Betapa hati saya terasa diiris melihat berita di CNN, saya sempat tidak percaya melihat betapa tragisnya, korban penjarahan dan pembakaran yang terjadi di Medan. Maklum saya hanya bisa menyaksikan lewat CNN, karena saya tinggal jauh dari Indonesia. Setelah menyaksikan berita itu saya masih sempat berpikir, biarlah harta saja yang di jarah dan di musnahkan, asalkan jangan sampai dianiaya, disakiti atau yang paling parah di perkosa atau di bunuh. Karena saya merasa harta akan bisa di cari lagi walaupun akan sulit.

TAPI SAYA SALAH BESAR....... beberapa hari kemudian, sepulang dari kerja, saya melihat CNN lagi. Reporter tersebut membahas lagi berita dari Indonesia yang saya pikir, ini sih berita yang kemarin, tapi ternyata si reporter mengatakan: "The picture you are about to see is horrifying and not suitable for children", dan sayapun jadi penasaran, ada apa lagi sih, ternyata saya menyaksikan tayangan yang sepanjang hidup saya paling mengerikan, dan sambil menyaksikan, kesadisan yang diperbuat oleh perusuh, di beritakan banyak orang yang dianiaya, dibunuh, dibakar hidup-hidup dan diperkosa. Perasaan saya jauh lebih sakit ketika itu di bandingkan ketika menyaksikan peristiwa Medan, karena saya tidak mendapat berita bahwa sampai ada yang di perkosa berama-ramai di depan keluarga mereka. Apakah bangsa Indonesia yang yang sopan-santun, kalau lewat di hadapan orang lain membungkuk, inikah, watak aslinya?????

Keesokan harinya di tempat kerja, saya di berondong oleh pertanyaan oleh rekan sekerja yang kebetulan menyaksikan berita yang ternyata tidak hanya di tayangkan oleh CNN, tapi oleh TV local swasta. Mereka tau bahwa saya orang Indonesia. Mereka mengatakan, "Is that how you people resolve the problem, Gang Rape and Killing Chinese? This is beyond our comprehension." Ada lagi yang berkomentar "This is beyond believe." Sayapun tidak bisa menjawab, karena tidak tau jawabannya. Mereka tidak mengerti bagaimana hal ini terjadi di negara yang katanya manusianya beradat ketimuran. Malah ada yang bertanya dengan sinisnya, "Isn't there any law in Indonesia angainst looting, raping and killing"? karena mereka juga bisa melihat dimana tentara hanya menyaksikan tindakan tersebut.

Saya tidak akan mengumpat mereka yang memperkosa dan membunuh, karena sudah banyak di milis ini yang memanggil mereka dengan nama-nama yang "cocok" untuk mereka. Di hati nurani mereka sendiri yang akan berkecamuk perasaan bersalah dan terus akan berasa di kejar-kejar dosa, percayalah sejahat-jahatnya seseorang masih ada di sudut hati kecilnya yang mengganjal dan terus akan mengganjal sampai entah kapan, hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan.

Untuk Para Korban

Saya yang hanya bisa menyaksikan di TV dan membaca di milis ini beberapa pengalaman korban yang di ceritakan, dan hanya bisa membayangkan betapa sakitnya wanita-wanita keturunan diperlakukan demikian. Saya akan berbohong bila saya mengatakan "Saya tau perasaan anda yang mengalaminya." karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah tau perasaan anda secara keseluruhan, karena saya tidak mengalaminya. Jadi saya hanya bisa turut bersedih dan mendoakan agar anda bisa pulih. Yang saya tau pasti adalah anda dalam keadaan putus-asa, merasa kotor karena telah di nodai, malahan sampai ada yang hamil, batin anda akan tertekan entah untuk berapa lama. Tapi percayalah, bahwa banyak sanak-saudara dan teman-teman anda yang menginginkan anda bisa pulih fisik maupun mental. Saya tidak mengatakan itu gampang, tapi cobalah untuk berkomunikasi dengan lambaga-lembaga masyarakat yang ingin dan bisa menolong seperti lembaga Relawan atau paling tidak anda banyak berdoa kepadaNYA, supaya di berikan semangat untuk sedikit demi sedikit bangkit dan dilepaskan dari cobaan-cobaan yang berat itu.

Sekali lagi saya katakan untuk melangkah kearah pemulihan tidaklah gampang, tapi percayalah, "take it one day at the time." dan Tuhan tidak akan membiarkan umatnya yang tersiksa.

P.S. Terima-kasih pada Indonesia Daily News Online atas di sediakannya milis ini. You have done a great job.

Salam dari jauh

Take Care of Yourself and Each Other.

IHCC - Indonesian Huaren Crisis Center Back to Opini