan masing-masing, baik GAM maupun partai. Bila di suatu kabupaten GAM sangat kuat, posisi bupati diusulkan dari GAM dan wakilnya tokoh dari partai. Begitu juga sebaliknya, GAM cukup menjadi wakil, bila partai tertentu cukup punya basis," paparnya.

Lebih lanjut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, pilkada langsung merupakan eksperimen politik yang harus dijaga dari berbagai macam konflik, karena disinilah calon independen dibolehkan ikut bertarung. Oleh karena itu, semua pihak harus menahan diri dan mau berbagi kekuasaan dengan kekuatan lain.

Ia juga mengingatkan agar tokoh-tokoh GAM tidak ambisius sebab bukan tidak mungkin pihak pemerintah pusat atau sering disebut RI, tidak tinggal diam. "Yang bagus memang duduk bareng sebelum bertarung," katanya.

Komitmen Politik

Mantan Dubes Arab Mesir Bachtiar Ali menyatakan dukungannya atas usul ini. Ia menyatakan perlunya fatsun politik dan juga komitmen politik dari pihak-pihak yang akan bertarung dalam pilkada pertama nanti.

Tokoh Aceh yang dikenal sebagai pakar komunikasi ini mengakui, proses integrasi dalam masyarakat Aceh pasca MoU Helsinki dan nanti pasca-UU Aceh yang baru belum berjalan maksimal. Dibutuhkan waktu beberapa tahun agar perdamaian yang sudah tercipta ini tidak rusak.

"Saya setuju semua tokoh berkumpul untuk membicarakan distribusi kekuasaan agar tidak ada kekuatan yang merasa paling menang dan paling kalah," katanya.

Ketua Pansus RUU Aceh Fery Mursidan Baldan juga menyatakan hal sama. Pola dialog dengan berbagai tokoh telah diterapkannya dalam proses pembahasan Pansus. Namun, urusan pilkada bukanlah kewenangannya. "Memang sebaiknya ada semacam pembagian kekuasaan sehingga semuanya merasa punya andil dalam membangun Aceh Baru," katanya. (suradi)

Copyright © Sinar Harapan 2003
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/batoegajah
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044