SPMNews, 3 Sep 2006, 17:24
TPN/OPM Serang Freeport, Tiga Polisi Indonesia Berhasil
Dibunuh, Dua Mobil Freeport Dibakar
Diposkan oleh SPMNews Amole pada 3 Sep 2006, 17:24
[PHOTO: Dua Kompi Brimob yang dikirim Polda Papua ke Timika. Mereka berasal
dari Satuan Brimob Jayapura dan Sorong yang akan mengamankan PT Freeport-Rio
Tinto dan mengejar Gerilyawan TPN/OPM.]
TIMIKA - (SPMNews) -- TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat, Sayap Militer
dari Organisasi Papua Merdeka yang terkenal dengan sebutan (TPN/OPM)
menyerang dua kendaraan dinas milik PT Freeport-Rio Tinto di Mile 69 Tembagapura
Minggu (03/09) dinihari tadi sekitar pukul 01.00 WPB.
Dalam sergapan yang tidak terduga itu, tiga orang anggota Polisi dari Satgas Amole
pelindung perusahaan asing milik Kristen Barat tersebut berhasil ditembak mati dan
dua mobil dinas PT Freeport-Rio Tinto berhasil dibakar. Tidak ada korban yang jatuh
dari pihak TPN/OPM.
Akibat penembakan itu, sejumlah pasukan Brimob langsung didatangkan dari
Jayapura dan Sorong ke Timika, siang tadi.
Kedatangan dua kompi pasukan tambahan tersebut untuk memperkuat pengamanan
di Areal PT Freeport-Rio Tinto sambil melakukan penyisiran di sekitar lokasi
penembakan.
Pengiriman pasukan ini dibenarkan oleh Waka Polda Papua, Brigjen Pol Max D Aer.
Ketika dihubungi LKBN Antara siang tadi, Max Aer mengemukakan pihaknya telah
mengirim dua kompi Pasukan Brimob untuk mengamankan PT Freeport-Rio Tinto.
Kanan-kiri ruas jalan mile 69 sendiri berupa jurang yang curam dan sudah bisa
dipastikan, pasukan Brimob akan mengalami kesulitan dalam berhadapan dengan
TPN/OPM. Sebagaimana biasanya, mereka pasti melampiaskan kemarahannya
kepada masyarakat biasa.
Kurir TPN/OPM di Timika kepada SPMNews mengatakan bahwa penyerangan
dilakukan atas perintah Gen. Goliath Tabuni dan Gen. Titus Murib.
Menurutnya, alasan penyerangan adalah karena PT Freeport-Rio Tinto telah banyak
menguras kekayaan alam Papua, merusak lingkungan, menyeret Pdt. Ondawame Cs
ke Pengadilan, menyuruh Polisi kejar-kejar Mahasiswa Papua dan yang terakhir,
bersama Polda Papua memakai Elminus Mom untuk mengabadikan perang suku di
Kwamki Lama.
Sampai berita ini naik cetak, SPMNews belum memperoleh kronologis penyergapan.
"Kami akan laporkan kronologis penyergapan beberapa jam dari sekarang agar publik
bisa mengetahuinya secara jelas," ujar kurir tadi kepada SPMNews via telepon
seluler.***
2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group
|