Patriarki
Patriarki menurut Kamla Bhasin adalah ada sistem yang selama ini meletakan kaum
perempuan terdominasi dan tersubordinasi (patriarki). Secara harfiah ; Patriarki
berarti sistem yang menempatkan ayah sebagai penguasa keluarga.
Hubungan antara perempuan dan laki-laki bersifat Hierarkis : yakni laki-laki
berada pada kedudukan dominan sedangkan perempuan sub-ordinat, (laki-laki
menentukan, perempuan ditentukan)
Perempuan di dalam sektor tenaga kerja : Laki-laki mengontrol produktivitas
perempuan di dalam dan di luar rumah tangga, dalam kerja bayaran.
Reproduksi Perempuan : Laki-laki mengontrol daya reproduktif perempuan. Di
banyak masyarakat, kaum perempuan tidak punya kebebasan untuk memutuskan berapa
anak yang mereka inginkan. misalkan : Di gereja katolik, hierarki keagamaan
laki-laki memutuskan apakah laki-laki dan perempuan bisa mengunakan
metode-metode kontrol kelahiran, metode mana yang di perbolehkan, apakah
perempuan bisa menggugurkan kandungan yang tidak di kehendaki.
Patriarki, tegas para feminis radikal, membatasi aborsi dan sering berusaha
menolak sepenuhnya. Tetapi pada saat yang sama menjadikan perempuan sasaran
tekanan yang terus menerus tak kunjung hilang untuk terlibat dalam hubungan seks.
Lebih jauh lagi, patriarki tidak hanya memaksa perempuan menjadi ibu. Ia juga
menentukan kondisi-kondisi pengibuan mereka.
Ideologi pengibuan ini dianggap merupakan salah satu dari basis penindasan
perempuan karena ;
*Menciptakan watak feminim dan maskulin yang melestarikan patriarki,
*Menciptakan dan memperkuat pembatas antara privat dan publik,
*Membatasi gerak dan perkembangan perempuan serta memproduksi dominasi kaum
laki-laki.
Kontrol atas seksualitas perempuan.
Perempuan diwajibkan untuk memberikan pelayanan seksual kepada laki-laki sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan si laki-laki. Sebuah analisis feminis radikal
mengatakan bahwa perempuan di bawah patriarki tidak hanya menjadi ibu, tetapi
juga budak seks, dan ideologi patriakal mempertentangkan perempuan sebagai
mahluk seksual dengan perempuan sebagai ibu. Menurut analisis ini, perkosaan
tidak ada disemua masyarakat tetapi merupakan ciri patriarki. perkosaan di
pandang sebagai peralatan politik yang efektif. Penindasan yang dilakukan oleh
orang-orang yang berkuasa terhadap orang-orang yang tidak berkuasa.
translate: -=dama=-