Legalisasi Ganja




Salah satu cara mengurangi penggunaan narkotika pada anak-anak dan remaja
Lebih dari 78 % para pecandu dan pengguna obat bius di Indonesia memulai kecanduannya pada saat mereka remaja berumur antara 15 hingga 18 tahun. Karenanya, berkata mengenai persoalan maraknya propaganda pemerintah yang mengharamkan semua jenis drugs dalam propaganda anti-narkobanya, berikut ini kami ulas sedikit mengenai ganja dan efeknya terhadap penggunaan hard-drugs. Ganja yang seringkali dianggap sebagai sama berbahayanya dengan hard-drugs seperti kokain, heroin, putaw juga alkohol dan sejenisnya, sebenarnya malahan membuat para pengguna hard-drugs meningkat. Kita juga tidak bisa mungkir bahwa bagaimana sekarang ini akses untuk mendapatkan berbagai drugs dari yang soft ataupun yang hard sudah sangatlah mudah. Tetapi pendidikan secara transparan mengenai fakta nyata soalan drugs tidak pernah ada yang sampai ke telinga kita, kita hanya diajarkan bahwa semua drugs itu jelek. Berikut ini kami ulas sedikit soalan ganja dan mengapa ganja perlu dilegalisir.

Hal berikut ini memberikan contoh lain bagaimana legalisasi ganja dapat secara nyata mengurangi penggunaan drugs yang berbahaya. Orang-orang yang memilih untuk membeli ganja seringkali membeli dari para pengedar yang juga menjajakan berbagai macam drugs lainnya termasuk hard-drugs, tidak sekedar menjual ganja saja. Hal ini berarti bahwa mereka memiliki akses pada hard-drugs, dan hal itu membuat kemungkinan resiko untuk menjadi pecandu hard-drugs lebih besar.
Dalam kasus ini, kita terpaksa melihat kepada soalan hukum, yang ternyata malah mengarahkan kita pada penggunaan hard drugs. Jika ganja dilegalkan, maka pasaran hard-drugs akan terpisahkan dengan ganja, dan semakin sedikit orang-orang yang akan menggunakan hard-drugs.

Jika kita tidak mau anak-anak kita untuk menghisap ganja, kita justru harus melegalkannya. Mereka dapat menghisapnya sekarang juga apabila telah dilegalkan karena ganja akan tersedia dan mudah didapat seperti juga untuk mendapatkan alkohol. Maka karenanya, akan juga semakin sedikit para pengedar gelap ganja di sekolah-sekolah, dan di sudut-sudut jalan. Dan jika ganja dilegalkan melalui berbagai farmasi, para pengedar tidak akan perlu lagi berkompetisi dalam masalah harga.

Jika kita telah berperan sebagai orang tua, pilihan juga ada pada diri kita: apakah kita ingin anak kita untuk sembunyi-sembunyi menghisap ganja yang mereka beli secara gelap di jalanan yang berarti bahwa anak kita telah menjalin hubungan dengan dunia drugs, atau kita ingin berbicara dengan anak kita secara tenang dan menerangkan secara terbuka kepada mereka mengenai ganja dan mengapa mereka sebaiknya menunggu hingga mereka telah cukup umur untuk menghisap ganja? Anak kita tidak akan mungkin datang sendiri kepada kita dan berkata bahwa dia telah menggunakan drugs. Disamping itu, apakah kita lebih memilih anak kita menggunakan kokain, heroin dan alkohol?

Lagipula melihat kenyataan bahwa memang pada usia mereka, anak-anak akan sangat dikendalikan oleh rasa ingin tahu yang besar. Karenanya, dengan memberikan pengertian secara terbuka mengenai ganja, kita akan dapat membuatnya menjadi lebih menarik dibandingkan hard-drugs. Penerangan yang ditutup-tutupi hanya akan membuat situasi semakin parah, membuat anak kita mulai berbohong mengenai pergaulannya, dan apabila hal itu berarti dia mulai berbohong mengenai penggunaannya terhadap drugs, maka hal itu mulai akan merusak segalanya. Dengan kata lain, histeria kita terhadap drugs (seperti gencarnya propaganda buta di negeri kita mengenai anti narkoba --Ed) hal tersebutlah yang justru memperparah keadaan. Ketika anak-anak melihat bahwa para pengguna ganja tidak bersikap merusak seperti layaknya cerita propaganda buta dari pemerintah, mereka akan berpikir bahwa hard-drugs dan berbagai narkotika lainnya juga sama tidak merusaknya seperti ganja. Mereka akan lebih tertarik untuk mencoba menggunakan yang lainnya, dan begitu mereka mencobanya, akan semakin sulit bagi mereka untuk terlepas dari kecanduan. Anak kita lalu tidak akan lagi menaruh respek pada diri kita, kecuali kita dengan tenang dan terbuka mengemukakan alasan mengapa ganja itu berbeda dengan hard-drugs. Langkah pertama untuk kita semua, adalah mempelajari fakta nyata tentang berbagai drugs, baik itu soft-drugs maupun hard-drugs.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai legalisasi ganja, apa kaitannya ganja dengan penyelamatan alam dan bumi, ganja sebagai medis dan alat penenang, dapat didapatkan dengan menghubungi kami di alamat yang tercantum disini.



Tulisan diatas diadaptasikan oleh tank_boy dari sebuah essay berjudul 'Why Its Still Not Legal?' tulisan dari seorang freedom-fighter, Yuriko 'Bambi'.