Indopos, Selasa, 23 Jan 2007
Lima Wilayah Siaga Satu
HINGGA tadi malam, Poso seperti kota mati. Tak ada warga yang berani keluar
rumah. Masih terdengar satu dua kali letusan senjata api. Situasi sangat mencekam.
Ribuan aparat berjaga-jaga di sudut-sudut Kota Poso. Bahkan, beberapa wilayah,
terutama di area penggerebekan 19 DPO (daftar pencarian orang), ditutup.
Karena situasi Poso masih mencekam, Polda Sulteng meningkatkan status siaga
satu untuk lima polres di wilayah tersebut. Selain Poso, po! lres yang berbatasan
langsung, yaitu Morowali, Touna, dan Parigi Moutong, juga siaga satu. Bahkan, Palu
yang tidak berbatasan langsung dengan Poso pun siaga satu.
Mabes Polri juga akan menambah jumlah personel Brimob ke Poso. Pagi ini,
tambahan pasukan tersebut tiba di Bandara Mutiara, Palu, selanjutnya
diberangkatkan ke Poso melalui jalur darat.
Kepastian pengiriman pasukan elite Polri itu diungkapkan Kaden TNI-AU Bandara
Mutiara Palu Kapten Ridwan Lamadjido kepada Radar Sulteng (Grup Jawa Pos) tadi
malam. "Ada laporan dari pusat bahwa besok pagi (hari ini) pesawat Hercules milik
TNI-AU yang membawa pasukan BKO Polri mendarat di Bandara Mutiara," katanya.
Kapolres Palu AKBP Atrial menyatakan, peningkatan status pengamanan Poso dan
sekitarnya ditujukan untuk mengembalikan situasi keamanan secepat mungkin. Polisi
akan beroperasi rutin di pintu masuk Kota Palu dan mengamankan daerah vital,
termasuk tempat keramaian serta rumah ibadah. "Semua pintu masuk ke Kota Palu
diperketat. Baik melalui bandara udara maupun pelabuhan laut," ungkapnya kepada
Radar Sulteng kemarin.
Peningkatan pengamanan di wilayah Kota Palu dan sekitarnya, kata dia,
semata-mata ditujukan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan serta untuk
memberikan rasa aman kepada warga Kota Palu. Dia mengungkapkan, razia rutin
dilakukan di beberapa titik menggunakan sistem acak. Kadang dilakukan malam,
kadang siang.
Yang jelas, kata Atrial, peningkatan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi hal
yang tidak diinginkan. Dia menyatakan, dari berbagai razia, ada sejumlah barang
bukti yang berhasil diamankan seperti parang.
Di tempat terpisah, jenazah Briptu Rony Iskandar, anggota polisi yang tewas di Poso,
diterbangkan menggunakan heli khusus milik Polri dan langsung dibawa ke kamar
jenazah RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk diotopsi. Jenazah tiba di kamar
jenazah sekitar pukul 15.00 kemarin.
Saat dievakuasi ke ruang jenazah RS Bhayangkara, anggota Satpor III Brimob (BKO)
Kelapa Dua itu masih mengenakan seragam lengkap. Dengan hanya ditutupi sehelai
kain hijau, anggota Brimob yang di-BKO-kan sejak Ramadan lalu tersebut langsung
dibawa masuk ke ruang jenazah. Dari hasil otopsi diketahui bahwa Rony mengalami
luka tertembus peluru di bagian mata kiri.
Wakapolda Sulteng Kombes Pol I Nyoman Sindra dan Kepala RS Bhayangkara
Kompol Felix langsung memantau otopsi Rony hingga selesai. Setelah diotopsi,
jenazah kemudian disemayamkan di ruang Torabelo Mapolda Sulteng. (lib/hnf/jpnn)
©Copyright 2006, Indo Pos Online colo'CBN. |