Saya, Punx Dan Anarki
Artikel ini hanya sebuah ungkapan dari saya atas perlakuan segelintir orang yang
mengaku dirinya "punk" dan menganggap saya tidak mungkin dan tidak cocok menjadi
punk!
Sebenarnya saya sudah menginginkan untuk menulis artikel ini pada beberapa waktu
kemarin, namun ternyata semuanya tidak berjalan dengan lancar. Akhirnya setelah
saya tidak tahan atas semua kata kata dibelakang saya yang terasa "enak" semakin
memberi semangat saya untuk menulis hal ini dan setelah banyak membaca dan "hidup"
dalam punk scene, saya merasa terbangkit untuk menulis artikel atau mungkin
lebih tepat disebut opini saya.
Seringkali saya berpikir dan mengira bahwa punk itu adalah karya musikal yang
merupakan ekspresi dari anarkisme, namun dilain waktu saya juga berpikir bahwa
punk lebih kepada hal nihilisme, sebuah pandangan akan ke tidak bergunaan dan
tanpa perasaan. Dan juga seringkali berpikir bahwa punk itu adalah kawinan dari
kedua isme itu. Dan dalam beberapa tahun kebelakang saya juga sempat berpikiran
bahwasanya anarkisme itu adalah juga nihilist, tapi setelah mengalami beberapa
masa perkembangan saya pikir anarkis itu lebih dari hal itu semua, anarkis
mempunya sesuatu yang lebih dimana mereka tidak melawan semua yang ada namun
lebih spesifik dimana mereka tetap melawan suatu tekanan tekanan terhadap sosial
politik
Saya menyatakan diri saya sebagai seorang punk, jika hal itu dikarenakan saya
menyukai musiknya (karena terus terang saya tidak mempunyai kemampuan untuk "penampilan"
punk), sepanjang hidup, saya mengalami banyak masa metamorphosis dalam hal
kesukaan saya dalam musik, dimulai ketika saya kelas 2 smp dimana saya "teracuni"
oleh Sex Pistol (Nevermind the Bollock) dan Ramones ( Loco Live) yang pertama
kali saya dengarkan dan saya dapat bootleg nya dari kakak saya, kemudian Nirvana
datang dengan gencarnya dan saya pun menggila dengan Cobain nya nirvana, Lalu
bosan dengan pitch yang ada saya mencoba untuk mendengarkan musik yang lebih
keras yap saya mendapati sebuah komunitas di sekitaran jalan Cihapit (Dulu
merupakan pusat penjualan barang bekas di Bandung) disana saya mulai mengenal
Death Metal, Grind Core sampai Black metal, Saya tak dapat memungkiri diri saya
merupakan trend follower .. Yap! Saya belum menemukan diri saya yang terombang
ambing. Saya pun setelah sekitar 1-2 tahun di dalam scene yang biasa disebut "Barudak
Hideung" (mungkin dikarenakan mereka kerap menggunakan baju hitam atau mungkin
dari lirik mereka yang terlalu banyak menceritakan kegelapan), dan secara
kebetulan saya menemukan kaset rekaman punk yang dulu saya pernah punya… Ohhh
Nostalgia…. Yap Ramones sepertinya sebuah lagu cinta di sma -nya Chrisye, saya
pun merasa terlena entah bagaimana yang pasti scene punk disaat itu juga
bersamaan sedang di puncak puncak nya, yeah mungkin saya ini adalah trend
follower sejati ..ha..ha..ha.. dan jika itu memang benar mungkin sekarang saya
akan menjadi seekor gorila dengan menggunakan baju super sangat ketat sekali
lalu dilengkapi oleh kaca muka yang segede velg beca itu Ha ha ha … mungkin juga
yah… hemmm kayaknya coll banget .. ha ha ha.. ehem… Lalu saya mulai tertarik
dengan bermacam budaya punk, yang tidak dapat saya pungkiri, pertama saya lihat
punk dari fashion look nya. Istilahnya Kewl banget, lalu ketika saya mulai
kuliah saya banyak mendapati informasi informasi tentang kebudayaan punk itu
dari dunia cyber yang waktu itu pertama kali saya membuka situs Crust as Fuck
san situs Crass records, yang kebetulan saya pecinta Discharge, salah satu band
paling edun lah (tapi bukan mengagungkan lho! He he he), disana banyak terdapat
link, profil, artikel dal lainnya, saya pun mulai banyak membaca,..dengan
membaca itu sendiri saya dapat membuka mata secara lebar, dimana dulu saya tau
punk itu hanya musik dan fashion sekarang lebih dari itu, Dimana saya dulu
sangat menyalahkan komunisme yang diharamkan di indonesia dan banyak hal yang
saya dapat dari membaca.. btw ini biography saya yah ? heheh sorry …. Ehm
kembali ke topik, Saya merasa bangga sebagai punk dimana didalamnya banyak hal
yang sangat menarik, Terasa begitu eratnya dengan anarkisme serta banyaknya
budaya perlawanan yang didalamnya seperti suatu kemarahan terhadap situasi yang
terjadi dan keadaan yang penuh tekanan-tekanan, budaya D.I.Y. atau Do It Your
Self, Antifashion, Oposisi dari kontrol korporasi dan lainnya yang sangat saya
temui dalam musik lain. Yap mungkin disini saya terlalu "memusikan" anarkisme
dalam punk itu sendiri tapi yang pasti saya menemukan anarkisme itu sendiri
ketika saya mendengarkan punk.
Band favorite saya adalah The Ramones, Discharge, Crass ( yang saya dengarkan
sangat lama setelah band ini terbentuk dan bubar… Uh shame on me.!) dan beberapa
band crust dan grind core. saya juga menyukai band dan musik lainnya, namun band
band diatas adalah band yang banyak atau terlalu banyak memberikan "sebuah
semangat hidup".
Musik dan Politik tak beda halnya seperti bumi dan bulan, yap politik!, Atau
bahkan politik itu dengan kehidupan kita sehari-hari. Seperti artikel dari Ucok
dalam Membakar Batas Zines nya, dia mengatakan Politik itu menyangkut segala
aspek kehidupan, " ….segala macam yang kita lakukan adalah politis, karena
politik itu adalah pengambilan keputusan yang dalm prosesnya secara sadar atau
tidak sadar kita terpaut didalamnya secara individu atau kolektif…", begitu pula
dengan punk dimana paham anarkisme sangat erat dengan musik ini, punk akan
menjadi dan selalu menjadi ancaman. Begitu pula hal nya dengan budaya D.I.Y,
dimana saya sangat tidak menyetujui akan adanya sebuah "penarikan" dari mayor
label, seorang punk yang merasa juga dirinya serta dalam anarkis tentunya akan
menolak hal itu. Punk sudah seharusnya memikirkan tentang mereka sendiri dan
begitulah adanya, dilain pihak juga musik hanyalah media propaganda ( yang juga
kerap kali digunakan militan ultra kanan dengan neo nazinya), pesan lirik yang
terkandung didalamnya lebih penting dari pada rambut yang berwarna warni dan
sepatu Doc Mart yang mengkilap, dan itu semua juga seharusnyalah didukung oleh
kehidupan sehari hari.
Disekitar kita banyak anarcho punk yang bersikeras akan paham anarkisme nya dan
berusaha keras mengorganisir diri dan kolektif nya, Begitu pula banyak chaos
punk yang bersikeras akan rasa tidak pedulinya… ehm. Lalu Apakah Punk itu akan
menuntun seorang individu menjadi anarkis? Ataukah Anarkisme itu menuntun
menjadi punk ? Silahkan anda banyak membaca, karena saya yakin anda sudah
mengetahui jawaban tersebut dari newsletter yang banyak tersebar, tapi saya
pribadi mengenal punk jauh sebelum saya menjadi anarkis. Saya tidak terpengaruhi
oleh Sex Pistol dengan lagu Anarchy in the U.K nya, mungkin bila saya
terpengaruh band itu , saya sekarang hanya duduk di depan TV nonton berita dan
hanya bisa mengumpat orang lain sambil minum bir tanpa tau apa itu semua. Saya
hanya suka musiknya, kemarahan didalamnya, namun tidak tertutup kemungkinan jika
orang lain mungkin sangat terpengaruhi oleh musik punk untuk menjadi radikal.
Oh ya D.I.Y, Do It Yourself, ini salah satu percerminan dari anarkisme yang
menurut saya paling indah, yap indah! (apa perlu kata yang lebih baik ?), D.I.Y
akan membentuk suatu dunia yang lebih baik dimana didalamnya mengutamakan
kebersamaan dan kerjasama dari pada kompetisi yang akan membunuh satu sama
lainnya. Keindahan dari budaya ini yaitu adalah rasa puas yang didapatkan bukan
dari uang, namun pada kenyaataan nya yang tidak dapat kita pungkiri bahwa uang
telah dituhankan, lalu apakah kamu menuhankan uang? Jika ya, bunuh lah tuhan mu
itu dengan D.I.Y!
Lalu dengan membentuk sebuah kolektif yang tentunya dengan membentuk kolektif
adalah untuk menghindari sebuah pembentukan organisasi hirarki, saya juga pernah
"bergabung" dengan FAF (Front Anti Fasis) yang pernah ada di bandung, didalam
kolektif ini saya dapat berbagi pengalaman, bercerita, diskusi dan aksi di jalan,
walaupun saya sadari dalam kolektif ini, saya hanya sebagai orang yang ikut
ikutan, saya tidak terbiasa untuk mengorganisir massa, sehingga saya hanya bisa
ikut jalan kaki, ikut teriak teriak, ikut keringetan, ikut ujan ujanan, ikut
cape, ikut sakit , ikut ikutan lah pokoknya, tapi itu semua saya lakukan bukan
karena "ikut-ikutan" karena waktu itu pas "trend"nya demonstrasi, saya melakukan
itu karena saya peduli dan merasa bahwa yang selama ini saya mampu lakukan cuma
itu selain saya banyak membaca dan banyak berkomunikasi dan bertukar informasi.
Dan yang terakhir, dalam menulis kolom ini, Saya telah menyadari bahwa punk itu
sebenarnyaa bukan musik! Yap sudah terlalu banyak ungkapan-ungkapan tentang
punk, baik itu yang mengatakan punk adalah gaya hidup, jalan hidup ataupun punk
adalah politik dan yang pasti punk adalah seorang pemberontak,…. Dan punk itu
tidak bisa dan tidak mungkin untuk dipaksakan. Be your self ! Hah! Begitu mudah
terucapkan! Yap untuk menjadi dirimu sendiri sangat lah susah! Yap Saya adalah
sebuah "punk" baru, seorang yang baru mengenal punk lebih muda dari kalian yang
menganggap diri kalian punk sejati, tapi saya telah mengenal siapa saya dan
dimana saya berada. Maaf jika itu terdengar begitu arogan namun itu semua
tentang diri saya.
Yap mungkin itu semua dapat menjawab akan perlakuan dari segelintir orang yang
menganggap dirinya "punk" dan berpendapat bahwa saya tidak cocok atau tidak
mungkin menjadi seorang punk! Saya tidak akan mengumpat diri kalian, dan mungkin
kini kalian telah membuka lebar lebar mata kalian tentang dunia, dan bukan
melihat saya sebenarnya, karena hanya kalian lah yang dapat menentukan hidup
kalian sendiri.
^DooM^