Komando Al-Qaeda atas Perang Salib


Syaikh Usamah bin Ladin:
"Membunuh Orang Amerika Adalah Inti Keimanan Dan Tauhid."
=========================================================


Wahai para pengikut Muhammad...

Hari ini kami benar-benar mengikuti ajaran Muhammad Shallallohu 'alaihi Wasallama. Kami keluar
di tengah terik matahari untuk mempertahankan Laailahaillallah, sebagaimana yang telah berlaku
di perang Tabuk. Beliau keluar bersama para sahabat tanpa meninggalkan seorangpun di Madinah.
Adapun mereka enggan ikut dengan alasan sibuk mengajar agama pada umat, mereka sebenarnya belum
memahami konsep atau manhaj Muhammad Shallallohu 'alaihi Wasallama. Beliau ajak semua sahabat
bersama para Alim Ulama juga mereka yang jujur imannya. 30 ribu orang sahabat keluar dari
Madinah demi membela Laailahaillallah, ketika mereka mendengar Roma menyusun kekuatan untuk
menentang Laailahaillallah. Jadi mempertahankan Laailahaillallah harus dengan pergerakan jihad,
bukan hanya dengan ilmu tapi juga dengan amalnya.

Harus ada sikap perlawanan yang tegas dan jujur demi mencari keridhaan Allah Subhanahu Wata'ala.
Dan harus di ketahui bahwa kehidupan di dunia ini hanya kenikmatan yang menipu. Dan setiap
muslim yang mampu berjihad dan beri'dad, haruslah segera melaksanakannya hingga ia dapat bertemu
Allah Subhanahu Wata'ala dalam keadaan ridlo kepada-Nya.

Wahai saudara-saudaraku yang tercinta, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala telah membebankan
kepada kita satu kewajiban yang amat besar. Demi Allah!! Robb yang Maha Benar kita telah
meninggalkan rumah, dan tanah air serta keluarga kita, kecuali untuk mengharap keridhoan Allah
dan menegakkan kembali panji-panji Laailahaillallah dan demi menghinakan musuh-musuh Islam, dan
menghancurkan thoghut dan penyembah anak-anak kera dan babi (Yahudi dan Nasrani). Kita binasakan
mereka, supaya mereka ketahui siapa sebenarnya mereka.

Wahai saudara-saudaraku!!! kamu membawa panji saudara-saudaramu yang telah  mempersembahkan
nyawa-nyawa mereka kepada Allah. Mereka adalah: Panji Riyadh Al-Hajiri, Abdul Aziz Mu'thimu,
Mushlih Ash Shahroni, dan Kholid Said. Siapakah Kholid Said? Beliau adalah seorang yang hafal
Al-Qur'an kemudian mempersembahkan nyawanya di jalan Allah. Dan siapakah Abd. Aziz Al Mu'thim?
Beliau adalah seorang yang telah mencurahkan segala hartanya demi untuk menegakkan Agama Allah.
Beliau juga telah membelanjakan hartanya untuk membantu saudara-saudaranya di seluruh dunia. Dan
siapakah Muslih? Beliau adalah orang yang ketika mengetahui kebenaran, langsung mengamalkannya,
tanpa menghiraukan celaan orang lain. Dan siapakah Riyadh Al-Hajiri? Beliau adalah seorang yang
senantiasa menangis karena takut kepada Allah, beliau juga selalu berpesan: " Kalau benar kita
cinta kepada Allah maka leher ini harus di korbankan demi membela Laailahaillallah.

Wahai saudara-saudaraku kami disini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka dan
membayar darah mereka yang ditumpahkan oleh anak- anak babi dan kera itu. Amerika dan Yahudi
yang senang melihat darah-darah ummat Islam yang tertumpah. Inilah kami, yang sedang
mempersiapkan diri dan meluangkan pada dunia. Sesungguhnya kami tetap akan maju sambil menyeru
"Wahai bumi wahyu............, bersabarlah!!!!!!!!! kemenangan akan datang setelah usaha.

Tujuan-tujuan utama latihan-latihan ini adalah berjihad untuk menegakkan kalimah
Laailahaillallah, sesungguhnya saudara-saudaramu di Palestina telah lama menunggu dalam suasana
yang lebih panas dari bara. Mereka menunggu operasi-operasimu di Amerika dan Israel.

Ketahuilah!!!! Bumi Allah ini sangat luas dan titik penting mereka ada di mana-mana. Maka
berusahalah segala upaya untuk menghantam mereka, supaya Kalimah Allah tetap tegak.

Harus diketahui bahwa seorang mujahid yang pantas mendapat pertolongan Allah harus mempunyai dua
syarat :

*- PERTAMA: persiapan fisik berupa latihan dan penguasaan senjata,
*- KEDUA: persiapan berbekal iman, yakni mentaati, mencintai dan takut kepada Allah Subhanahu
Wata'ala.

Satu-satunya jalan untuk menebus kembali kehinaan dan kekafiran yang menguasai bumi Islam ini
adalah dengan JIHAD, peluru dan operasi-operasi syahid. Saya berharap supaya Allah senantiasa
meneguhkan kita diatas jalan ini sehingga kita menerimanya dalam keadaan Dia Ridho kepada kita.
Dengan kelengkapan yang sedikit, beberapa buah RPG, beberapa buah ranjau darat, beberapa buah
Kalashinkov mereka berhasil menghapuskan cerita tentang Rusia yang dipercayai oleh semua manusia
dan juga menghancurkan senjata-senjata militer mereka. Maka hilanglah apa yang dinamakan SUPER
POWER dari ingatan kita.

Firman Allah : Surat Al Anfaal ayat 17
"Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh
mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar (Allah
berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang
mu'min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Kami yakin Amerika jauh lebih lemah dari Rusia, kami mendengar cerita dari saudara-saudara kami
yang mengikuti JIHAD di Somalia. Mereka menyaksikan sesuatu yang aneh, yaitu kelemahan,
ketidakberdayaan dari sifat pengecut yang ada pada tentara Amerika. Baru saja 80 orang mereka
terbunuh, mereka sudah lari terbirit-birit dimalam yang gelap gulita sambil menjerit-jerit.

Orde Baru kepada dunia. Tetapi kemenangan akan tiba insya Allah di semenanjung Arab yang akan
menimpakan Amerika akan mimpi ngeri di Vietnam dan Libanon.

Adakah manusia masih belum paham bahwa jazirah Arab telah dijajah dan dibawah kendali Amerika
Zionis tempat turunnya wahyu dan tempat tinggal Nabi Muhammad Shallallohu 'alaihi Wasallama
beserta para sahabatnya berada di bawah kekuasaan Roma yang terdiri dari Yahudi dan Nasrani
Lahaula walla Quata illa Billah. Sesungguh Jihad melawan Amerika adalah inti keimanan dan
Tauhid.

Kami mengajak Ummat Islam supaya mengusir musuh yang telah menjajah tanah kami. Maka ada
beberapa pemuda yang telah menyambut seruan ini, mereka adalah: Kholid Ash Said, Abdul Aziz Al
Muthina, Riyadh Al Hajiri, Muslih Ash Shamroni. Kita mengharap supaya Allah menerima mereka
sebagai Syuhada' karena mereka telah mengagungkan Ummah dan telah menebus malu akibat
pengkhianatan Kerajaan Arab Saudi sendiri dan kesepakatan mereka dengan Amerika yang mengijinkan
mereka masuk ke tanah suci.

Kami menganggap pemuda-pemuda ini sebagai pahlawan dari Mujahidin yang telah mengikuti jejak
Rosululloh Shallallohu 'alaihi Wasallama, kami menyeru mereka lalu mereka menyambut seruan kami.
Semoga ALLAH Shallallohu 'alaihi Wasallama menerima mereka dan semoga keluarga-keluarga mereka
di karuniai kesabaran. Dan supaya ALLAH Shallallohu 'alaihi Wasallama menjadikan mereka sebagai
pemberi syafaat untuk keluarga mereka dan juga untuk kami di akherat nanti.

Dengan izin Allah telah menggembirakan hati umat Islam di seluruh dunia. Para pemerhati politik
dunia umumnya mengambil kesimpulan bahwa dunia Islam ingin mengusir Amerika. Apalagi ketika
intelejen Amerika melaporkan bahwa ledakan itu merupakan sebuah pukulan yang menyakitkan karena
mereka tidak berhak menerima pukulan seperti ini sejak pengeboman Marine di Libanon. Kedutaan
yang letaknya di Naerobi sebenarnya mewakili 6 kedutaan. Disanalah diputuskannya serangan
terhadap rakyat Somalia hingga membunuh lebih dari 13 ribu orang wanita dan anak-anak. Tempat
itu juga sebagai pusat pembuatan makar untuk memecahkan Sudan dari Naerobi seperti yang sudah di
maklumi bahwa kedutaan Amerika pasti mengendalikan negara yang di tempatinya dan pusat kantor 
CIA terbesar di Afrika Timur ada di kedua kedutaan itu dan Allhamdulillah bom yang di letakkan
di sana memang cukup besar dan mereka memang pantas untuk menerimanya supaya mereka dapat
merasakan apa yang kita rasakan di Subra, Satila, Dearyasin, Kona, Kholil dan lain-lainnya.
Gelombang kegembiraan ini benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam. Mereka tahu bahwa
Yahudi dan Amerika telah melampaui batas dalam menghina umat Islam. Sedang negara-negara mereka
tidak mau melindungi mereka dan agama mereka maka penggeboman ini adalah sebuah ledakan amarah
yang dilaksanakan oleh beberapa pemuda Islam yang telah mempersembahkan nyawa mereka dalam
mengharap ridho Allah Subhanahu Wata'ala. Dan saya sanggat menghormati mereka karena mereka
telah menghapus kehinaan umat Islam.

"Kau mencatat sejarah, menghimbas kembali memori. Inilah Sholahuddin yang menghunus pedangnya
penuh dengan tetesan darah kuffar. Mengimbas kembali memori Hittin setelah lama menghilang.
Bersama memori Badar dan Khoibar. Pahlawan-pahlawan Islam telah terlahir kembali mulai bergerak
berkobar dalam dendam. Saudaraku di Timur sedang menyiapkan diri sedangkan Kabul telah lama
bersedia. Di  Najd, pemuda-pemuda bangkit untuk berjihad. Di Adn mereka bangkit menghancurkan
kapal perang penghancur. Yang menakutkan kamu dimana saja. Ketika sedang berlabuh dan sedang
berlayar. Dia membelah laut dengan sombongnya. Membuat dongeng, cerita kononnya pahlawan dunia.
Sedang ia berlayar menuju tujuan penuh lagak memamerkan besar badannya. Ia tiba pada sebuah
kapal kecil yang di buai gelombang. Timbul tenggalam di balik gelombang. Seolah mengejek
kekerdilannya. Ia di kepung ombak di setiap penjuru, tapi mungkin si kecil sangat di takuti dan
berbahaya. Tetapi ketika keduanya bertemu. Tentara Muhammad saw Dua Syuhada menyerang sambil
melaungkan Allahu Akbar!!! tentara kafir yang dipimpin oleh perasaan dengki Salibis dan Si
Kaisar. Kecamuk peperangan yang waktunya hanya beberapa saat bahkan mungkin kurang dari itu.
Tapi juga kemenangan pasti terjadi. Tepat pada waktunya tiada cepat atau lambat.
Tengkorak-tengkorak kuffar terguling-guling, sedangkan bangkainya bertaburan di sana-sini."

Cara terbaik dalam menghadapi mereka dengan bersenjatakan Aqidah yang suci dengan misal senjata
dan aksi yang benar bukan palsu, demi untuk menghancurkan mereka dengan jalan jihad fie sabillah
di setiap medan. Semua ini adalah karena penghinaan dan kepahitan yang dirasakan. Kepada mereka
yang telah mengangkat panjji-panji fie sabillah. Kamu telah berangkat mereka yakinlah kamu telah
memulai maka teruskanlah hingga penghujungnya. Jangan mundur karena itu berarti kalah. Jauhilah
keraguan karena itu membawa kehancuran. Jika kamu menderita, maka sesungguhnya mereka menderita
sepertimu. Tapi kamu mengharap sesuatu dari Allah sedang mereka tidak mempunyai harapan.

Kepada saudara-saudara kami di Palestina kami nyatakan sesungguhnya darah anak-anakmu adalah
darah anak-anak kami. Dan darahmu adalah darah kami juga. Maka darah harus dibayar dengan darah
dan kehancuran harus di balas dengan kehancuran. Kita jadikan Allah sebagai saksi bahwa kami
tidak akan menghampakanmu. Hingga kita menang atau kami harus merasakan seperti apa yang
dirasakan Hamzah bin Abdul Mutholib. Kami berikan kabar gembira kepadamu bahwa bantuan Islam
akan tiba dan operasi Yaman akan berterusan insya Allah.

Demi Allah di Palestina Muslimin tidak bisa berdiam lagi. Kita telah sepakat akan menghadapi
lagi kasus ini dengan warna yang bagus. Yaitu warna darah dan dengan formasi baru yaitu formasi
kemuliaan dan keazaman yang kuat mengharap jannah. Rakyat Palestina telah menghirup gelas-gelas
kedukaan, dan luka Hijaz belum dapat di obati.


"Adakah kamu tetap berdiam!!!.... Adakah kamu berdiam sedangkan para pemimpin gagal
mempertahankan tugas suci? Dan ketua-ketua mereka membantu si kafir."

"Adakah kamu tetap berdiam? Sedangkan para pedagang enggan mengeluarkan zakat untuk menyiapkan
Mujahiddin."

"Adakah kamu tetap berdiam? Sedangkan tentara-tentara gagal menyusun barisan untuk berperang?
Apalagi membebaskan Al-Quds dari penjajah sedangkan pahlawan-pahlawan muda belum sempat sembuh
dari lukanya. Dan bayi-bayi belum sempat di kafani mayatnya."


Mana pemuda-pemuda Islam!!! Bukankah seharusnya mereka menyambut seruan Rob-Nya dan bersiap
sedia?! Sesungguhnya pejuang-pejuang Islam hanyalah sekelompok kecil yang terlukai karena
ketiadaan Nur. Tetapi mereka percaya bahwa khilafah tetap akan tiba tanpa peduli pada luka-luka,
bahwa penghianat adalah sebuah bayangan yang akan hilang dari jalan Jihad. Mereka telah
bersumpah untuk terus berjihad walau di tantang oleh KISRA dan KAISAR.
