TEMPO, Senin, 29 Januari 2007 | 19:43 WIB
Abdul Muis Peragakan Penembakan Irianto Kongkoli
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dalam reka ulang
(rekontruksi) terhadap kasus penembakan pendeta Irianto Kongkoli di Jalan Kartini,
Palu, Sulawesi Tengah pagi tadi, menyimpulkan Abdul Muis, pelaku penambakan
memang merencanakan.
Rekonstruksi yang dimulai dari pukul 8.00 waktu Palu berlangsung di depan Masjid Al
Munawarah, masjid milik Departemen Pertanian. Masjid ini merupakan tempat tinggal
bekas Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas.
Menurut polisi, Abdul Muis bersama Dedi Parsan yang tewas pada penyergapan
polisi Kamis 11/1) lalu merencanakan pembunuhan itu. Keduanya berboncengan
sepeda motor menuju toko bangunan. Saat itu pendeta Irianto yang juga Sekretaris
Gereja Kristen Sulawesi tengah bersama istrinya hendak membeli bahan bangunan.
Muis menembak Irianto dari jarak dekat hingga tewas. Adapun pernan Dedi yang
dipegakan oleh aparat keamanan, bertugas mengemudikan motor.
Istri mendiang Irianto Kongkoli, Rita Aryani Kupa Kongkoli, lega dengan upaya polisi
berhasil mengungkap pembunuh suaminya pada 16 Oktober 2006 lalu itu. "Polisi
telah melakukan penegakan hukum," katanya.
Tersangka Abdul Muis tertangkap saat penggrebekan para tersangka yang masuk
dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 11 Januari 2007 di Kelurahan Gebang Rejo,
Poso Kota. Abdul Muis kini menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse dan
Kriminal Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Muhammad Darlis
copyright TEMPO 2003
|