Liputan6.com, 08/02/03 20:51 WIB
Konflik AS-Irak
Tokoh Agama Maluku Menolak Serangan AS-Irak
[Photo: Pertemuan sejumlah tokoh agama di Maluku.]
08/2/2003 19:58 — Sejumlah tokoh agama di Maluku menggelar seruan bersama
menentang rencana serangan AS ke Irak. Mereka meminta umatnya untuk tak
terpancing karena perang itu bukan perang antaragama.
Liputan6.com, Ambon: Sejumlah tokoh agama dari berbagai kepercayaan menggelar
seruan bersama di Gedung Keuskupan Diosis Amboina, Ambon, Maluku, baru-baru
ini. Mereka yang beragama Islam maupun Kristen, bersama menyerukan kepada
umatnya untuk tak terpengaruh dengan rencana perang Amerika Serikat terhadap
Irak. Seruan para tokoh agama ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari
perang kedua negara tersebut terhadap masyarakat Maluku.
Para tokoh agama ini menyatakan, perang yang direncanakan AS terhadap Irak
bukanlah perang antaragama. Namun, merupakan perang antarnegara yang berujung
pada kepentingan politik masing-masing negara. "Yang terjadi di Teluk Persia bukan
untuk kepentingan kemanusiaan," kata Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku
Pendeta I.W.J. Hendrik.
Seluruh umat juga diimbau tak terpancing dengan isu yang bakal mengakibatkan
kekacauan tersebut. Sebab, selama ini masyarakat Maluku telah menderita akibat
konflik. Seruan itu juga diharapkan bisa memperkuat kebersamaan umat beragama,
sehingga bisa saling memahami, menjaga, serta memelihara kedamaian di Maluku.
Sikap penolakan terhadap serangan AS terhadap Irak sudah pernah didengungkan
sebelumnya. Kala itu, ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia yang berunjuk rasa di
depan Kantor Perwakilan AS di Medan, Sumatra Utara, juga menyerukan hal serupa
[baca: Kantor Perwakilan AS Didemo Hizbut Tahrir Medan]. Mereka mengutuk keras
rencana agresi militer Negeri Paman Sam terhadap Negeri Seribu Satu
Malam.(LIA/Sahlan Helut)
© 2001 Surya Citra Televisi.
|