detikcom, Rabu, 24/01/2007 15:52 WIB
Polri Bersikukuh Tak Ada Korban Sipil di Poso
Indra Subagja - detikcom
Jakarta - Polri bersikukuh tidak ada korban jiwa dari warga sipil saat terjadi baku
tembak di Poso pada 22 Januari. Polri menyatakan, para korban itu adalah kelompok
sipil bersenjata.
"Mereka yang kena tembak adalah yang masuk DPO atau membantu dalam
kelompok itu," kata Wakapolri Komjen Makbul Padmanegara dalam keterangan
persnya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (24/1/2006).
Makbul mengungkapkan, dari tangan para pelaku, di tangan tersangka dan korban
yang tewas ditemukan senjata api dan amunisi. Penyergapan dilakukan melalui
koordinasi sehingga terhindar korban dari sipil.
"Kita sudah mengidentifikasi tempat-tempat itu. Berapa jumlah orang dan senjata
yang dimiliki. Itu dilakukan agar yang tidak punya kepentingan tidak menjadi korban,"
tegas mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Berdasarkan laporan yang diterima Mabes Polri tercatat 14 orang korban tewas,
termasuk seorang polisi. Selain itu, sebanyak 25 tersangka ditangkap hidup-hidup
dan 6 polisi mengalami luka-luka. "Beberapa tersangka yang ditangkap masuk dalam
daftar pencarian orang (DPO)," ujarnya.
Terkait dengan rencana Komisi III DPR untuk membentuk tim investigasi independen,
Makbul menolak mengomentarinya. "Silakan lihat. Silakan langsung ke sana. Saya
tidak akan memberikan tanggapan karena saya hanya pelaksana," tuturnya.
"Tapi apa yang kita lakukan sudah pada koridor. Dan kita siap memberikan
penjelasan," tambah Makbul. (mar/nrl)
Baca juga:
Hidayat: Densus 88 Harus Ditarik dari Poso
Terdakwa Pemenggal 3 Siswi Poso Imbau Buronan Tak Serahkan Diri
Polisi Masih Buru 15 DPO Poso
Jangan Jadikan Poso Aceh Kedua
© 2006 detikcom, All Rights Reserved.
|