Suara Merdeka, Sabtu, 10 Desember 2005 : 22.31 WIB
Kapolda Maluku Minta Masyarakat Mewaspadai 'Orang Baru'
Ambon, CyberNews. Kapolda Maluku, Brigjen Aditya Warman mengimbau
masyarakat mewaspadai masuknya 'orang baru dan tidak dikenal' ke wilayah
pemukiman masing-masing.
"Masyarakat harus waspada jika ada orang baru dan tidak dikenal. Bila perlu tanya
identitas dan keperluannya sehingga jelas," ujar Kapolda, di Ambon! , Sabtu (10/12).
Imbauan tu disampaikan menindaklanjuti kasus penggrebekan oleh personil
Detasemen 88 Polda Maluku. Petugas menggrebek salah seorang tersangka pelaku
terorisme, Muhammad Syarief Tarabubun bersama 12 warga dari beberapa daerah di
Pulau Jawa, di Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, 25
November.
"Jangan seperti di Desa Haya, saat polisi menggrebek, masyarakat malah terkejut
dan tidak tahu, selama empat tahun terakhir wilayahnya jadi sarang dan tempat
persembunyian sejumlah oknum pelaku terorisme di Maluku," tandasnya.
Orang baru yang menetap di Desa Haya itu direkrut Batar --salah seorang tersangka
pelaku terorisme di Maluku yang kini buron dan masuk DPO Polda Maluku-- dengan
dalih akan mengajarkan agama.
Batar dan kelompoknya, menurut Kapolda, sudah bertindak terlalu jauh. Termasuk
merekrut anak-anak warga setempat dengan alasan akan disekolahkan dan
dimasukkan pada sejumlah pesantren di Pulau Jawa.
Kapolda mengakui, pihaknya telah menerima permohonan masyarakat Desa Haya
untuk berupaya mengembalikan anak-anak itu de desanya kembali.
"Masalah ini telah ditindaklanjuti dan kami sudah memperoleh informasi keberadaan
anak-anak yang direkrut Batar ini. Namun hal ini masih dikoordinasikan dengan
Pemprov Maluku untuk mengupayakan pengembalian mereka ke desa asalnya," kata
Kapolda Aditya Warman.( ant/Cn07 )
Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA
|