Kami ingin sedikit mengulangi tayangan lalu yang kami rasa cukup berat atau panjang. Perhatikan contoh ST chart I dan atau II. Coverline adalah suatu garis horisontal setinggi 0.05 C di atas suhu paling tinggi dari 'low level plateau' atau suhu-suhu "dataran rendah". Coverline hanya dapat dibuat atau ditarik, bila tentunya sudah terjadi 'temperature shift' dan lalu ada suhu-suhu yang berada di 'high level plateau', "dataran tinggi". Bila suhu baru menaik sekali dua, hal ini dapat disebabkan oleh apa yang bernama 'disturbance' dan kalau memang belum terjadi ovulasi saat itu, suhu akan turun lagi. Disturbance yang terjadi pada saat bersamaan dengan 'temperature shift' membuat charting lebih kompleks, namun Anda selalu dapat menanyakannya atau berkonsultasi kepada kami. Jadi bila suhu naik, penting untuk mengingat-ingat (apalagi bila belum seharusnya ia naik alias belum ada tanda-tanda kesuburan symptom lain) apakah suhu naik karena disturbance atau bukan.
Diperlukan suhu rendah sebanyak sedikitnya 6 pengukuran sebelum coverline sah untuk ditarik. Fase tak subur dimulai di pagi hari ketiga suhu yang tinggi, asalkan semua symptom atau indikator kesuburan lainnya (mucus dan cervix) sudah berciri tak subur juga. Karena sudah berpengalaman dalam ber-KBA, sekali dua kali atau 2 hari suhu menaik, kami sudah dapat menarik coverline. Untuk yang baru belajar, mungkin Anda perlu 3-4 hari. Suhu-suhu di "dataran tinggi" tersebut akan terus tinggi sampai menjelang terjadinya haid, kecuali bila pembuahan terjadi.
Seperti kami janjikan di tayangan lalu, bila suhu di dataran tinggi berjumlah 20 atau ada 20 hari suhu tinggi, Anda (yang cewek tentunya) 99% hamil! Yang 1% kami sisakan untuk berbagai macam yang termasuk ke dalam misteri hidup :-). Mengapa? Sebab menurut teori metoda ST, kan sudah kami jelaskan bahwa sekitar 14 hari atau antara 12-16 hari sesudah ovulasi, terjadilah haid, atau dimulai- nya lagi siklus yang baru. Nah, dengan bantuan metoda ST KBA ini, disamping Anda dapat mengetahui terjadinya kehamilan, Anda juga dapat mengetahui bila pembuahan tidak terjadi.
Begini, nidasi, yakni menempelnya telur yang sudah dibuahi sperma di dinding rahim, hanya mungkin bila sedikitnya ada 8 hari bersuhu tinggi. Bila suhu tubuh menurun setelah hari kedelapan, kehamilan tidak dapat terjadi. Hal ini merupakan hal yang normal di antara ibu-ibu yang sedang menyusui atau di siklus awal sesudah melahirkan. Cangkrang telur, disebutnya corpus luteum (yellow body), yang bertugas memproduksi progesterone, tidak mampu bekerja secara lama dan akibatnya produksi progesterone tidak memadai. Ibu-ibu yang menyusui bayinya secara penuh (total breast-feeding) tidak mengalami ovulasi. Mereka baru mengalami ovulasi lagi kalau si bayi mulai disapih, dan ovulasi pertama ini yang biasanya menyebabkan jumlah suhu tinggi tidak mencukupi untuk memungkinkan sang ibu hamil lagi. Di negara berkembang "metoda KBA" inilah yang secara tak sadar dipergunakan para ibu untuk menjarangkan kelahiran anak.
Informasi nidasi dapat dipakai untuk membantu mereka yang ingin ber-KBA agar supaya hamil. Tentunya ditambah dengan informasi symptom lainnya. Di tayangan bagian akhir akan kami jelaskan atau singgung, bagaimana memakai KBA untuk mendapatkan kehamilan. Nah, dengan dua tayangan ke 7 dan ke 8 ini kami menganggap Anda semua telah paham dan mampu untuk membuat charting suhu basal tubuh. Bila Anda adalah seorang suami, kami menganjurkan Andalah yang melakukan charting tersebut. Hal-hal yang tidak jelas silahkan Anda tanyakan sebab kami akan meningkat ke symptom mucus atau lendir di tayangan berikutnya. Sampai berjumpa.