Balagu.Com, Senin, 30-Oktober-2006, 20:31:29
Sio…Sapa Mo Sangka Pendeta Dicky Mailoa Pake Narkoba
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku yang sudah
dinonaktifkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Pendeta Dicky
Mailoa, hari Jumat (20/10) pekan lalu sekitar pukul 11.30 Wit, diciduk aparat Satuan
Narkoba (Satnarkoba) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, di kamar 401
Hotel Grand Soya, di bilangan Jalan Cendrawasi, Ambon.
Selain Pendeta Dicky Mailoa, aparat Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Pulau
Ambon dan Pulau-pulau Lease juga m! enciduk oknum Perwira Menengah (Pamen)
Komando Daerah Militer (Kodam) XVI Pattimura Mayor TNI Pasekel, dan dua
pengusaha keturunan Tionghoa asal Saparua masing-masing Edison Tan, Wate
pemilik Toko Safari Motor, disertai dua orang perempuan pelacur.
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di dalam kamar
401 itu adalah beberapa lembar plastik bening yang adalah sisa sabu, bong atau alat
pengisap sabu, menggunakan botol air mineral dikombinasikan dengan pipet sebagai
sarana menghisap sabu. Alat ini sengaja dibuat darurat, untuk menghindari incaran
polisi. Selain itu pula ada aluminium foil dan 15 keping VCD porno komplit dengan
player-nya, serta kartu joker.
Diketahui, penggerebekan terhadap komplotan pemakai narkoba ini dipimpin langsung
oleh Kasat Narkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Ahmad Yani.
Saat penggerebekan berlangsung, terlihat warga yang tinggal di sekitar kawasan
Soya Kecil memadati pelataran depan Hotel Grand Soya. Mereka sama sekali tidak
menyangka kalau dalam komplotan itu, ternyata ada Pendeta Decky Mailoa yang
sudah tidak asing lagi.
Informasi yang dihimpun DEWA menyebutkan, kendati sudah digerebek sejak hari
Jumat malam, namun Pendeta Dicky Mailoa Cs, usai penangkapan itu tidak ditahan
di Mapolres, dan polisi hanya menahan dua orang perempuan pelacur. Merebak
selentingan, Pendeta Decky Mailoa Cs sudah dibebaskan dengan jaminan tertentu
yang diberikan oleh Edison Tan, pengusaha yang punya usaha sampingan sebagai
bandar dan pengedar kupon judi totok gelap (togel) di Kecamatan Saparua, yang
selama ini rupanya sudah menjadi salah satu target polisi.
Informasi lain menyebutkan, alasan komplotan Pendeta Dicky Mailoa Cs, tidak
dibawa ke Mapolres dan hanya menyertakan dua orang perempuan pelacur teman
kencan komplotan tersebut adalah saat penangkapan itu, Pendeta Dicky Mailoa Cs
dimasukan ke dalam mobil DE 26 SB yang dikemudikan salah satu oknum polisi
yang diduga berupaya untuk meloloskan Pendeta Dicky Mailoa Cs.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Drs Trilulus Rahardjo yang
dihubungi wartawan¸ Sabtu malam melalui nomor chell-phone mengakui belum bisa
memberikan keterangan secara detail lantaran harus melakukan pengecekan terlebih
dahulu ke Satnarkoba Polres. "Nanti saya cek dulu, belum bisa dikomentari, saya
cek dulu data-datanya," kata Kapolres, saat itu.
Alhasil, komplotan yang sebelumnya tidak ditahan itu, pada Sabtu malam, sekitar
pukul 22.00 WIT, kembali diciduk aparat Satnarkoba Polres Pulau Ambon dan
Pulau-pulau Lease dari kediaman masing-masing.
Hingga saat ini Pendeta Dicky Mailoa Cs masih mengalami pemeriksaan intensif dan
masih mendekam dalam sel, menyatu dengan beberapa tahanan yang terlibat kasus
pencurian. Sementara itu, oknum Pamen Kodam XVI Pattimura, Mayor TNI Pasekel,
sudah dijemput oleh pihak Pomdam XVI Pattimura. Pangdam XVI Pattimura, Mayjen
TNI Sudarmaidy S. telah memberikan sinyal usulan pemecatan jika yang
bersangkutan terbukti terlibat dalam pesta narkoba tersebut. Langkah awal sudah
dilakukan melalui tindakan tegas berupa penonaktifan Mayor TNI Pasekel dari tugas
dan tanggungjawabnya sebagai seorang prajurit TNI di Kodam XVI Pattimura. "Ya,
semuanya sudah ditahan, sekarang ada di Polres. Nanti kita lihat setelah
pemeriksaan. Sebab sekarang masih dalam periksa intensif dan marathon," katanya.
Awal pemeriksaan dilakukan, Pendeta Dicky Mailoa terlihat berada di ruangan
Satnarkoba. Sedangkan Mayor TNI Pasekel, pengusaha Edison Tan dan Wate serta
dua orang perempuan pelacur diperiksa tersendiri di ruang Buser Polres. [D1W]
Copyright © 2006 by BALAGU DOT COM
|