SPMNews, 4 Sep 2006, 11:20
Kejar TPN/OPM, PT Freeport-Rio Tinto Sediakan Helikopter Untuk
TNI/Polri
Diposkan oleh SPMNews Amole pada 4 Sep 2006, 11:20
TIMIKA - (SPMNews) -- PENYERGAPAN TPN/OPM yang menewaskan tiga anggota
Polisi (Brimob Satgas Amole) kemarin ternyata membuat PT Freeport-Rio Tinto dan
TNI/Polri langsung mengambil langkah-langkah strategis. Ribuan Pasukan TNI/Polri
langsung diterjunkan di sekitar Mile 68 dan Kwamki Lama.
Sejak kemarin sampai hari ini, Senin (04/09), sekitar 1.000 personel gabungan
TNI/Polri telah ditempatkan di sekitar Mile 68 dan Kwamki Lama, Tembagapura.
Mereka diangkut dengan Helikopter yang disediakan langsung oleh PT Freeport-Rio
Tinto. Pasukan gabungan tersebut berasal dari Yonif 754, Brimombda Papua dan
Satgas Amole.
Saksi mata yang menyaksikan langsung, kepada SPMNews, menyatakan bahwa ia
melihat sendiri Helikopter milik PT Freeport-Rio Tinto menerjunkan pasukan gabungan
tersebut yang bersenjata lengkap. Menurutnya pasukan diterjunkan di sekitar Kali
Kabur Mile 68 sampai Riskem.
Sampai saat ini, situasi masih tegang karena kehadiran pasukan TNI/POlri tidak
membuat mundur pasukan TPN/OPM. Menurut Komandan Operasi yang juga Tangan
Kanan Gen. TPN/PB Goliath Tabuni, mereka siap menyerang balik jika aparat terus
melakukan pengejaran. "Medan kami punya, kami tetap mengambil posisi bertahan,"
pungkasnya.
Respon penutupan terhadap PT. Freeport-Rio Tinto di Tembagapura-Papua juga
dilakukan oleh Komandan TPN/PB Silas Kogoya, yang kemudian merapat dari arah
Pelabuhan Laut Amamapare untuk turut membantu penyerangan terhadap PT
Freeport-Rio Tinto. Namun, kedatangan mereka di hari Minggu kemarin sempat bocor
ke telinga NKRI sehingga terjadi blockade aparat TNI/POLRI di sekitar Amamapare.
Alasan utama TPN/OPM menyerang PT Freeport-Rio Tinto adalah karena MNC's ini
terlibat dalam manipulasi Sejarah Papua dan pencaplokan Papua Barat kedalam
NKRI, maka PT. FI harus keluar dari Tanah Amungsa karena kami Bangsa Papua
Barat harus MERDEKA Sendiri. Demikian tutur Komandan Operasi yang namanya
kami singkat "PAW".
Alasan lain adalah PT Freeport-Rio Tinto telah banyak menguras kekayaan alam
Papua, merusak lingkungan, menyeret Pdt. Ondawame Cs ke Pengadilan, menyuruh
Polisi kejar-kejar Mahasiswa Papua dan yang terakhir, bersama Polda Papua
memakai Elminus Mom untuk mengabadikan perang suku di Kwamki Lama
Maka, menurut Sang Komandan Operasi, TPN/OPM akan tetap terus melakukan
penyerangan sampai ada perhatian dunia terhadap masalah Papua dan PT
Freeport-Rio Tinto harus Tutup.
Brigjen Pol Max D Aer Tipu Publik
Sekalipun ribuan pasukan TNI/Polri yang diterjunkan di sekitar Kali Kabur dan
Kwamki Lama adalah untuk mengejar TPN/OPM, sebagaimana biasanya, pimpinan
TNI/Polri terus berbohong.
Kepada LKBN Antara, Waka Polda Papua, Brigjen Pol Max D Aer hari ini, mengakui
banyaknya aparat keamanan yang diterjunkan itu adalah untuk menghindari
terulangnya kembali insiden yang telah mengakibatkan belasan orang tewas dan
puluhan lainnya luka-luka, termasuk dua orang anggota Polres Mimika. Insiden yang
dimaksud adalah Perang Saudara antara Kubu Damal dan Kubu Dani.
"Mudah-mudahan dengan banyaknya aparat keamanan yang dilibatkan maka proses
perdamaian dapat segera terealiasasi, mengingat saat ini sudah masuk tahap ke
tujuh dari sembilan prosesi perdamaian yang harus dilalui," jelasnya berbohong
kepada LKBN Antara.
Kebohongan lain adalah pernyataan Waka Polda bahwa tidak ada kaitan antara
Perang Saudara dengan Penyergapan terhadap Polisi dan Pembakaran Mobil milik
PT Freeport. "Hingga saat ini belum nampak adanya hubungan antara kasus Kwamki
Lama dengan kasus penembakan di kawasan penambangan PT.Freeport, tegasnya
berbohong dari balik Ponselnya kepada LKBN Antara.
Sampai berita ini diturunkan, ribuan pasukan gabungan TNI/Polri masih terus
beroperasi di titik-titik sasaran. Sementara itu, Helikopter PT Freeport-Rio Tinto terus
mengangkut bahan makanan dan berbagai kebutuhan yang diperlukan, termasuk
amunisi dan bahan-bahan peledak.
"Kita hanya serang mereka dengan 2 pucuk senjata, tetapi mereka kalang kabut dan
datang kejar kami dengan ribuan pucuk senjata, tapi kami akan terus baku hantam
dengan busur panah dan tombak sampai Freeport Angkat Kaki, " ungkap Sang
Komandan Operasi TPN/OPM.
Kerjasama PT Freeport-Rio Tinto dan TNI/Polri dalam pengejaran terhadap TPN/OPM
ini menjelaskan beberapa kenyataan tersembunyi, pertama, PT Freeport-Rio Tinto
tidak dapat melanjutkan kejahatannya terhadap Manusia dan Tanah Papua tanpa
dukungan mutlak dari TNI/Polri.
Kedua, TNI/Polri adalah pelayan setia PT Freeport-Rio Tinto. Dengan membela PT
Freeport-Rio Tinto yang jelas-jelas sedang merampok kekayaan Papua (menurut
mereka bagian dari Indonesia), mereka sebenarnya sudah mengakui bahwa mereka
adalah Tentara dan Polisi Amerika, bukan Tentara dan Polisi Indonesia.***
2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group
|