بيان
لنصرة
المسلمين في
العراق
وفلسطين
Seruan untuk membantu
kaum muslimin di Irak dan
Afghanistan
العلامة عبد
الرحمن بن
ناصر البراك
Al-‘Allamah ‘Abdurrahman bin Nashir
al-Barak
الحمد
لله وحده
والصلاة السلام
على من لا نبي
بعده أما بعد .
Sesungguhnya sekuat-kuat tali
ikatan yang mengikat manusia adalah ikatan iman dan
Islam, tidak ada yang lebih kokoh darinya,
dan tidak pula ada yang lebih langgeng dan bermanfaat. Maka seluruh ikatan kemanusiaan berupa tanah air, kesukuan (qabilah), maslahat perniagaan dan manfaat bartership
(timbal balik), sesungguhnya merupakan maslahat yang akan
sirna.
Adapun ikatan yang dibangun
di atas aqidah,
agama dan madzhab yang batil semisal Yahudi,
Nasrani, Paganis dan madzhab-madzhab bid’ah dan syirik
seperti Rafidhah dan kaum sufi
ekstrim semisal quburiyun (pengagung kuburan), maka ikatan-ikatan ini akan berubah pada
hari kiamat menjadi permusuhan antar para pengikutnya
dan orang yang diikutinya, sebagaimana firman Alloh تعالى :
إِذْ
تَبَرَّأَ الَّذِينَ
اتُّبِعُواْ
مِنَ الَّذِينَ
اتَّبَعُواْ
وَرَأَوُاْ
الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ
بِهِمُ
الأَسْبَابُ *
وَقَالَ
الَّذِينَ
اتَّبَعُواْ
لَوْ أَنَّ لَنَا
كَرَّةً
فَنَتَبَرَّأَ
مِنْهُمْ كَمَا
تَبَرَّؤُواْ
مِنَّا
كَذَلِكَ يُرِيهِمُ
اللّهُ
أَعْمَالَهُمْ
حَسَرَاتٍ
عَلَيْهِمْ
وَمَا هُم
بِخَارِجِينَ
مِنَ النَّارِ
“(yaitu)
ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas
diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat
siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali
(ke dunia), pasti kami akan
berlepas diri dari mereka, sebagaimana
mereka berlepas diri dari kami."
Demikianlah Allah memperlihatkan
kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan
sekali-kali mereka tidak akan
keluar dari api neraka.” (QS al-Baqoroh :
166-167)
Adapun ukhuwah (persaudaraan)
dan kecintaan di antara kaum
mukminin, maka ia akan langgeng
dan kekal, oleh karena itulah
Alloh تعالى berfirman :
الْأَخِلَّاء
يَوْمَئِذٍ
بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ
عَدُوٌّ
إِلَّا
الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman
akrab pada hari itu sebagiannya
menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang
yang bertakwa.” (QS az-Zukhruf : 67)
Yang demikian ini dikarenakan persaudaraan mereka dibangun atas al-hubbu fillah (cinta di jalan
Alloh), yang mana ia merupakan
cabang dari hubillah (mencintai Alloh). Alloh تعالى berfirman :
وَالَّذِينَ
آمَنُواْ
أَشَدُّ حُبّاً
لِّلّه
“Adapun
orang-orang yang beriman amat sangat cintanya
kepada Allah.” (QS al-Baqoroh : 165)
Nabi صلى الله
عليه وسلم bersabda :
ثلاث
من كن فيه
وجد بهن حلاوة
الإيمان أن
يكون الله
ورسوله أحب
إليه مما
سواهما وأن
يحب المرء لا
يحبه إلا لله
وأن يكره أن
يعود إلى
الكفر بعد إذ
أنقذه الله
منه كما يكره
أن يقذف في النار
“Ada tiga hal, barangsiapa yang memilikinya maka ia merasakan manisnya
iman, yaitu (1) menjadikan Alloh dan Rasul-Nya lebih
dicintainya dari selainnya, (2) mencintai seseorang, yang mana ia tidak mencintainya
kecuali karena Alloh, dan (3) membenci dikembalikan kepada kekafiran setelah Alloh menyelamatkannya
darinya sebagaimana bencinya ia dilemparkan
ke dalam neraka.”
Alloh telah memerintahkan
Rasul-Nya untuk mengimplementasikan dan memelihara persaudaraan ini di antara
kaum muslimin. Alloh تعالى berfirman :
وَاعْتَصِمُواْ
بِحَبْلِ
اللّهِ
جَمِيعاً
وَلاَ تَفَرَّقُواْ
وَاذْكُرُواْ
نِعْمَتَ اللّهِ
عَلَيْكُمْ
إِذْ كُنتُمْ
أَعْدَاء فَأَلَّفَ
بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ
فَأَصْبَحْتُم
بِنِعْمَتِهِ
إِخْوَاناً
“Dan berpeganglah
kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat
Allah, orang-orang yang bersaudara.”
(QS Ali ‘Imraan : 103).
Alloh تعالى berfirman :
وَلاَ
تَكُونُواْ
كَالَّذِينَ
تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ
مِن بَعْدِ
مَا جَاءهُمُ
الْبَيِّنَاتُ
وَأُوْلَـئِكَ
لَهُمْ عَذَابٌ
عَظِيمٌ
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah
orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (QS Ali ‘Imraan
: 105)
Alloh تعالى berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ
إِخْوَةٌ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya
bersaudara.” (QS al-Hujuraat : 10)
Rasulullah صلى الله عليه
وسلم bersabda :
وكونوا عباد
الله إخوانا
المسلم أخو
المسلم لا
يظلمه ولا
يخذله ولا
يحقره
“Dan jadilah kalian hamba-hamba
Alloh yang bersaudara. Muslim yang satu adalah saudara muslim lainnya, tidaklah menganiayanya, menghinakannya dan merendahkannya.”
Rasulullah صلى الله
عليه وسلم bersabda :
مثل
المؤمنين في
توادهم
وتراحمهم
وتعاطفهم كمثل
الجسد
الواحد، إذا
اشتكى منه عضو
تداعى له سائر
الجسم بالحمى
والسهر
“Perumpamaan
kaum mukminin di dalam mengasihi,
menyayangi dan berlemah lembut adalah bagaikan tubuh yang satu. Jika mengeluh salah
satu bagian maka akan memanggil
seluruh tubuh lainnya dengan demam dan terjaga.”
Rasulullah صلى الله
عليه وسلم bersabda :
المؤمن
للمؤمن
كالبنيان يشد
بعضه بعضاً
وشبك بين
أصابعه
“Muslim yang satu dengan muslim
lainnya bagaikan bangunan yang satu, saling menguatkan antara satu dengan
lainnya.” Dan beliau mengaitkan antara jari jemarinya.
Ayat-ayat dan hadits-hadits
di atas menunjukkan
akan wajibnya
kaum muslimin untuk mengimplementasikan ukhuwah (persaudaraan) iman, saling menyayangi,
saling menolong dan bekerja sama
di dalam kebajikan dan ketakwaan.
Masuk pula
ke dalamnya menolong orang-orang yang terzhalimi, menyingkirkan gangguan, membantu orang-orang yang teraniaya dan melapangkan kesusahan orang-orang yang terhimpit.
Dari dasar pijakan inilah terarah kewajiban kepada seluruh kaum muslimin untuk
menolong saudara-saudara mereka di Palestina
dan saudara-saudara mereka yang Ahlus Sunnah di Iraq, yang mana orang-orang Palestina telah ditindas oleh Yahudi -semoga
laknat dan kutukan Alloh menimpa
mereka- dan Ahlus Sunnah di Iraq ditindas oleh imperalisme
penjajah Salibis yang bekerja sama dengan
mereka kaum Rafidhah.
Dengan demikian, maka
persekutuan negara-negara kafir salibis dan
selainnya, mereka ini musuh yang sangat zhalim, bahkan mereka musuh
yang nyata, demikian pula PBB
yang tidak menginginkan kebaikan bagi kaum
muslimin. Maka
wajib bagi kaum muslimin secara
umum dan penduduk yang tertindas secara khusus, untuk mengaitkan harapan mereka hanya kepada Alloh,
dan janganlah mereka menoleh sedikitpun untuk meminta bantuan kepada PBB ini, bahkan berharap pada PBB dan berpaling
dari (pertolongan) Alloh serta meremehkan
hak-Nya, maka ia termasuk musibah
besar yang menjadikan kaum muslimin ditimpa
perkara (musibah) ini. Maka dari itu, tidak ada jalan
bagi mereka untuk mengangkat musibah mereka ini melainkan dengan
kembali kepada Alloh سبحانه
وتعالى.
Kemudian, memberikan pertolongan
itu dapat direalisasikan dengan cara mengerahkan
seluruh kemampuan yang dimiliki dan disanggupi
untuk mengangkat musibah ini, atau
setidaknya meminimalisirnya.
Dan yang pertama kali dapat dilakukan adalah menolong mereka dengan harta,
memenuhi kebutuhan mereka, menghilangkan kesusahan mereka, menyantuni anak yatim dan janda-janda
mereka dan mengobati pasien-pasien mereka.
Juga termasuk bentuk memberikan pertolongan adalah memberikan nasehat kepada mereka, menganjurkan kaum muslimin di
dalam khutbah-khutbah, ceramah-ceramah dan pertemuan-pertemuan untuk turut mementingkan saudara-saudara mereka di Palestina dan
Alloh تعالى berfirman :
أَمَّن
يُجِيبُ
الْمُضْطَرَّ
إِذَا دَعَاهُ
وَيَكْشِفُ
السُّوءَ
“Atau siapakah
yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya,
dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS an-Naml : 62).
Dan
Alloh تعال
berfirman tentang Ahli Badr :
إِذْ
تَسْتَغِيثُونَ
رَبَّكُمْ
فَاسْتَجَابَ
لَكُمْ
أَنِّي
مُمِدُّكُم
بِأَلْفٍ مِّنَ
الْمَلآئِكَةِ
مُرْدِفِينَ
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan
kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan
bala bantuan kepada kamu dengan
seribu malaikat yang datang berturut-turut’.”
Hanya kepada Allah تعال
sematalah tempat memohon pertolongan, hanya kepada-Nya tempat mengadu dan hanya dengan-Nya
kita beristighotsah
(meminta pertolongan)
serta hanya kepada-Nya kita bertawakal. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Kita Muhammad, kepada keluarga dan sahabat
beliau seluruhnya.
(Didiktekan oleh al-‘Allamah ‘Abdurrahman bin
Nashir al-Barak pada Jumadil Awwal
1427 H).
$ $ $
[Dialihbahasakan oleh Abu Salma al-Atsari dari http://www.dorar.net]