Komando Al-Qaeda atas Perang Salib


Bantahan atas Alasan Orang-Orang yang Enggan Berjihad
=====================================================

Sadarlah wahai orang yang benci terhadap jihad yang telah dibebankan kepadanya, yang hendak
berpaling dari sunnah taufiq dan kebenaran. Bahwa sesungguhnya engkau terancam untuk diusir dan
dijauhkan. Dan engkau -demi Allah- telah diharamkan dari kebahagiaan meraih yang engkau
dambakan!! Hal itu tidak lain hanyalah karena sikap tinggal diammu dari berjihad!!.

Apa gerangan yang menyebabkanmu diam dari berperang? Dan mengarungi medan-medan pertempuran?
Serta bakhil dari berkorban di jalan Allah dengan jiwa dan harta? Tidak lain penyebab itu
hanyalah panjang angan-angan, atau takut kedatangan ajal, atau berpisah dengan yang dicintai
baik berupa keluarga dan harta, atau anak, pelayan dan kerabat, atau saudara kandungmu, atau
orang dekatmu yang sangat menyayangimu, atau teman baikmu, atau kawan karibmu, atau ingin tambah
amal sholeh dulu, atau cinta istri yang mempunyai kecantikan menakjubkan, atau kedudukan yang
hebat, atau jabatan yang tinggi, atau istana yang megah, atau pakaian yang mewah, atau makanan
yang lezat!

Bukankah sebab-sebab selain ini yang membuatmu tinggal diam dari berjihad dan menjauhkanmu dari
Robbul Ibaad. Demi Allah, ini bukanlah sikapmu yang baik! Tidakkah kamu dengar firman Allah
Ta'ala:

"Hai orang-orang beriman apa sih sebabnya, apabila dikatakan kepada kamu: Berangkatlah untuk
berperang pada jalan Allah kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?. Apakah kamu puas
dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia
ini dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit." (QS. At Taubah:38).

Perhatikanlah olehmu, hujjah-hujjah yang akan saya paparkan kepadamu! Dengarkanlah olehmu,
penjelasan-penjelasan gamblang yang akan saya sampaikan kepadamu. Supaya kamu tahu, bahwa tidak
ada yang membuatmu tinggal diam dari berjihad selain apa yang diharamkan dan tidak ada yang
menyebabkan kamu tertinggal selain karena nafsu dan syaithon.


Bantahan Alasan Pertama: TAKUT MATI
-----------------------------------
Adapun perasaan tenangmu kepada angan-angan panjang, takutmu akan datangnya ajal,
kehati-hatianmu dari kematian yang pasti datang dan ketakutanmu dari jalan yang pasti akan kamu
lalui, maka ini alasan bathil dan hujjahmu itu ngawur dan tertolak.

Demi Allah, sesungguhnya maju berperang itu tidaklah mengurangi jatah umur orang. Dan demi
Allah, mundur dari perang itu juga tidaklah menambah jatah umur orang.

Sedang Allah Ta'ala berfirman:
"Tiap-tiap umat itu mempunyai batas timing ajal; maka jika telah datang ajalnya mereka tidak
dapat mengundurkan barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya." (QS. Al A'raf:34).

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu ajalnya.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Munafiqun:11).

Allah ta'ala berfirman:
"Tiap-tiap yang berjiwa itu akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami-lah kamu akan
dikembalikan." (QS. Al Ankabut: 57).

Sesungguhnya kematian itu mempunyai sekarat wahai orang yang sedang terfitnah. Kedahsyatan
tibanya kematian itu amatlah keras hanya saja kamulah yang tidak merasakan. Dan kubur itu ada
siksanya, tidak ada yang selamat darinya melainkan orang-orang sholeh. Dan di dalam kubur ada
pertanyaan dua malaikat yang mengerikan. Sedang Allah Azza wa Jalla berfirman:
"Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di
dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa Dia
kehendaki." (QS. Ibrahim: 27).

Sedang di akhirat kelak ada bahaya besar. Manusia saat itu, kalau tidak menjadi orang bahagia ke
jannah yang penuh kenikmatan atau menjadi orang yang celaka menuju siksa neraka jahim. Wa
naudzubillah min adzaabil jahiim.  Sedang orang yang mati syahid aman dari semua itu. Ia tidak
akan khawatir sedikitpun dari mara bahaya ini. Dan mati terbunuh itu tidaklah terasa sakit bagi
si syahid. Ia hanya merasakan seperti cubitan.

Turmudzi, Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu anhu dari Rasulullah
saw bersabda:
"Orang mati syahid itu tidak merasakan rasa sakitnya terbunuh kecuali hanya sebagaimana rasa
cubitan." (Sunan Turmudzi juz 3 hal 109, sunan Nasa'i juz 6 hal 36 dan sunan  Ibnu Majah juz 2
hal 937 dengan sanad hasan).

Ya akh!! Lantas apa yang membuatmu tinggal diam dari menggunakan kesempatan ini? Yang setelah
itu kamu akan dijauhkan dari azab kubur, beroleh di sisi Allah tempat tinggal yang baik, aman
dari fitnah pertanyaan dan berbagai kegoncangan dan mara bahaya besar setelahnya. Sedangkan para
syuhada' itu, di sisi Robbnya mereka hidup dengan dilimpahi rizki. Tak ada ketakutan lagi bagi
meraka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka riang gembira dengan apa yang Allah limpahkan
kepada mereka dari karunia-Nya seraya ingin sekali rasanya mereka memberi khabar gembira kepada
yang masih hidup. Arwah-arwah mereka berada di leher burung hijau yang terbang ke tempat-tempat
tinggi di surga. Berapakah jauh antara terbunuh dengan mulia ini dengan antara kematian yang
menyakitkan itu? Demi Allah, sungguh perbedaan antara keduanya amatlah jauh. Dan barangsiapa
dilimpahi taufiq itulah orang yang bahagia.


Bantahan Alasan Kedua: CINTA KELUARGA DAN HARTA
-----------------------------------------------
Jika kamu mengatakan: Saya terhalangi dari berjihad oleh keluarga dan hartaku, anak-anak dan
kerabatku, maka anda salah dan alasan anda ini bathil lagi tertolak. Allah telah menyatakan
firman-Nya secara gamblang tak samar lagi:
"Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami
sedikitpun"(QS. Saba: 37).

Allah Ta'ala berfirman: Zuyyina linnaasi hubbusy syahawaati. Dijadikan indah pada pandangan
manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Minnan nisaa-I yaitu wanita, Wal baniina dan
anak-anak, Wal qonaathiiril muqonthoroti harta yang melimpah, minnadz dzahabi wal fidh-dhati
dari jenis emas dan perak, yakni sebagai lambang harta paling mulia dan berharga di mata
manusia, Wal khailil musawwamati dan kuda-kuda pilihan, yakni sebagai lambang kendaraan mewah
yang dibanggakan, Wal an'aami dan ternak, Wal harts dan sawah ladang, yakni pertanian. Kemudian
setelah menyebutkan berbagai aneka kebanggaan duniawi ini, Allah menyatakan, Dzaalika mataa'ul
hayaatid dun-ya itulah kesenangan hidup di dunia, lalu Allah menutup ayat dengan firman-Nya,
Wallahu 'Indahuu husnul ma-aab. Dan di sisi Allah tempat kembali yang baik yakni surga.

Allah Ta'ala berfirman:
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan,
perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan
anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada
azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain
hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al Hadid: 20).

Ayat-ayat yang semisal ini masih banyak lagi. Dan hujah-hujah sangatlah gamblang lagi terang.
Tirmidzi meriwayatkan dari Sahl bin Saad radliyallahu anhu dari Rasulullah saw bersabda:
"Sekiranya dunia itu bernilai di sisi Allah seberat satu sayap nyamuk niscaya tidak akan Dia
beri minum orang kafir darinya seteguk airpun"(Sunan Tirmidzi juz 3 hal 383), sedang hadits
tersebut Shahih. Imam Bukhari meriwayatkan dari Sahl bin Saad As Saa'idy radliyallahu anhu dari
Rasulullah saw bersabda: "Tempat cemeti salah seorang kalian di jannah lebih baik daripada dunia
dan seisinya. Berangkat pagi-pagi berperang fi sabilillah atau waktu sore lebih baik daripada
dunia seisinya. Dan selendang bidadari dari penghuni jannah lebih baik daripada dunia dan
seisinya"(Shahih Bukhari no 2892). Lalu bagaimana kamu bisa terhalangi dari mendapatkan
kerajaan besar di jannah ini, oleh keluarga yang sebentar lagi juga akan mati, yang akan dikoyak
oleh tangan macam-macam serta diceraiberaikan oleh turunnya bencana? Disertai apa yang muncul
dari mereka berupa dendam dan permusuhan, akhlaq buruk dan kedengkian atas bagian-bagian mereka
darimu yang terancam lenyap! Mereka menjauhimu saat sedikitnya harta dan mereka berubah tidak
lagi menyukaimu saat berubahnya kondisi!! Lebih besar dari semua itu mereka akan lari
meninggalkanmu kelak pada hari hisab, mereka akan menuntut atasmu hisab hatta pada perkara
seberat atompun di tempat pemberhentian. Sampai-sampai setiap mereka berangan-angan sekiranya
dapat selamat dan menimpakkan kepadamu dosa-dosa dan beban-bebannya! Atau, bagaimanakah kamu
terhalangi dari jihad oleh harta, yang sebentar lagi pasti akan lenyap, yang saat tiada harta
itu engkau dijauhi oleh teman-teman akrab, hubungan antar sanak kerabat pun retak dan kamu
ditinggalkan oleh semua kawan yang sebelumnya banyak berhubungan? Kemudian pada hari Kiamat
nanti, kamu akan diinterogasi tentang harta: Dari mana engkau dapatkan? Dan ke mana engkau
belanjakan? Duhai alangkah ngerinya pertanyaan itu, di hari ketika anak-anak kecil menjadi
beruban dan dahsyatnya huru-hara! Pada hari itu manusia sangat banyak hingga berdesak-desakkan
dan semakin besar permusuhan. Setiap wanita yang menyusui lupa dengan bayi yang di susuinya dan
setiap wanita hamil melahirkan kandungannya karena hebatnya huru hara. Pada hari itu,
orang-orang berdosa dapat dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka
supaya tidak didengar lagi uzur-uzur dan alasan yang mereka kemukakan! Orang-orang kaya dihisab
atas hartanya yang banyak maupun sedikit, yang mewah maupun yang murah, yang kurang maupun yang
sempurna. Dan kaum faqir akan mendahului masuk jannah di hari itu daripada orang-orang kaya
dengan selisih 500 tahun sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah saw!!

Dari Abu Hurairah rodliyallahu anhu dari Rasulullah saw bersabda: "Fuqoro kaum muslimin masuk
jannah sebelum kaum aghniya' selisih setengah hari, yakni 500 tahun." Diriwayatkan oleh Tirmidzi
juz 4 hal 8-9, Ibnu Majah juz 2 hal 1380 dan Ahmad dalam Musnad juz 2 hal 296.

Jika kamu teringat dengan anakmu yang tercinta dan engkau menyayanginya layaknya sayangnya
seorang ayah yang amat sangat sayangnya kepada anaknya, maka ingatlah firman Allah Ta'ala:
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan atau fitnah bagimu; dan di sisi Allah-lah
pahala yang besar." (QS. At Taghabun: 15).

Demi Allah, sesungguhnya Allah jauh lebih sayang kepada anak daripada sayangnya ayah dan ibunya,
saudara dan pamannya. Bagaimana tidak, sedang Dia-lah yang telah mengasuhnya sebelum mereka
dengan kasih sayang-Nya ketika dalam kegelapan perut. Dia membolak-balikkannya dengan kelembutan
dan kasih-Nya ketika  dalam rahim ibu dan sulbi bapak!!

Bagaimana engkau bisa tercegah dari negeri penuh kenikmatan dan bersanding dengan Robbul Kariim,
oleh anak yang jika masih kecil engkau dibuat resah olehnya dan jika ia telah dewasa engkaupun
dibuat gelisah olehnya! Jika anakmu itu sehat maka engkau sangat mengkhawatirkannya dan jika ia
sakit maka hatimu pun takut karena lemahnya! Jika engkau ingatkan, ia akan marah dan pergi. Dan
jika engkau nasehati, ia akan dendam dan dengki!! padahal engkau yakin akan kebiasaan durhaka
dari kebanyakan anak!! Jika engkau hendak maju, ia membuatmu pengecut, jika engkau hendak
bermurah dan berinfaq, ia membuatmu bakhil. Dan jika engkau bersikap zuhud, ia membuatmu cinta
dunia! Begitu besar fitnah itu sedang engkau menganggapnya karunia! Begitu merata bala' itu
sedang engkau melihatnya nikmah! Engkau harapkan kegembiraannya dengan keresahanmu,
kebahagiaannya dengan kesedihanmu, keuntungannya dengan kerugianmu dan bertambahnya dirham dan
dinarnya dengan semakin berkurangnya mizan amalmu!! Engkau bersusah payah diri demi anakmu itu
apa yang diluar kemampuan dan oleh sebab anakmu itu engkau masuk setiap kesempitan!!
Campakkanlah bayangan ini dari benakmu dan serahkan kepada Siapa yang telah menciptakanmu dan
juga menciptakannya dan pasrahkanlah sepeninggalmu dalam perkara rizki anakmu itu kepada Siapa
yang telah menjamin rizkimu dan rizkinya! Bagaimana engkau menyerahkan kepada Allah pengaturan
anakmu itu ketika dalam kerajaan sebesar ini namun tidak engkau pasrahkan kepada-Nya pengaturan
anakmu setelah kematianmu! Apakah kamu punya andil dalam pengaturan anakmu itu sedikit maupun
banyak, padahal hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta seisinya dan hanya
kepada-Nya lah tempat kembali!.

Demi Allah, engkau tidak dapat memberi untuk anakmu dan juga untukmu manfaat atau madhorot,
kehidupan atau kematian dan kamu tidak mampu menambah umurnya sesaatpun dan tidak pula rizkinya
sedikitpun. Bisa jadi tiba-tiba kamu diterkam oleh maut lalu kamu sudah tergeletak dalam kubur,
tertawan oleh amal perbuatanmu. Dan sepeninggalmu itu anakmu tercinta menjadi yatim, hartamu
diambil oleh pewarismu entah sebelumnya ia musuhmu atau kekasihmu dan sanak kerabatmu pun
berpisah-pisah!! Saat itu, baru kamu akan mengatakan: Duhai kiranya dulu aku bersama para
syuhada' sehingga meraih keberuntungan. Lalu dikatakan kepadamu: jauhjauh sekali. Telah berlalu
apa yang sudah berlalu. Amat besarlah penyesalanmu hari itu. Engkau pun lalu sendirian dengan
apa yang telah engkau kerjakan dulu dari kebaikan dan keburukan! Dengarkanlah firman Allah Al
Azzizul Ghoffar, mengingatkanmu apa yang membuatmu tertipu: "Hai manusia, bertaqwalah kepada
Robbmu dan takutilah suatu hari yang pada hari itu seorang bapak tidak dapat menolong anaknya
dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah
benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan pula syaitan
penipu memperdayakan kamu dalam menaati Allah." (Luqman: 33). Ini, jika memang anakmu itu
termasuk orang-orang bahagia di akhirat maka jannah akan menghimpun antara kamu dengannya. Dan
jika sekiranya ia termasuk golongan yang celaka maka hendaknya semenjak sekarang jangan
berkumpul lagi antara penghuni jannah dengan penghuni nar, antara orang baik dengan orang
jahat!! Barangkali Allah mengaruniakanmu syahadah sehingga kamu dapat mensyafaatinya. Dan dengan
perpisahanmu itu, kamu sedang dalam rangka usaha  menyelamatkannya dari azab dan janganlah
menjauh untuk melakukan itu. Karena pada hari Kiamat nanti manusia akan lari dari saudaranya,
dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu
mempunyai urusan yang cukup menyibukkannnya. Sesunggu tetapi harga aktivitas Departemen
Pertahanan diliputi di amerika serikat.   hnya ini benar-benar keterangan yang agung. Dan Allah
menunjuki siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus.  	


Bantahan Alasan Ketiga: CINTA NEGERI DAN KEDUDUKAN
--------------------------------------------------
Jika anda mengatakan: Terasa berat bagi saya untuk berpisah dengan istanaku dan bangunannya yang
megah itu. Dengan pelayan-pelayanku di situ. Dengan kebahagiaan dan kenikmatanku di situ. Maka
perkataan anda ini bathil dan alasan anda jelas-jelas tertolak. Apa sih istana yang kamu
ceritakan itu hingga bisa mencegahmu dari berjihad? Istanamu itu tak lain hanyalah sebuah
bangunan rumah dari tanah, batu dan pasir. Dari pasak, besi dan kayu. Kalau tidak disapu, banyak
kotorannya. Kalau tidak diberi lampu, amat sangat gelapnya. Jika tidak dirawat bangunannya maka
amat cepat ambruknya. Dan sebentar lagi ia akan jadi seperti tanah. Akan ditinggalkan oleh para
penghuninya dan mereka akan pindah darinya. Bekasnya akan dihilangkan, beritanya akan segera
hilang, gambarnya akan lenyap dan namanya akan dilupakan orang.

Gantilah istanamu yang cepat lenyap itu wahai orang yang tertipu, dengan tempat tinggal yang
langgeng. Istana-istananya menjulang tinggi. Cahayanya terang-benderang. Sungai-sungainya
mengalir deras. Buah-buahannya dapat dipetik dengan mudah dan rendah dan kesenangannya di sana
tak pernah putus. Jika kau tanyakan tentang bangunan jannah, maka ada bangunan emas dan bangunan
perak. Tak ada kepayahan dan kecapaian di dalamnya. Jika kamu tanyakan tentang tanahnya, maka
dari misk idzfr. Jika kamu tanyakan tentang pasirnya, maka ia berupa mutiara dan berlian.  Jika
kamu tanyakan tentang sungai-sungainya, maka di sana ada sungai dari susu, sungai dari madu dan
tak lupa sungai Al Kautsar. Jika kamu tanyakan tentang istana-istananya, maka ada istana dari
mutiara indah. Tingginya sejauh 70 mil ke angkasa. Atau dari permata zamrud hijau yang sangat
mengkilap atau permata yaqut berwarna merah yang bangunannya menjulang tinggi. Orang mukmin
nanti di setiap sudut-sudutnya memiliki istri dan pelayan-pelayan. Masing-masing tidak saling
melihat saking luas berandanya. Jika kamu tanyakan tentang kasur-kasurnya, maka ia adalah kasur
yang bagian dalamnya dari sutra, maka apa bayangan anda dengan bagian luarnya?? Kasur yang tebal
lagi empuk antara kasur lainnya selama 40 tahun. Di atasnya tidak ada tidur dan tidak pula rasa
kantuk. Bahkan mereka diatasnya bertelekan berhadapan-hadapan dengan sebagian lain saling tukar
pertanyaan. Jika kamu tanyakan tentang makanannya, maka hidangan-hidangannya telah diletakkan
dan makanannya tersedia sepanjang masa. Buah-buahannya tidak terlarang dan tidak pula
terputus-putus. Bahkan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang
mereka inginkan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak tempatnya. Laknya adalah
kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang saling berlomba-lomba.

Penghuninya tidak berak dan tidak pula kencing. Tidak meludah dan tidak pula ingusan. Makanan
mereka meresap keluar dari kulit mereka, wanginya bak kesturi dan warnanya bak putihnya perak
permata. Lalu tiba-tiba perutpun sudah kosong lagi seperti semula. Jika kamu tanyakan tentang
pelayan-pelayannya, maka mereka adalah pelayan-pelayan muda yang tetap muda sepanjang masa.
Sebagaimana yang Allah firmankan tentang mereka:
"Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan yang muda dan tetap muda. Apabila kamu melihat
mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di surga
sana, niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka
memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang
terbuat dari perak, dan Robb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesunguhnya
ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah diberi balasan." (QS. Al Insan: 19-22)

Intinya, semua yang kuceritakan kepada anda ini hanyalah sebagian dari berita yang disampaikan
oleh Rasulullah SAW. Dan jikalau tidak, maka di jannah terdapat kenikmatan yang belum pernah
dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas oleh hati anak manusia! Dan jika kamu
tanyakan tentang masa tinggal penghuni jannah di dalam kenikmatan yang besar dan tempat yang
mulia ini, maka mereka di dalamnya tinggal selama-lamanya. Terus hidup tidak pernah mati. Terus
muda tak pernah tua. Terus sehat tak akan sakit. Gembira tak pernah sedih dan puas tak pernah
marah.tiada rasa khawatir akan terputus dari kenimatan itu dan terusir dari tempat itu.
Selamanya mereka merasa aman berada di tempat yang aman. Do'a mereka di dalamnya adalah
subhaakallahumma, puja dan puji mereka kepada Allah, dan salam penghormatan mereka ialah salam,
sejahtera dari segala bencana. Dan penutup do'a mereka ialah alhamdulillah robbil alamin, segala
puji bagi Allah Robb semesta alam. Hendaknya anda bandingkan dengan akal anda antara kerajaan
besar lagi megah ini dengan istanamu yang berumur pendek dan bernilai rendah. Dan renungkan jika
anda tinggalkan istana anda dengan membawa syahadah, kemana anda akan berada.sesungguhnya
tempat tinggal anda di istana itu benar-benar suatu tipuan dan tidak ada yang dapat memberikan
keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh All Khabiir, Allah Yang Maha Mengetahui.  


Bantahan Alasan Keempat: INGIN MEMPERBAIKI AMAL
-----------------------------------------------
Jika anda mengatakan: Saya duduk tidak berangkat jihad karena saya ingin panjang umur dulu untuk
memperbaiki amal. Maka perkataan anda ini bathil dan alasan anda ini tertolak.   Sesungguhnya
ucapan yang terlontar dari diri anda ini hanyalah akibat dari sikap ghurur. Demi Allah tidak
pernah ada yang namanya menunda ajal yang telah ditakdirkan.  Allah Ta'ala berfirman:
"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia
memperdayakan kamu dan janganlah sekali-kali syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu
tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena
sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni
neraka yang menyala-nyala." (QS. Fathir: 5-6)

Ucapan seperti ini hanyalah dari jebakan iblis terlaknat dan bukan dari keinginan para wali dan
kaum sholihin. Bukankah para sahabat dan tabiin pilihan lebih berhak dengan niat ini jika kamu
itu memang termasuk orang-orang yang jujur?! Seandainya para sahabat dan tabiin lebih condong
memilih untuk menunda ajal, niscaya mereka tak akan melakukan hal-hal yang beresiko besar di
jalan Allah. Dan seandainya mereka melakukan hal itu, niscaya mereka tak akan pernah memerangi
orang-orang musyrikin dan kuffar dan melakukan infansi ke negara-negara lain! Tidakkah engkau
pasang telingamu, hai orang yang terfitnah, untuk mendengarkan baik-baik firman Allah Ta'ala:
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan
harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kamu jika mengetahui."
(QS. At-Taubah: 41)

Tidakkah engkau mau renungkan baik-baik jika engkau memang orang yang paham, firman Allah
Ta'ala: "Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang
yang duduk tak berperang karena uzur satu derajat." (QS. An Nisa: 95)

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya berdirinya seseorang pada barisan
di jalan Allah, lebih utama daripada ibadah yang dia lakukan di tengah keluarganya selama 70
tahun." Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Sunan Kubro juz 9 hal 160-161, Turmudzi dalam Sunannya
juz 3 hal 101-102 dan Hakim dalam Mustadrak juz 2 hal 68. Sanadnya hasan.

Wahai orang yang tertipu, ketahuilah bahwa tidurnya seorang mujahid itu lebih utama daripada
qiyamullail dan puasa sepanjang masa!! Baiklah, anda benar apa yang anda ucapkan, namun bukankah
amal anda itu masih diragukan antara ditolak dan diterima? Bukankah di hadapan anda masih ada
perkara yang menyentakkan dan mengerikan? Bukankah anda akan menghadapi hari mahsyar dengan huru
haranya yang menakutkan? Tidak, demi Allah, sesungguhnya anda tidak tahu apakah amal yang anda
lakukan itu dapat menyelamatkan anda atau malah melemparkan anda!! Sesungguhnya Allah mengetahui
apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian terang-terangkan. Dan jika kalian mati atau
terbunuh, hanya kepada Allah juga kalian akan dikumpulkan!
