The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

SINAR HARAPAN


SINAR HARAPAN, Selasa, 30 Januari 2007

Tersangka Bom Pasar Daging Babi Ditonjok Pedagang

Oleh Erna Dwi Lidiawati

Palu – Rekonstruksi peledakan bom di Pasar Babi Measa di Jalan Sulawesi, Palu Selatan, Selasa (30/1) pagi diwarnai aksi pemukulan terhadap tersangka utama kasus itu, Abdul Muis (21) yang dilakukan seorang pedagang.

Pedagang yang orangtuanya tewas dalam kejadian itu kesal dengan perbuatan tersangka. Ia pun langsung menonjok wajah tersangka Abdul Muis. Petugas lalu menyeret tersangka ke mobil. Rekonstruksi yang dimulai pukul 08.00 Wita itu dipadati ratusan warga serta pedagang yang ingin menyaksikan wajah pelaku utama kasus itu.

Peledakan bom di Pasar Daging Babi Maesa terjadi 31 Desember 2005 menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 54 pengunjung pasar tersebut. Sebelumnya penyidik Polda Sulteng telah menggelar rekonstruksi pembunuhan Pendeta Irianto Kongkoli.

Rekontruksi dimulai dari Jalan Anoa di mana Abdul Muis yang dibantu Tengku Firsan alias Ichang (Ichang tewas tertembak saat baku tembak dengan polisi 11 Januari 2007) mempersiapkan bom yang akan diletakan di pasar daging babi itu. Dalam aksi ini Dedi Parsan, salah seorang DPO kasus teror Poso juga terlibat. Yang bersangkutan tewas dalam bentok dengan polisi 11 Januari 2007.

Seperti skenario awal, Abdul Muis dan Ichang tidak bekerja tanpa perintah. Ustadz Ryan alias Santoso alias Abdul Hakim (tewas tertembak polisi 11 Januari 2007) memerintahkan keduanya untuk meledakkan bom di saat umat Kristiani akan melaksanakan tahun baru.

Terungkap sebenarnya bom tersebut akan diledakkan di Pasar Daging Babi Maesa pada tanggal 25 Desember 2005, tapi tidak meledak sehingga akhirnya aksi itu diulang pada tanggal 31 Desember 2005 di lokasi yang sama.

Dalam rekonstruksi itu juga terungkap bahwa bom itu digabung dengan sayur kangkung dan daging babi yang dibeli Abdul Muis. Tersangka Abdul Muis kemudian meletakkan bom itu di salah satu kios di Pasar Daging Babi Maesa.

Yuyun, salah satu pelaku tindak kekerasan yang masih diburu polisi, Senin (29/1) siang akhirnya menyerahkan diri. Dua pelaku kriminal lain, non DPO, juga mengikuti langkah Yuyun yakni Ukung, dan Umang. Mereka menyerahkan diri di Markas Densus 88 Anti Terror di Hotel Wisata Poso difasilitasi orangtua, keluarga, dan tokoh agama setempat.

Polisi hingga kini terus menyisir di wilayah Tanah Runtuh, PDAM dan Kayamanya. Jika penyisiran sebelumnya hanya dilakukan di wilayah pegunungan Tanah runtuh -Kayamanaya, dan rumah yang selama ini dijjadikan "Base Camp" kelompok sipil bersenjata maka penyisiran yang dilakukan Senin (29/1) siang dilakukan juga di rumah-rumah penduduk secara keseluruhan. Penyisiran kembali menemukan puluhan senjata api, amunisi serta bom buatan.

Di Jakarta, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Sisno Adiwinoto, Senin (29/1) siang mengatakan, pihaknya hingga kini masih terus menyelidiki adanya keterkaitan para tersangka kasus di Ambon dan di Aceh. (maya handhini/odeodata hermina julia/norman meoko)

Copyright © Sinar Harapan 2003
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/batoemerah
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044