Tidak seperti sistem operasi seperti DOS atau Windows 95 yang didesain hanya untuk pemakaian sendiri untuk mengendalikan satu komputer, sebuah sistem operasi untuk jaringan (network operating systems (NOS)) mengkoordinasikan segala akitifitas dari nbanyak komputer melewati medium jaringan. Sistem operasi untuk jaringan bertindak sebagai direktur / pengarah untuk mengatur agar lalulintas jaringan berjalan dengan baik dan teratur.
Dua tipe utama dari sistem operasi jaringan adalah :
Sistem operasi jaringan model peer to peer memungkinkan seorang user
membagi sumber dayanya yang ada di komputernya baik itu file data, printer
dan lain-lain dan mengakses sumber daya yang terdapat pada komputer lain.
Namun model ini tidak mempunyai sebuah file server atau sumber
daya yang terpusat.
dalam model jaringan peer to peer ini , seluruh komputer adalah sama,
mereka mempunyai kemampuan yang sama untuk memakai sumber daya yang tersedia
di jaringan, model inni di desain untuk jaringan berskala kecil dan menengah..
AppleShare dan Windows for Workgroups adalah salah satu contoh dari
sistem operasi jaringan model peer to peer
Gambar jaringan model Peer to Peer
Keuntungan Model jaringan Peer to Peer :
- Tidak terlalu mahal, karena tidak membutuhkan dedicated
server
- mudah dalam instalasi programnya, hanya tinggal
mengatur untuk operasi model peer to peer
Kekurangan Model jaringan Peer to Peer :
- Tidak terpusat, terutama untuk penyimpanan data
dan aplikasi
- Tidak aman, karena tidak menyediakan fasilitas
untuk itu.
Sistem operasi jaringan Client Server memungkinkan jaringan untuk untuk
mensentarlisai fungsi dan aplikasi kepad satu atau dua dedicated file server.
Sebuah File server menjadi jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan
untuk mengakses sumber daya, dan menyediakan keamanan. Workstation yang
berdiri sendiri dapat mengambil sumber daya yang ada pada file server.
Sistem operasi jaringan ini, menyediakan mekaninsme untuk mengintegarsikan
seluruh komponen yang ada di jaringan dan memungkinkan banyak pengguna
secara bersama-sama memakai sumberdaya pada file server. Linux, Novel Netware,
dan Windows NT adalah salah satu contoh model sistem operasi jaringan Client-server
Fig. 2. Client/server network
Keuntungan Model jaringan Client Sever :
- Terpusat - sumber daya dan keamanan data
dikontrol melalui server
- Skalabilitas
- Fleksibel - Teknologi baru dengan mudah terintegerasi
kedalam sistem
- Keseluruhan komponen (client/network/server) dapat
bekerja bersama
Kekurangan Model jaringan Client Sever :
- Mahal - membutuhkan investasi untuk dedicated server
- Perbaikan - Jaringan besar membutuhkan seorang
staff untuk mengatur agar sistem berjalan secara efisien
- Berketergantungan - Ketika server jatuh, mengakibatkan
keseluruhan operasi pada network akan jath pula
Contoh Siustem Operasi Jaringan :
Dibawah ini ada beberpa contoh sistem operasi jaringan
Linux
AppleShare
LANtastic
Microsoft Windows
for Workgroups
Microsoft Windows
NT Server
Novell Netware